Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
5 pangeran


__ADS_3

sekarang sudah banyak tamu yang hadir termasuk Xia, kini dia sedang diam bosan dengan acaranya. namun bukan hanya karna itu juga karna dia sadar dengan tatapan dari 5 orang yang sedari tadi membuat dia ingin mencokel keluar mata kelima sosok itu.


ya sudah pasti sangat benar, para pangeran mahkota sedang manatap sosok Xia yang memakai gaun yang tak pernah mereka lihat di hisup dan acara raja, bahkan bisa dilihat beberapa nona mud yang penasaran asal gaun itu, namun juga tak luput dengan rasa amarah cemburu karna lehwr jenjang nan putih itu terekspos jelas membuat sebagian bahkan seluruh tuan muda tertarik dan berniat memiliki gadis itu.


di awali tatapan dari pangeran mahkota Yun. sekarang disusul dari beberapa meter ada pangeran Yun tang, pangeran mahkota Kekaisaran Tang. tatapan mata yang masih setia pada xia, gadis yang memberantas pemberontakan Kekaisaran dalam hari pertama kedatangannya. masih biaa diingat bagimana tatapan Xia yang sangat tajam dan mematikan kala itu. tanpa ada gemingan dan gemetar dengan mudah menebas leher bahkan didepan sang kaisar.


" kau adalah ibunda anak-anakku mana boleh diaukai orang lain, " ucap pangeran mahkota dalam hatinya teralihkan dengan leher jenjang milik Xia membuat kedua pipi pangeran merona. namun tetap tidak suka jika leher itu dilihat tuan muda dan pangeran yang lainnya. menambah saingan apalahi kekurangan dirinya adalah tidak bia atiap hari bertemu karena wilayah yang berbeda.


disisi lain sosok pangeran yang memang dari tadi sudah menatap Xia bahkan beberapa kali dibalaa tatapan isyarat oleh Xia agar pura-pura tidak mengenalnya malah dibalas dengan senyuman tanpa dosa miliknya.


ya siapa lagi kalau bukan pangeran han song, putra mahkota Kekaisaran Song, pangeran yang masih terbuai dengan pesona tabib cantik yang menyembuhkan kakeknya, bagaimana dia dengan prinsipnya yang tak tunduk bahkan dengan kaisar, bagaimana sikapnya yang bahkan tak tertarik dengan wajah tampannya.

__ADS_1


bahkan tanpa ada sungkan sang pangeran memberi flirting pada Xia, sungguh bucin nampaknya pangeran song pada tabib sang kakek.


" sungguh manis kelinci bulat putihkuuuu... " ucap pangeran song dalam hati sambil menatap kwarah xia yang memakan kue sampai pipi putihnya itu menggelembung karna makanannya.


dari depan pintu Kekaisaran barulah tiba Kekaisaran liang, yak permaisuri liang yang menurut Xia amat mirip dengan ibundanya di zaman modern, xia tersenyum melihat sosok sang permaisuri. rombongan itu langsung menempati posisi para Kekaisaran yang sudah diatur, sedang Xia yang menatap lekat permaisuri liang, putra permaisuri liang juga lekat menatap xia.


tatapan terpesona tidak viaa disembunyikan dari manik mata aang pangeran, atau bahkan juga mungkin sebuah keberuntungan baju Kekaisaran hari ini memiliki kontras warna yang serasi dengan xia pikir pangeran liang kala itu.


" bukankah itu nona muda jenderal, nona Xia? " ucap aalah atau tuan muda


" benar, wah, kukira rumor dia adalah wanita jelek benar ternyata itu salah, bagaimana bisa kecantikan itu sebut jelek, " sahut tuan muda yang lainnya.

__ADS_1


" aku yakin akan banyak yang mengajukan kontrak nikah pada dia setelah ini, termasuk aku, " ucap beberapa tuan muda dan diikuti yang lainnya secara bergiliran, wmoai dan panas telinga pangeran liang mendengar itu, bahkan dia tak terasa sudah menghabiskan 2 teko air minum karna saking panasnya.


" kau tidak apa-apa putraku? " tanya permaisuri liang melihat sang putra sudah menghabiskan 2 teko minuman itu.


" aku tidak apa-apa bunda, " jawab pangeran liang dengan mencoba menahan emosi dan cemburu.


sedang si tengah ruangan Kekaisaran Ming juga sudah memasuki ruangan. dan dengan strategis ternyata pangeran Ming sudah mengatur agar dia dapat duduk dan menatap gadis kecil miliknya itu. dan benar saja dia duduk dengan spot terbaik untuk melihat xia.


" kau adalah milikku gadis kecil, " ucap pangeran Ming sambil duduk si tempatnya dan keluarganya.


" memang gadis kecilku selalu istimewa, tapi istimewa kali ini nampaknya mwmbuat sia semakin jadi incaran ya... " ucap aang pangeran melihat hampir seluruh tuan muda menatap kearah xia.

__ADS_1


__ADS_2