Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
pembalasan 1


__ADS_3

Yuan Rong mulai melenggak lenggok tubuhnya, harus diakui gerakannya kalem dan sangat indah. setelah selesai menari semua orang memuji kebolehannya.


" yang mulia hamba ingin kakak hamba unjuk tari, " ucap Yuan Rong membuat seisi ruangan terdiam. xia yang sudah tau sejak awal hanya tersenyum.


" hamba akan menari yang mulia, " ucap xia namun sebelum itu dia menarik gaun nyya dan bergantilah gaun ungu muda dengan hiasan kupu-kupu di bawah gaunnya masih bertema modern. yang indah dan nampak menawan.



semua orang terpesona dengan gaun dan paras xia yang dibalut gaun itu.


kini xia berdiri ditengah aula fan mulai menggerakkan tubuhnya. tarian yang tegas dan seksi membuat auranya tak bisa dipungkiri. tarian yang amat indah dan tak pernah dilihat sebelumnya membuat tarian xia menghipnotis seluruh haditin yang hadir.


setelah selesai xia tersenyum pada sang adik dengan Manisnya. Yuan Rong hanya bisa membalas dengan senyum palsunya. setelah semua nona selesai kini giliran para tuan muda.


di awali dengan gu shi tuan muda kediaman gu kediaman perdana menteri tangan kanan kaisar. keahlian pedang mampu membuat para nona terpesona dan tergila-gila padanya, namun tak berlaku untuk xia sebiah pertunjukan biasa menurutnya.


setelah semua tuan muda selesai sudah menjadi tradisi pertandingan bakat antara tuan muda. mereka akan di tandingkan sesuai kebolehannya.


para tuan muda memasuki arenanya masing-masing. dimulai dengan pertandingan pertama yakni keahlian panahan. para tuan muda mempersiapkan panahnya dan mulai menembakkan panah ke arah sasaran.


sementara itu pertandingan masih di pimpin oleh gu shi, tuan muda dengan wajah tenang dan harus diakui bahwa dia juga tampan. karna merasa bosan xia menuju arah ring turnamen. kini dengan baju yang sudah berganti



kini baju yang lebih simpel, Xia mengambil anak panah dan


CASH....

__ADS_1


panahnya melesat mengenai dan membelah panah gu shi. semua orang yang melihat sebuah anak panah melesat dan membelah anak panah lain sangat terkejut dan mencari pemanah itu.


nampak dewi yang telah membuat mereka jatuh hati Xia kini sudah membawa busurnya dan dengan tatapn tegas dan wajah datarnya.


" yang mulia, hamba ingin menjadi penantang di turnamen ini, " ucap xia membuat demua orang kaget, pasalnya dari dulu turnamen senjata hanya di ikuti oleh para tuan muda.


"apakah kau yakin dengan ucapanmu xia? " tanya kaisar pada xia. xia hanya mengangguk dan masuk ke dalam lapangan panahan. satu demi satu sasaran ia panah dengan tepat.


kini Waktunya pertandingan adu pedang. para tuan muda sudah mulai menyerang, namun Xia memutuskan akan menjadi petarung terakhir untuk. sudah sampai akhir dengan hadil sama masih gu shi pemimpin dri tarung pedang ini.


kini Xia dan gu shi ada diatas ring yang sama. gu shi mulai menyerang namun xia hanya dengan santai terus menahan dan menghindar. para penonton kagum dengan kepiawaian Xia yang terus menghindari serangan gu shi. tak luput juga gu shi sedang berbunga dan terpesona dengan gadis dihadapannya.


dia tak memandang Xia lawan namun gadis yang sedang ia berusaha keras mendapatkan tangan berdurinya. setelah melihat gu shi kelelahan xia duduk di pinggir.


" ah... sepertinya permainan ini harus segera selesai, " ucap xia kemudian menyerang gu shi dengan secepat kilat, gerakan tam terlihat dan menbuat beberpa luka ditubuh gu shi dan akhirnya ia jatuh dan di puncuk kepalanya siap di sambut tajamnya pedang xia.


dia membantu gu shi mengobati lukanya, walaupun sebenarnya dia tak perlu namun dia tetap tak enak dengan orang asing ini. setelh selesai xia hendak pergi namun ditahan oleh gu shi.


" nona bolehkah aku mengenal namamu? " tanya gushi dengan menunduk. xia menatapnya datar . gu Shi yang semakin terpesona dengan aura tegas wanita dihadapannya, tak biasanya wanita seperti ini padanya, biasanya mereka akan mencari cara mendekatinya namun itu membuat ia semakin risih.


naum gadis ini malah seperti enggan dekat dengannya.


" namaku Xia dan jangan menundukkan badanmu aku bukan tuhan, " ucap xia kemudian menjauh dari tempat itu. kini semua orang tengah berjalan-jalan di sekitar kerajaan, waktu dimana para tuan dan nona muda saling berkenalan. biasanya mereka akan melanjutkan dengan berkirim surat, untum makin mengenal.


xia yang tak suka denga hal ini mencari tempat senyap dan sunyi. dia menuju area belakang istana dan menemukan pohon besar yang rimbun, dia naik ke atas pohon itu dan menghabiskan waktunya dengan tidur di bawah terpaan angin yang sejuk.


" bahkan kau tak sadar membuat ku terbakar gadis manis ku?! " ucap seseorang dengan geram dari sudut istana belakang. sosok yang sudah membuntuti xia sejak daritadi tanpa kenal lelah.

__ADS_1


" aku ingin kau memastikan minuman ini diminum olehnya, jangan sampai salah! "


setelah itu acara akan segera di tutup dengan makan bersama keluarga kerajaan. semua orang bersulang dan tiba-tiba Yuan rong mendekati xia.


" kakak mari bersulang denganku, " ucap Yuan Rong sambil memberi anggur pada xia. mereka meminumnya, tak lama mereka semua makan naum kejadian tak terduga terjadi.


Yuan Rong mulai menjadi seperti penggoda, dia mendekati beberapa lelaki dan menggoda dengan melonggarkan pakaiannya. tentu itu langsung menjadi sorotan oleh para hadirin.


Yuan Suan melihat anaknya langsung menarik nya dan menyirap dia denga air sehingga Yuan Rong sadar. mata Yuan Rong melihat semua orang yang menatap dirinya jijik, dan ia melihat kembali pada tubuhnya deng pakaian yang sudah longgar dan amat terbuka.


dia menangis dan memeluk sang ibu.


" DIA!! KAKAK LAH YANG MENJEBAK HAMBA YANG MULIA!! " Teriak Yuan Rong sambil menunjuk xia yang masih santai duduk melihat adik tirinya dipermalukan.


" kakak apakah kau benci pada ku sampai melakukan ini? " ucap Yuan Rong dengan nada seperti orang yang tersakiti, hal itu membuat xia bergidik jijik mendengarkan.


" dia adalah adikmu namun kenapa kau tega xia!!! " icap Yuan Suan mendukung akting anaknya, sungguh anak dan ibu saling melengkapi.


" memang apa yang aku lakukan adikku? " tanya xia


" KAU MENARUH OBAT DI MINUMAN TADI, KAU YANG MENJEBAK KU!! " Teriak Yuan Rong sambil menunjuk kearah Xia. para mata rertuju pada xia, namunxia masih setia dengan wajahnya yang tenang. dia kembali diduk dan pengawal mendekat ke arah Xia. dia berbisik dan xia menganggukkan kepala mendengarkan bisikan dari pengawalnya.


" bawa dia kemari! " ucap xia kemudian....


****** teriak ****** emang ibu dan anak sama ya...


1 kata guys buat Yuan Rong sama ibunya?

__ADS_1


happy Reading 😀😁😂😃😄


__ADS_2