
akhirnya pertandingan terakhir antara pangeran liang dan Xia akan segera di mulai, hari juga sudah mulai sore para penonton ditemani dengan obor yang sudah dinyalakan oleh para pengawal istana Ming . sesuai dengan perkiraan dia dan Pangeran Ming segera melakukan pertarungan sebelum matahari benar-benar tenggelam.
tak butuh waktu lama pangeran liang membuat dia sedikit kewalahan namun tetap seperti pertandingan sebelumnya dia mampu membalikkan keadaan dengan sangat cepat membuat pertadingan kali ini sangat seru untuk dilihat, apalagi dengan predikat dari pangeran liang yang merupakan pangeran dari Kekaisaran liang yang paling kuat.
pertandingan terus berjalan sampai matahari benar-benar akan tenggelam dan dia mampu menjatuhkan pangeran liang, sebenarnya sangat pangeran liang masih bisa melawan namun entah mengapa dirinya malah sengaja tak melawan kembali membuat kemenangan di ambil oleh dia, sorak dan ucapan selamat terdengar dari stadion itu gemuruh suara para tuan muda yang menyemangati xia, tak lupa sangat kaka tersenyum dari bawah ring melihat sangat adik mampu membuat bangga keluarga jenderal dengan kemenangan yang diraihnya atas Kekaisaran liang. tentunya hal itu membuat keluarga jenderal mereka akan lebih terpandang dan lebih disegani lagi.
__ADS_1
keduanya turun dari ring. xia diikuti sangat kakak ulang ikut menuju tenda tempat xia istirahat dan bersiap, dia memeluk sangat adik dan mengusap kepalanya. xia kaget dan hanya bisa terdiam dengan hal itu namun sejenak roh asli xia menangis dihadapan xia yang menempati raga itu. tangisan yang bercampur antara sedih dan bahagia. sedih saat mengingat masa lalu namun bahagia karna sekarang semua sudah benar-benar usai.
" aku menyayangi kakakku dia tidak bersalah, ibu tiri kamilah yang memperlihatkan kelicikan hingga kakak ku sendiri tak tahu keadaanku, " ucap xia yang asli. tak terasa tangan xia yang awalnya mengepal kini juga memeluk balik sangat kakak, entah perasaan apa yang ada dalam hatinya namun yang pasti itu sangat sakit saat melihat sangat kakak memeluknya, ada rasa hangat dan nyaman.
" kakak maafkan aku, " ucap xia lirih namun masih terdengar pelan di telinga sang kakak. kakaknya mengelus sang adik seraya mengucapkan maaf untuk yang kesekian kalinya pada sang adik. tentunya akhirnya dia bisa mendapat maaf sang adik. namun tak serta merta hanya seperti itu, kini dia berjanji akan menjaga sang adik, walaupun sang adik lebih kuat darinya.
__ADS_1
kedua orang itu keluar dari tenda dan menemui sang ayah, omongan dari xia asli pada xia membuat hatinya goyah dia berencana akan memaafkan jenderal yang hakikatnya hanya terlalu dihasut oleh sang ibu tiri karna kecintaannya pada ibu xia.
mereka berjalan beriringan dengan mantel hou yang ditautkan di pundak xia karna adiknya nampak sedikit menggigil. banyak pasang mata menatap mereka tentu saja kemenangan xia ini pasti akan mendapat hadiah dari Kaisar-kaisar yang hadir dalam acara ini.
rasa kagum, ori dan semuanya bisa terpancar dari mata-mata yang terus menatap keduanya. sempat mereka berpapasan dengan beberapa nona yang ternyata menggunjingkan sang adik, namun tak ingin menjadi kakak tak berguna hou memperingati para nona muda itu dengan sarkas dan tegas demi sang adik yang sebenarnya malah acuh.
__ADS_1
" peraturan Kekaisaran membicarakan anggota Kekaisaran terutama jenderal pangkat 1 Kekaisaran tanpa bukti dan dilakukan untuk menjatuhkan maka akan diberi hukuman penggal! para nona!! " ucap hou membuat para nona muda itu keringat dingin dan memutus kan bubar.
hay guys maaf ya aku baru up karena aku juga lagi ujian PAT doa kan ya semua Semoga author bisa lancar ujian sampai akhir dan segera free biar bisa rajin up lagi dan do'akan author dapat nilai bagus😍😍😍😍