Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
lebih kuat


__ADS_3

sungguh amarah xia benar-benar sudah ada dipuncuk kepala , memanaskan pipinya dan mempersiapkan mulutnya untuk mengumpat sosok laki-laki yang ada dihadapannya ini. sungguh dia saat ini tak berminat dengan apa yang dibualkan sosok yang ada didepannya.


apalagi dengan kata-kata yang bilang bahwa dirinya adalah permaisurinya singguh rasanya ingin xia keluarkan semua isi perutnya mendengarkata sok kepedean itu.


" kau adalah permaisuri kupastikan itu kucing galak, " ujar sosok itu kembali pada xia, bagaimana bisa bahkan xia saja tak mengenal soaok itu namun sudah seperti yakin bahwa xia akan mau menjadi istrinya.


" huh.. percaya diri sekali kau, bahkan aku tak mengenalmu tuan! " ujar xia dengan nada sinis dan tatapan yang pastinya tak mengenakkan pada sosok yang ada dihadapannya. sungguh dia sangat sentimentil dengan hal-hal yang berbau hubungan pria dan wanita. dia sangat geli karena dikehidupan sebelumnya dia juga belum pernah ada hubungan berpacaran atau asmara.


" dan ku peringatkan, jika kau tidak memberitahu siapa kau maka kupastikan kau akan melihat malaikat mautmu hari ini!! " ujar xia dengan penuh penekanan pada tiap katanya, dia sangat penasaran dan juga emosi dengan sosok dihadapannya, penasarannya adalah bagaimana sosok itu melewati tameng pelindung dengan mudah bahkan xia tak menyadari adanya sosok itu.

__ADS_1


" kau akan tahu nanti, " ucap sosok itu kemufia meminum teh bekas xia yang ada diatas meja. sungguh nampaknya dia sangat santai dan bahkan terkesan sedang menggoda xia dengan sengaja, namun itulah memang tujuan dirinya disini.


membuat gadis kecil ini mengeluarkan ekspresi yang cenderung terlihat menggemaskan baginya, bahkan semua orang juga mungkin akan merasakan hal yang sama jika melihat ekspresi xia itu.


" aku bisa menebas kepalamu sekarang jadi cepat katakan siapa kau!! " ucap xia kini dengan teriakan lantang sambil mengarahkan ujung pedangnya ke arah leher sosok itu. namun tanggapan sosok itu malahembuat xia semakin geram dan yakin ingin menggorok leher laki-laki bertopeng itu.


" apakah kau tergoda denganku permaisuri kecilku?" tanya sosok itu dengan nada menggoda, tentunya wajah xia kini memerah dan jika dibayangkan banyak uap keluar dari telinga dan atas kepalanya menahan emosi.


tentu saja hal itu membuat xia melongo tak percaya, apakah beastnya memang sudah melemah atau memang laki-laki itu yang kuat, bahkan rombongan kaisar melewati taman ini dan menoleh namun mereka tak bisa melihatnya, tapi laki-laki tadi mah dengan mudah melihat bahkan menembus tameng pelindung itu.

__ADS_1


" BRENGSEK!!!! " teriakan xia menggema dalam tameng itu tentunya membuat para beastnya langsung keluar dan melihat apa yang terjadi dengan the queen mereka. mereka melihat xia yang duduk diatas kursi dengan wajah masih membekas merah padam dan ekspresi yang kurang mengenakkan tentunya, para beast menelan lidah kasar dan susah payah, mereka tahu pasti ada sesuatu yang terjadi.


axel mendekat kearah xia dan memberanikan diri untuk bertanya pada nonanya itu, apakah yang membuat hawa di sekeliling nya sangat mencekam.


" xiaer apakah ada yang terjadi?? " tanya axel dengan nada gemeteran dan gugup pasti para beast menunggu jawaban dari xia dengan gugup.


" apakah kalian mulai menjadi lemah? " tanya xia tiba-tiba membuat para beast kaget, bagaimana bisa itu terjadi malah sebaliknya sejak mereka kontrak darah dengan xia kekuatan mereka malah meningkat berkali-kali lipat dari sebelumnya, bahkan menjadi yang terkiat digolongan mereka masing-masing.


" itu tidak mungkin xiaer, kami bahkan menjadi lebih kuat dan terkuat di jenis kami masing-masing, " ucap faith menyangkal perkataan xia tadi, mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi sampai xia bisa bertanya hal itu pada mereka.

__ADS_1


" lalu apakah laki-laki itu yang memang sangat kuat? " gumam xia pelan dalam pikirannya dia mengingat pernah merasakan hawa yang sama saat ada di Kekaisaran ayahnya, Kekaisaran Fang.


disaat kedatangan putra sahabat ayahnya, apakah hanya perasaannya atau memang energi dari kedua sosok itu benar-benar sama. tak mungkin dia salah dia ingat namun kenapa dia berkata xia adalah permaisuri miliknya,ungkin juga mereka orang berbeda hal itu terus berlari dalam otak xia.


__ADS_2