Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
cyan


__ADS_3

saat di paviliun Xia sangat bingung, apa alasan yang bagus untuk dirinya agar tidak perlu datang. sungguh menjadi keluarga jenderal adalah hal paling menyebalkan yang ia dapat. tidak bisa bebas dan harus datang ke acara penuh kesombongan para pemerintah.


karna bosan dia memilih pergi ke kalung galaxinya bertemu para beast. saat ada dalam kalung galaxi para beast miliknya ternyata sedang tertidur. sungguh rasanya sangat berdebar. dia wanita norma dan masih tau mana itu pria tampan seperti layaknya gadis di umumnya.


para beast yang sedang dalam wujud manusia ini hatus diakui kalau mereka itu amat tampan. Xia mengelus rambut mereka satu-persatu. berusaha sediam mungkin aagar mereka tidak terjaga dari tidur mereka.


xia duduk kemudian melihat para beast yang sedang tertidur, tapi bukan tertidur mereka seperti pingsan, itu yang ada dipikiran xia. dengan seribu otaknya dia mengambil tinta dan mulai membuat mahakarya diatas kanvas wajah tampan.


dia harus benar-benar menahan tawa dan bangga melihat tangannya sudah berjalan-jalan di atas wajah para beast. sungguh ini adalah mahakarya terbaik yang ia buat. setelah selesai dia memberikan semacam bando diatas Kepala mereka. karakter beruang dan kucing, sungguh perut Xia kini penuh dengan kupu-kupu yang menggelitik dirinya.


setelah selasai dia membuat beberapa makanan dan di letakkan di meja dekat mereka tidur. setelah itu dengan sigap xia mengubah ekspresi seperti tidak terjadi apa-apa, wajahnya kembali datar tanpa ekspresi setelah merasa ingin tertawa tadi.


" apakah kalian tidak menyambutku? " ucap Xia dengan mendekat kearah para beast. mereka kaget dan langsung terbangun namun dengan mata yang masih tertutup. melihat itu xia Berdehem karna tak mungkin ia tertawa.


saat para beast membuka mata mereka, mereka saling menertawakan satu sama lain. mereka bingung dan melihat ke cermin yang di bawa xia untuk mereka.

__ADS_1


" lainkali akan ku bawakan kanvas lukis jadi tidak perlu melukis diwajah sendiri, " ucap Xia kemudian melenggang ke arah meja yang terdapat makanan yang ia siapkan tadi.


para beast masih saling tuduh siapa yang mencoret muka mereka. melihat itu Xia semakin ingin tertawa, sungguh imut jika dipikirkan mereka saling menyalahkan seperti anak kecil.


" sudah ayo makan, " ucap xia kemudian para beast dusuk di meja makan. namun perdebatan masih belum selesai


" aku yang duduk disini! " ucap Axel si Phoenix galaxi pada Liam si Phoenix api.


" tidak, Xia'er lebih suka aku yang dudul disini bukan begitu xia'er? " ucap Liam dengan sok dan bangganya dia. sepwrti ada api yang menyambut telinga axel dan tentu ia membantah ucapan dari kemaran tak seirasnya itu.


" darkness, kau duduk disini dan faith kau duduk disitu, " ucap Xia pada darkness si rusa malam, dan faith si naga biru. mereka berdua menurut dan menampakkan senyum kemenangan pada Liam dan Axel. mereka berdua nampak kaget dan kesal.


" dan hans duduk di hadapanku, " Ucap Xia pada hana yang masih berdiri karena perdebatan Liam dan Axel. dan akhirnya Liam dan axel duduk ditempat yang berdekatan dengan hans.


" salahmu! "

__ADS_1


" tidak, ini salahmu! " debat Liam dan Axel karena sekarang duduk mereka semakin jauh dari xia.


" sudah ayo makan lalu bantu aku memikirkan pakaian yang akan ku pakai di acara seluruh Kekaisaran, " ucap Xia lalu diangguki dan masih setia Liam dan Axel bertengkar lewat tatapan mereka.


sunggub kekanak-kanakan sifat mereka berdua ini. setelah selesai makan mereka memasuki paviliun cyan, pavilium di tdngah taman dengan dominasi hijau toska, membuat nampak sangat segar.


kini Xia melihat kerah pakaian yang ada di paviliun ini, namun sayang tak ada yang sesuai dengan harapannya, xia menelepati hans dan dengan sigap para beast membuatkan apa yang diminta oleh Xia.


setelah para beast memulai barang yang diminta xia, dia pergi berjalan-jalan mengelilingi taman paviliun cyan ini. dia melihat kearah hamparan bunga yang masih sangat segar, seperti abadi tak ada tanda mereka mengusut maupun layu sedikitpun.


namun tatapannya tiba-tiba dikejutkan dengan sosok bertopeng yang menatap ke arahnya. ditatap oleh xia memastikan bahwa pandangannya ini sedang baik-baik saja. karna bagaimana ada orang selain dirinya yang bisa kesini.


dan............


happy Reading

__ADS_1


__ADS_2