Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
menenangkan


__ADS_3

Xia pergi menuju ke paviliun miliknya setelah oertengkaran dengan kakak laki-laki palsunya ini. ada sedikit rasa sakit ketika kakak yang statusnya bukan kakak kandungnya berbicara seperti itu. tak terasa matanya mulai berkaca dan terasa berat.


" kenapa begitu sakit saat gegelu berkata seperti itu?" tanya xia dalam hatinya. mungkin karena dia mau membuka diri untuk sosok kakaknya ini, dia tau mungkin karna sifatnya yang berbeda dari yang dia tau dia bisa berbicara pada Xia seperti itu.


" aku akan ke ayah dan ibunda sekarang, rasanya kepala ini terlalu pusing jika harus bertemu Hao, " setelah berpikir demikian xia segera menuju Kekaisaran Fang, untuk mengadu pada ibunya.


sekarang seperti nya dia memiliki banyak orang tua baru, sosok-sosok yang bisa membuat ia terasa dalam. lingkup keluarga yang hangat dan bisa menerima dia bagaimana pun sifatnya.


tak lama. dia sudah ada di depan gerbang Kekaisaran fang. dia masuk dan masih sama kota yang ramai dan dipenuhi penduduk dengan kemampuan luar biasa.


para Beast yang kuat dan tingkat tertinggi juga banyak ada di sini. seperti dunia tak tergapai jika untuk manusia biasa. dia berjalan untuk membeli beberapa makanan sambil menikmati suasana Kekaisaran yang indah ini.

__ADS_1


Xia membeli beberapa makanan ringan dari pedagang dan melihat selembaran yang ada di beberapa toko. pengumuman lomba pertarungan sungai Fang Shun dengan hadiah permata lazuar merah.


Permata lazuar merah ini adalah permata yang bisa sebagai pasokan nyawa, atau bisa disebut pembangkit raga. batu yang hanya akan ada setelah tiga puluh ribu tahun ini akan selalu menjadi sayembara untuk didapatkan.


" hei apakah kau tau petarung Qian Shu, katanya mengikuti pertarungan ini, " ucap salah satu warga yang terdengar oleh telinga Xia.


" wah, sudah pasti dia akan menang bukan, dan bukankah itu untuk menyembuhkan adiknya yang terluka parah sehak lama? "


" ya aku iuga dengar begitu, " ucap beberapa orang menyebut-nyebut nama Qian Shu. rasa penasaran dan tertarik menggelora didalam jiwa xia saat ini. tak basa-basi tujuan yang awalnya ingin menemui orang tuanya berubah menjadi ingin berpartisipasi dalam pertarungan Permata itu.


amat ramai kini apalagi ring pertarungan yang ada di atas sungai membuat seakan bertarung bahkan bayangan mereka tak kalah.

__ADS_1


dapat Xia lihat banyak petarung yang sangat bersemangat untuk mengikuti pertarungan dengan hadiah Permata ini. dia mendaftarkan diri pada pertarungan itu. dia melihat pertarungan pertama yang untuknya lumayan untuk kemampuan bertarung mereka.


sama seperti yang lainnya Xia juga bolak-balik turun dan naik rung dengan hasil yang sama yakni kemenangan untuk dirinya. sampailah dia bertarung dengan beberapa orang yang meremehkan dia namun tetap saja hasilnya dirinya bisa mengalahkan mereka dengan telak.


para petarung juga sangat terpukau, merinding, dan terkesima pada waktu yang bersamaan pada perempuan bercadar di atas ring itu. aura tegasnya bisa membuat tusukan dalam sampai ke tulang.


walaupun tak nampak rupanya namun semua orang tau bahwa wanita itu tak boleh disinggung apalagi diremehkan, para petarung yang sudah di kenal dan disegani saja dikalahkan dengan mudah oleh wanita asing itu.


sampailah di babak terakhir pertarungan antara Qian Shu dan Xia yang memang dinanti apra penonton. 2 orang yang dari tadi terus meraih kemenangan itu membuat pertarungan mereka semakin dinanti.


" hamba ingin melawan anda dengan jujur di atas ring ini, " ujar Qian Shu dengan sopan pada xia.

__ADS_1


" apkah Permata ini berarti untukmu? " tanya xia pada Qian Shu dia mengangguk sebagai jawabannya atas pertanyaan xia.


happy Reading 😀😃😄😁😆😀😁😂😃😄📖📖📖📖


__ADS_2