Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
bangkit


__ADS_3

seorang gadis cantik tengah berjalan ditengah kerumunan


orang tak lupa dengan cadar yang masih melekat. langkah yang tak kenal lelah, xia berjalan menyusuri pasar. dia melihat banyak hal menarik dan rasa ingin berbelanja seorang wanita bergejolak.


namun apa daya kini dia tak menyimpan koin sedikit pun.


"hah, harusnya aku membawa uang saat akan ke hutan, " ucap xia


"xia'er ada ribuan bahkan jutaan koin di kalungmu, koin itu tak akan habis dan akan terus bertambah semakin kau memakainya, " ucap axel pada xia lewat telepati. tak pikir panjang, ia mencari tempat sepi dan memgbil beberapa kantung.


matanya terhenti saat melihat sebuah toko baju, ia teringat bahwa sian hanya punya baju lama. 35 set baju habis ia borong, dengan harga hanya 7 koin emas.


1 koin emas: 10.000 perak


1 perak: 1000 perunggu


1 perunggu: 10 ship(mata uang kerajaan saat itu paling rendah)


harusnya hanya perlu 3 emas namun karna pelayanan baik, xia memberi sebagai ucapan terimakasih.

__ADS_1


para pengunjung toko membicarakan wanita yang mereka lihat. wanita dengan tubuh yang membuat tiap pria tergoda. namun tak sedikit yang mencemooh bahwa wajahnya buruk karna memakai cadar.


semua omongan itu yanya dianggap angin lalu oleh Xia. tak lama dia melihat banyak kerumunan yang berkumpul. tak ingin ketinggalan berita. ia segera memdekat kearah kerumunan iti. sebuah ring besar dengan dua petarung yang sama-sama hebat.


"ahhh... pangeran suan ming...aku ingin jadi permaisurimu.. " teriak gadis-gadis yang tengah menyemangati salah satu petarung.


nampak lelaki bertubuh gagah dengan baju lumayan mahal dimata Xia. pamgeran suan Ming



jubah biru yang menyelimuti tubuh gagahnya. kulit putih seperti kapur, mata coklat tanah, menambah kesan yang membuat gadis bahkan kehilangan urat malunya batin Xia. namun gadis tak berhati ini tak peduli dengan wajah itu.


"pemenang terbaik dan berturut-turut pangeran kita, SUAN MING, " ucap pengadil dalam lomba itu.


"siapa yang mau menantang baginda pangeran kita yang sudah juara dan tak terkalahkan? " ucapnya kembali. pangeran itu hanya berwajah dingin walu kadang memaksa senyum yang amat tipis bahkan perlu lup untuk melihatnya.


"aku, " ucap Xia tanpa basabasi langsung menaiki arena adu. para penonton memandang remeh, bagaimana gadis bisa mengalahkan pangeran yang selama bertahun-tahun tak permah kalah dengan lawan sekuat apapun.


dengan tingkat kultivasi ke lima yakni kristal, merupakan tingkatan yang hampir menuju cahaya. sudah termasuk sangat hebat dengan usia yang begitu muda bagi pangeran mahkota tanah ini.

__ADS_1


" nona apakah kau yakin? kau hanya wanita, dan wanita adalah lemah bagaimana kau bisa mengalahkan pengeran ming? " tanya salah satu penonton dengan sengit padanya.


" lalu? apakah pecundang sepertimu mampu? "


" lebihbaik omonganmu yang bodoh kau simpan baik-baik, "ucap Xia dengan enteng pada lelaki itu. lelaki dan temannya yan tak terima meminta untuk melawan xia sebelum dia melawan pangeran.


" dasar gadis lemah, dan buruk, berani merendahkan ketua kami, "


"rasakan ini!! "


tak lama ke empat orang itu menyerang Xia, tak terduga, xia menghindari semua serangan dengan mudah tanpa lecet sedikitpun. semua orang hanya mengangap tak percaya melihatnya.


" apakah kalian sudah selesai bermain, aku sudah lelah maka akan aku akhiri, "


" bersiap melihat neraka, " ucap xia dengan smirk didebalik cadarnya. keempat pria itu hanya tertawa tak percaya. tak lama...


syat.. syat..


keempat tubuh tanpa kepala. semua terpenggal dengan sempurna di atas arena. semua hanya nerinding dan merasa takut melihat itu.

__ADS_1


seorang gadis yang biasanya lemah dan tunduk pada lelaki. kali ini malah yang mereka lihat wanita yang memenggal 4 kepala dalam sekali tebas tan lecet dalam pertandingan.


__ADS_2