
Qian Shu dan Xia bertanding mereka sama-sama menyerang namun Xia tak mengeluarkan banyak tenaga. bisa dilihat dia lebih seperti mempermainkan Qian Shu.
para penonton melihat beberapa luka di tubuh Qian Shu juga terkejut, bagaimanapun dia adalah pendekar yang sudah dikenal dan sangat disegani. bagaimana mungkin bisa dilukai oleh gadis yang asing. tak lama tenaga Qian Shu mulai melemah, sudah terlihat dari ritme nafasnya yang mulai terengah-engah.
" apakah kau sudah lelah? " tanya Xia melihat nafas Qian Shu yang sudah terengah-engah.
" ah.. baiklah akan segera ku akhiri... " Xia menjatuhkan tubuh Qian Shu dan mangankat pedang akan memenggal kepala Qian Shu, karena pertarungan ini adalah hidup mati, pemenangnya hatus membuat lawan mati.
" bangunlah! " ucap Xia sambil menarik tangan Qian Shu. dan yah, dia tak membunuh seorang kakak yang berjuang untuk adiknya, dia tak sekeji itu.
" aku mengaku kalah, " ucap Qian Shu yang membuat pertadingan ini terhenti dengan xia sebagai pemenangnya. Qian Shu turun dari ring.
xia mengikuti Qian Shu karena dia tau dia ingin Permata ini untuk adiknya.
__ADS_1
" ambillah aku tak perlu permata kecil ini, " ucap Xia melemparkan batu Permata lazuar itu. Qian Shu kaget dengan itu sejenak dia hanya diam, namun kemudian bangkit dan berniat mengembalikan kembali karena ini kemenangan Xia.
" apakah kau ingin adikmu segera menjadi mayat, ayo segera ke kediaman mu!! " titah xia membuat Qian Shu seperti terhipnotis dan mengantarkan Xia menuju ke kediaman Qian Shu.
bisa xia hirup bau obat-obatan yang sangat pekat dari sebuah ruangan yang dituju oleh Qian Shu. di ranjang nampak seorang anak kecil lelaki yang tengah berbaring tak berdaya.
di genggamkan permata itu di tangan anak kecil itu namun tak merubah apapun dari bocah itu, kedua matanya tetap kukuh tak terbuka.
" AHHH!!! "
Xia mendekati anak itu dan menaruh tangannya di puncuk kepala anak itu. dia mengobati anak itu dengan ramuan Seribu nyawa miliknya.
HUK.. UHUKK..
__ADS_1
anak itu batuk dan mengeluarkan darah yang cukup banyak dari batuknya itu. Qian Shu melihat itu ingin menjauhkan Xia dari adiknya namun ditunda karena dia melihat wajah adiknya yang nampak kembali segar seperti darah mengalir dengan deras dan kedua mata itu mulai terbuka.
" kakak... " ucap anak kecil itu sambil menatap Qian Shu. mendengar panggilan dari sang adik tentunya Qian Shu amat senang, sudah amat lama. adiknya hanya terbaring tak berdaya disini.
" qu... akhirnya kau sadar.. " Ucap Qian Shu sambil menggenggam tangan adiknya yang tersenyum masih lemah. sang adik menatap sosok wanita yang kini mengobatinya, tangan wanita itu mengelus puncuk kepalanya, dan tak anak kecil itu sadari tangannya tanpa sengaja membuka cadar wanita itu.
senyum kecil terukir dari bibir Xia melihat anak kecil di pangkuannya itu melihat dirinya. anak kecil itu tersenyum melihat wajah cantik rupawan Xia. tak luput dengan Qian Shu yang terpanah melihat keelokan wajah wanita yang telah mengalahkannya dan mengobati adiknya ini.
" adikmu akan segera pulih akan ku beri obatku dan berikan setiap hari, " ucap xia sambil menurunkan kepala anak kecil itu. dia menuju meja dan mengeluarkan beberapa ramuan seribu nyawanya.
" aku ingin menanyakan beberapa hal kemari! " titah Xia pada Qian Shu yang langsung dilakukan mereka duduk di kursi yang ada dalam ruangan itu.
" siapa yang selama ini merawat kalian? " tanya Xia pada Qian Shu membuat , Qian Shu penasaran kenapa tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari Xia.
__ADS_1
happy kiyowoooookkkk