Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
kembali ke Ming


__ADS_3

karna Xia rasa Qian tak perlu ia bantu ia kembali ke Kekaisaran Ming. sudah bosan ia di Kekaisaran Ayahanda sendiri. dia juga tak ibgin terlalu lama dengan drama kediaman Qian, dia hanya ingin saat dimana kedok ibu yang baik itu terungkap oleh anak-anak yang polos itu.


Sangat-sangat sebentar pasti waktu yang terlewat di Kekaisaran Ming dunia luar kalung galaxi Xia. dia keluar dari paviliun dan menunggangi kuda menuju bukit di timur Kekaisaran. bukit yang rimbun dan nampak sedikit seram karena ke rimbunan. dia menunggangi kuda dengan cepat, angin menerpa rambutnya yang terurai indah, sejak kematian dari selir dan anak jalangnya itu Xia tak pernah berbicara dengan ayah maupun kakaknya.


dia masih teramat kecewa pada sang kakak yang tak percaya dan tak ingin mendengarkan dia saat itu, ada sesak yang muncul saat Xia memikirkan hal itu kembali. namun segera ia tepis dan kembali fokus pada jalanan menanjak bukit.


tak perlu waktu terlalu lama xia sudah mengikatkan kudanya disalah satu pohon besar. dia pergi ke tengah hutan karena di sana masih ada sedikit cahaya yang bisa masuk, dia meningkatkan kembali keahlian beladiri dan kultivar miliknya, dia merasabelumcukup kuat untuk saat ini. yah...


walaupun sekarang Xia yang asli sudah tenang karena dendam yang sudah terbalas namun kini ia yang bingung harus bagaimana dengan hidup di dunia kuno ini, diaasih amat berharap untuk bisa kembali dan menghabisi para pengkhianat yang telah membuat dia dirinya terdampar disini.


Xia memainkan pedangnya dengan gerakan anggun dan tajam, nampak seperti tarian namun, juga nampak seperti terompet kematian untuk musuhnya.


tanpa iasadari sedari tadi ada mata yang tak jemu untuk menatapnya. menatap dengan senyuman yang menandakan bahagia melihat orang yang di puja.


tatapan mata menantang dari pangeran Suan Ming pastinyaa, pangeran mahkota dari Kekaisaran ini. sungguh dia merasa senang setiap kali bisa bertemu bidadarinya, beda dengan gadis lain yang lebih memilih menuju kota untuk melihat perhiasan, pakaian baru dan sekedar melakukan perawatan tubuh.

__ADS_1


namun gadis yang sudah dia incar ini malah memilih hutan yang gelap seperti matanya yang membuat siapapun akan tenggelam saat berlawan tatap dengannya. tatapan yang menenggelamkan, dan aura yang menjatuhkan.


ditatapnya gula kecil miliknya itu. dengan senyuman yang masih merekah. dia yang sedang sendiri, bukan sendiri namun pengawal pribadinya sedang ia tugaskan dengan tugas jauh saat matanya melihat gula manisnya ada di sini. dia tak ingin di ganggu oleh pengawalnya sendiri.


xia yang merasa ada yang mengawasi, melemparkan belati tepat ke arah pangeran, ia tau bahwa pangeran sudah menatapnya sejak sedari tadi. karena mulai risih dia melemparkan belati kesayangan untuk memperingati.


belati itu melesat dengan cantik tepat disebeleh pipi pangeran Ming. kaget pastilah dia sudah menutup aura kultivar miliknya dan dia masih yakin tak akan ada yang sadar dengan keberadaan dirinya. namun gadis ini malah dengan mudah melemparkan belati cantik kearahnya tanpa takut dan tanpa tau siapa yang kemungkinan terkena belati itu.


" akhirnya kita kembali bertemu gula kecil, ah.. maksudku Nona Xia, " ucap pangeran Ming kemudia turun dari pohon yang tertutup daun rimbun itu, xia hanya acuh dengan ucapan pangeran dan tetap memainkan pedang tanpa menatap atau menghiraukan kehadiran pengeran mahkota Kekaisaran Ming.


" apakah pengeran Kekaisaran ini sungguh kekurangan pekerjaan? " tanya xia sambil masih mengayunkan pedang dengan intens.


" apakah sungguh tak ada pekerjaan, bukankah artinya tak berguna memiliki anda maksudnya status anda pangeran mahkota? " tanya Xia yang sungguh langsung menusuk rasanya dihati, namun pangeran semakin tertarik dengan dirinya


" sebaiknya berpatroli anda ke arah utara Kekaisaran, lihatlah rakyatmu yang ada disana mereka memerlukan Kekaisaran, " ucap xia kemudian memberhentikan aksi pedangnya.

__ADS_1


" memangnya apa yang terjadi nona? " tanya pangeran Ming pada Xia ketika menyuruhnya untuk pergi ke daerah utara Kekaisaran.


" bukankah ini tugasmu sebagai Pangeran Mahkota untuk mencari tau? " tanya xia


" apakah kau sebodoh itu tak tau kondisi rakyatmu sendiri pangeran? " tanya xia kemudian menjauh dari pangeran yang masih terdiam dan menatapnya dengan senyuman yang sulit diartikan.


"bagaimana akubisa melepas gula kecil yang begitu menarik sepertinya, " ucap pangeran saat perlahan bayangan xia sudah mulai menghilang dari pandangannya.


" gula kecil kau sudah membuat aku tertarik dan jangan harap akan ku lepas dengan mudah, " ucap pangeran kemudian ikut menghilang dari bukit.


hai guysss maaf ya baru up author baru habis terima rapot, dan habis di sidangsama mami jadi batu bisa up 😫😭😭😭😭😭


yaudah happy Reading semuanya πŸ˜€πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜πŸ˜†πŸ˜ŠπŸ˜πŸ˜œπŸ˜


jangan lupa uang parkirnya ya cuma like, komen, dan vote❀️❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2