
sekarang tempo xia semakin dipercepat sua mata tertuju pada jari-jemari xia yang amggun manri diatas senar gitar masa itu. sungguh seperti berselancar diatas air yang tenang, wajahnya yang nampak ayu membuat semua mata semakin enggan melepas pandangannya.
berkebalikan dengan er quan yang mulai kewalahan dengan tempo xia, dia berputar namun sayang keseimbangan dari tubuhnya hilang dan dia terjatuh dengna posisi kurang senonoh di tengah tariannya.
semua mata kini menuju kearah er quan yang tengah terjatuh itu, berbisik dan ada yang menertawakan bagaimana posisi er quan saat terjatuh yang cukup memalukan.
er gong yu, perdana menteri ayah dari er quan langsung menuju sang putri yang tengah terduduk lemas ditengah aula kerajaan itu.
" kau ****** bisa-bisanya mempermalukan putri kecil tak berdosa ku!! " teriak dari er gong kepada xia, xia hanya tersenyum melihat er quan yang sedang menangis karna malunya.
" KAU ******!! KAU SENGAJA MEMPERMALUKAN AKU PUTRI PERDANA MENTERI!! " Teriak er quan dengan menunjuk xia, memanfaatkan situasi untuk menjatuhkan xia dan mendapat simpati dari keluarga 5 Kekaisaran.
" hormat hamba perdana menteri, namun bukankah putri anda yang menantang saya? " tanya xia berjalan mendekati dua orang yang menjilat menjijikkan itu. tak ada ketakutan atau apapun yang terpancar dari wajah datar xia itu hanya aura mencekam yang amat mengintimidasi.
" KAU ******, KAU YANG SENGAJA MEMBUAT AKU TERJATUH!! " Teriak er quan sambil menangis, sungguh akting yang buruk pikir xia. dia sakin mendekati er quan dan ayahnya.
__ADS_1
" apakah ada saksi bahwa aku mencelakai dirimu? " tanya xia membuat kedua orang itu dia sejenak. mereka menggertak gigi dengan kuat.
" yang mulia hamba ingin keadilan, bagaimana bisa seorang rakyat memperlakukan perdana menteri seperti ini? " tanya ayah er quan pada kaisar dengan wajah sok memelas.
" heh matilah kau ******, " ucap er quan dalam hati merasa jack pot karena ingat ayahnya afalah seorang perdana menteri.
" yang mulia hamba ingin keadilan atas ini, " ucap er quan dengan wajah memelas dengan sedikit menangis sungguh drama queen yang kurang berpengalaman.
" hamba adalah putri muda dan hamba tidak bisa mendapat
" mohon maaf perdana menteri bukankah seharusnya mengetahui siapa hamba dan tidak langsung menuduh hamba?" tanya xia membuat kedua orang itu terdiam. xia sekarang akan menggerakkan pionnya perlahan.
" dalam hukuman Kekaisaran jika menuduh tanpa bukti akan di denda. "
" dalam hukum perdana menteri yang masih dalam jabatan tidak ada hak untuk berkata tak pantas pada warga Kekaisaran. "
__ADS_1
"dalam pemerintahan Kekaisaran jenderal berada dibawah kaisar secara hukum, dengan perdana menteri mengabdi laporan untuk mencegah pemberontakan yang diserahkan pada jenderal, " ucapan xia membuat semua orang ada yang ada di sana membuat orang merinding.
aura tegas dari xia seakan membuat mata semua orang terpanah dan terhipnotis oleh hal itu. xia menatap kedua orang yang hakikatnya anak dan bapak yang tengaj terduduk dilantai aula kerajaan.
" dalam hukuman Kekaisaran keluarga yang menfitnah keturunan jenderal tanpa ada bukti dan pbuktian yang bosa diberikan maka wajib dihukum mati, " ucapan xia yang benar-benar membuat kedua orang yang tersimpuh itu mendadak berkeringat dingin.
seakan mereka lupa dengan hukuman dan aturan yang ada di Kekaisaran saat meminta keadilan pada sang kaisar Ming.
mereka sampai lupa xia adalah nona muda dari kediaman jenderal.
" sekarang hamba meminta kaisar untuk perdana menteri bisa menunjukkan bukti bahwa hamba berbuat hal yang difitnah pada hamba! "ucap xia demgan lantang dan tegas membuat sang perdana menteri kini benar-benar pucat.
" nama keluarga jenderal difitnah dihadapan banyak orang, hamba xia lia putri pertama dari kediaman jenderal meminta keadilan dengan seadil-adilnya pada yang mulia kaisar, ' ucap xia membuat kini perdana menteri er semakin memucat.
" dan hamba bisa memberikan hadiah untuk perdana menteri, " ucap xia sambil tersenyum evil di hadapan perdana menteri dan semua Kekaisaran.
__ADS_1
tak lama...........