
hari yang telah ditunggu telah tiba, namun bukan untuk Xia. dia dibangunkan oleh jiejie nya dengan paksa dari tidur nyamannya. dia duduk di pinggiran tempat tidur lalu jatuh dan tidur kembali. namun tak tinggal diam jiejie nya membangunkan dia kembali bahkan membopong badannya ke arah pemandian, membuat xia terpaksa membuka matanya.
dia berendam cukup lama, karna waktu masih belum menunjukkan matahari, mungkin sekitar pukul 4 jika disini ada jam. dia berendam di air hangatnya, bukan hanya berendam namun dia tidur saking nyamannya air yang digunakan oleh dirinya.
wangi mawar metasuk ke dalam. ubun-ubun Xia, wangi yang membuat otak rileks siapa yang akan menolak untuk tidur didalam wewangian itu. dia membiarkan wangi itu merasuk dan menginjek kulit dan dagingnya. sungguh sekarang pemandian itu penuh dengan aroma bunga yang menyeruak sampai keluar paviliun.
para dayang terus memantau air hangat Xia, memberi tambahan air hangat dan minyak aorma juga kelopak mawar agar sang Nona bisa menikmati mandi paginya sebelum. acara.
setelah kurang lebih satu jam akhirnya Xia keluar dari pemandiannya. dengan wangi kulit seperti bunga yang sangat menyeruak, kulit putih mulusnya dan wajahnya yang belum terjamah jerawat membuat dia seperti dewi yang baru dari sungai wunshi.
(fyi: sungai wunshi adalah sungai yang dipercaya pemandian abadi para dewi)
__ADS_1
dia dusuk didepan meja riasnya melihat jajaran kotak make up yang ia buat sendiri, sungguh dia tak ingin ada rugi bahkan sudah membuka beberapa toko penjual produk kecantikannya di kota.
dia mulai memoleh wajahnya dengan pelembab menepuk pelan wajahnya sambil menatap kearah pantulan kaca. melihat seorang wanita cantik yang nampak polos. namun cover bukanlah kebenarannya. didalam tubuh yang nampak polos itu ada nyawa yang tak sepolos yang dikiranya.
dia membubuhkan bedak dan mwmberi warna kelopak matanya dengan warna kalem dan memebri bibirnya lipbalm karna bibirnya sudah cukup merah dan juga toh dia tak ingin dikira memekai aspal 10 lapis diwajahnya.
setelah selesai make up dia memakan sarapan yang di siapkan oleh para dayangnya, para pengawal, dayang dan xia memakan makanan itu bersama sambil disertai lelucon dan canda tawa membuat suasana pagi itu begitu mengalir sejak saat terakhir.
" xiaer aku akan mengambil baju untuk mu dan pilihlah, " ucap suan berniat berdiri namun ditahan oleh xia. dia mengkode untuk jiejie nya itu tetep dusuk dan melanjutkan makan bersama.
tak lupa xia mengenakan gaun yang sudah dibuatkan para beast untuknya. dia mengenakan gaun itu dan yups sangat pas dan cocok untuknya sesuai yang ada dalam pikirannya.
__ADS_1
setelah semua pengawal dan dayang Xia siap, mereka sudah berkumpul menunggu nona mereka yang nampaknya masih mengenakan gaunnya. suan dilarang oleh Xia untuk membantu jadi dia juga sudah berkumpul dengan yang lain.
" permisi nona, hamba ingin melapor, " ucap salahaatu pengawal pada xia yang masih ada dikamarnya.
" katakan, " ucap Xia dari balik pintu itu.
" jenderal dan tuan muda menanyakan apakah nona akan pergi bersama? " " ucap pengawal itu, membuat Xia sedikit terkejut tak menyangka kedua orang itu masih ingat dia masih hidup.
" sampaikan aku akan berangkat dngan anggota paviliun milikku bukan dengan mereka, " ucap Xia kemudian dijawab dengan mantap oleh sang pengawal kemudian pergi dari depan kamar Xia.
tak lama xia keluar dari kamarnya dengan dandanan dan pakaian yang amat luarbiasa cantik, bahkan nampak bukan dari dunia ini. itu adalah yang ada dipikiran para dayang dan pengawal Xia.
__ADS_1
seorang dewi, ouh bahkan nampaknya lebih dari dewi
" let's start the show people, " ucap xia dengan smirk khas dari bibir indahnya.