
er quan dan para nona lain menatap xia dengan sinis tanda menghina. mereka tidak tau saja siapa wanita yang ada di depan mereka, bahkan mereka berani melakukan hal itu dihadapan para permaisuri dari 5 Kekaisaran.
xia menyeruput tehnya dan tersenyum kearah para nona itu. dia menatap alaatu persatu dari nona itu, dan sedikit tertawa remeh setelah melihat mereka. bagaimana tidak para gadis kecil yang hanya sombong karena pangkat keluarganya.
" lalu apa saja keahlian para nona ini? " tanya xia tanpa pindah dari posisi duduknya mengisyaratkan penghinaan secara elegan pada para nona itu.
" kamis udah memperlihatkan bakat kami menari dan bermain musik, dan kami adalah nona terpilih yang cukup terkenal dibidang itu, " ucap er quan dan para nona muda itu menyombongkan diri kembali. tatapan xia semakin santai dan datar.
__ADS_1
" menari? musik? " tanya xia, kwmudian tanpa basa-basi langaung menuju tengah tempat acara dan memainkan muaik sambil menari, membawa harpa dan menari secara langsung belum pernah ada, dan bisa dikatakan teramat sulit untuk tetap memainkan musik tetapi tubuh tetap menari kala masa itu. xia membawakan tari campuran modern membuat tiap gerakannya gemulai namun tetap tegas dan karismatik di tiap gerakan lengan sampai kakinya.
putaran demi putaran dilakukan oleh xia dan kini benar-benar seluruh perhatian menatap kwarah xia, gadis cantik yang teramat cantik yang sedang mempersembahkan tari dari tantangan putri perdana menteri er quan. para tuan muda semakin penasaran dan jatuh cinta pada gadis itu. bahkan ada yang tak ragu mengucap akan melamar nona dari kediaman jenderal itu. sungguh para nona muda ada yang iri namun juga tak sedikit yang bingung dan bagaimana bisa dia seperti itu.
setelah selesai dengan tariannya, xia kembali berjalan mendekati para nona itu dan kembali ketempat duduknya. kini xia sudah ada di depan kursinya namun siapa sangka er quan yang angkuh kembali menantangnya.
rencana yang di pikir akan membuat xia terlihat memalukan padahal pasti akan dihadapi dengan santai oleh xia karena kemampuannya membaca gerak-gerik lawan juga membaca pikirn lawan membuat xia menertawakan rencana jadul milik er quan itu.
__ADS_1
" lalu apakah yang akan aku dapatkan jika mengiringi dirimu? "tanya xia pada er quan membuat tamu sedikit terkejut, pasalnya xia adalah orang pertama yang menolak kemauan dari er quan putri perdana menteri kaisar.
" kubakan memberikan sejumlah emas untuk tanda pertemanan kita nona xia, " ucap er quan dengan hati merendahkan xia, dan tentu itu diketahui dengan gampang oleh xia.
xia maju dan menyejajarkan dirinya dengan erquan dn mereka menuju tengah tempat acara dengan er quan sebagai penari dan xia sebagai pemusik. para tamu melihat er quan yang terlihat nampak agak berlebihan ditiap gerakannya, beda dengan xia yang walaupun hanya bermain musik namun membuat auranya tak terkalahkan dengan melodinya itu.
pada awalnya erquan menari pwrlahan begitu juga xia yang menyeimbangkan pada er quan, namun sesuai rencana dari si licik er quan, berfikir akan mempercepat gerakan agar xia tak bisa mengiringi dirinya dan mempermalukan xia didepan banyak orang ini.
__ADS_1
namun...........