
akhirnua mereka berdua keluar dari restoran tak lupa xia berpamitan pada Nyonya Hu ibunya. mereka berjalan mulai dari bagian timur, mereka mengunjungi salah satu pusat permodean kota, di wilayah timur memang sudah ramai terkenal kerap di kunjungi para putri bangsawan.
mereka memasuki salah satu toko, pangeran song melihat-lihat hanfu cantik yang terpajang di ujung toko, dia menanyakan pada salah satu penjaga kemudian langsung membayar hanfu itu.
xia melihat itu bingunh, apakah pangeran ada campuran wanita. bagaimana tidak seorang laki-laki membeli hanfu bahkan dia tak memiliki adik perempuan, lalu apakah dia akan mengenakan hanfu itu sendiri?
memikirkan hal itu membuat Xia bergeleng dan tertawa kecil, membayangkan laki-laki di depannya mengenakan hanfu itu.
setelah selesai transaksi pangeran memberikan bungkusan itu pada Xia, dia bingung dan berniat mengembalikan namun sang pangeran bilang itu hanya bonus untuk pemandunya, jadi terpaksa diterima bingkisan itu. mereka melanjutkan perjalanan ke arah barat kota salah satu tempat yang terkenal dengan perhiasan bahkan ada yang menyebut kota putri, karena para putri dan nona muda sering berkunjung dan menjadi langganan beberapa toko untuk membeli perhiasan .
kembali sang pangeran memasuki salah satu toko yang cukup besar di tempat itu, diadan Xia melihat-lihat perhiasan yang berkilai, namun Xia teralihkan dengan sebuah gelang yang nampak unik baginya, giok ungu kehitaman dengan ukiran semerah darah.
tak butuh lama dia langsung mengambil dan membayarnya. pangeran melihat itu langsung mengambil salah satu hiasan Kepala yang menurutnya selaras dengan gelang yang dipakai xia, dia mwngbilnya tak lupa dengan sebuah cincin giok yang juga bisa dikatakan selaras dengan milik Xia.
__ADS_1
setelah selesai kambeli diberikan hiasan kepala itu pada Xia, dan tentu gadis itu kembali menerima dengan sedikit terpaksa, dia tak terlalu suka dengan kepala seperti ibu kota.yang penuh dengan perhiasan dan semacamnya. tapi saat ia lihat motifnya yang selaras dengan giok yang dibelinya dia akhirnya menerima dengan sedikit senang.
perjalanan di lanjutkan kearah barat area akhir yang akan di kunjungi karna Xia merasa sudah cukup lelah denganacara berbelanja sosialita dengan pangeran song yang sedari awal selalu dibicarakan para gadis. sedikit risih saat Xia melihat bagaimana para gadis memuji manusia menyebalkan yang ia pandu berjalan-jalan ini.
daerah barat adalah syurga petarung diaini banyak disesiakan perlengkapan pertarungan seperti panah, pedamg, tombak perisai, dan yang lainnya. baru disinilah syurga dalam pikiran Xia.
mereka menuju salah satu toko yang direkomendasikan langsung oleh Xia, disana pangeran song mengambil pedang yang amat menarik perhatian kilauannya.
" sudah selesai aku akan pergi, terimakasih untuk imbalannya, " ucap Xia berbalik inginpergi namun ditahan oleh pangeran song. dia manatap dalam mata Xia, berharap ada keluluhan di dalam hati xia.
namun nihil Xia hanya menatapnya datar tanpa ekspresi apapun. dia tak bereaksi seperti yang pangeran hatapkan, ada sedikit kecewa dalam hatinya. ia kira denga hadiah kecil darinya gadis nakal ini akan sedikit tersentuh, rupanya amat jauh dari halunya.
" apakah lau akan hadir di acara Kekaisaran nona? " tanya pangeran song sambil melepas genggaman tangannya. xia masih datar dan menatapnya kemudian menjawab pertanyaan itu dengan simpel.
__ADS_1
" tidak, aku terlalu sibuk, "ucap Xia pada pangeran kemudian melangkah manjauh dari lelaki itu, kecewa nampaknya gadis manis nya itu sungguh-sungguh dengan kata-katanya barusan, dia hanya bisa pasrah akan hal itu. dia kembali ke Kekaisaran Ming yang tepat waktu diskusi para kaisar juga sudah usai.
" aku masih berharap kau datang gadis nakal manis, " ucap pangeran song di perjalanan kembali menuju Kekaisaran song.
Xia pov
" memangnya siapa dia, hanya pangeran aku tak perlu menjawab pertanyaan yang tak ownting itu, " lenguh xia sambil menaruh barang-barangnya di atas meja dalam kamarnya.
" apakah dia bodoh, seharusnya dia tau aku tak mungkin tak datang, " ucap Xia heran dengan pertanyaan terakhit pangeran song. dia bingung laki-laki bodoh itu harusnya tahu dia mau atau tidak mau harus tetap hadir diacara ini. seandainya bukan keluarga jenderal dia sangat tak ingin hadir diacara menyebalkan ini.
hai guyssssssssss aku up ya ampunnnnnn, maaf ya kalo upnya agak lama karna author juga masih ada tugas sekolah semuaππππ dan belum lagi ada lomba di dekat ini jadi mohon doa dan dukungan dari kalianβ€β€β€β€β€β€
happy Reading everyone ππππππππππππππππππππ
__ADS_1