
gaun dengan gemerlap disetiap inchi kainnya. warna dark blue dengan putih dibagian tengah gaun, model dan hiasan yang tak pernah dilihat oleh para pengawal juga para dayang, sungguh iti adalah baju yang teramat indah apalagi melekat pada tubuh sang nona, Xia mendekat ke arah tandu, kini dia mengalah karna tak ingin pertunjukan di spoiler.
yang biasanya ia menggunakan kuda kini dia dengan agak berat hati menaiki tandu dan mulailah perjalanan mereka menuju kerajaan Ming. sepanjang perjalanan rombongan mereka mwnjadi pusat perhatian warga kota, bagaimana tidak dimulai dari baju zirah emas qin yang dipakai oleh para pengawal Xia yang memang bukan zirah biasa dan tidak mudah untuk mendapatkan baju zirah itu. pakaian para dayang pengiring yang juga tak kalah dengan pakaian nona-nona muda dari keluarga bangsawan.
namun tidak mudah mata mereka tidak terpaku pada tandu yang dibawa oleh para pengawal sungguh mereka ingin tahu siapa yang ada disebalik tirai tandu itu. bagaimana tidak jika pengawal dan dayang saja sudah seperti ini bukankah pemimpin mereka lebih dari mereka pastinya.
namun nihil tidak ada tanda sosok. dibalik tandu akan mengeluarkan wajah dari sebalik tirai itu, rombongan xia tetap melanjutkan perjalanan mereka. sampailah mereka di gerbang kerajaan, disana sudah banyak antrian rombongan dari para bangsawan yang ikut serta.
__ADS_1
Xia ada di baris terakhir dan butuh cukup waktu untuk ditinya masuk, saat rombongan nya mendekat kearah penjaga gerbang, para penjaga terpelongo dengan zirah pengawal Xia dn para dayang pengiring.
kaki indah keluar perlahan dari balik tirai tandu, sosok canyik dengan gaun aneh namun indah keluar dari tandu itu. para pengawal melihat itu terpelongo sampai membuka mulut mereka.
xia tersenyum tipis kemudian para pengawal mengiringi Xia masuk kedalam istana, suasana ramai, namun semua terdiam saat seorang wanita dengan baju yang teramat indah dan paras yang mengalahkan dewi masuk dengan dayang dan pengawal yang luar biasa.
dari salah satu tempat duduk xia tengah ditatap lekat oleh seseorang yang mungkin dia kenal namun ia lupa siapa itu. namun sang lelaki pasti tak bisa melupakan gadis yang berani memberikan sebuah penawaran padanya dikala mencari obat untuk sang ibunda.
ya lelaki itu adalah pangeran Wuan Yun, pangeran mahkota Kekaisaran Yun, dulu ia sangat ingat dengan bagaimana xia menolongnya dan Jenderal qi saat di serang bandit kala mencari buah penawar untuk ibundanya permaisuri Yun. saat dirinya menukar senjatanya untuk buah obat itu. hanya Xia gadis yang berani dengan dirinya dan lucunya dia tak mengenali sosoknya yang tampan kala itu, bahkan reaksinya yangbterkesan tak peduli pada dirinya.
__ADS_1
" sungguh gula yang terlalu manis, bagaimana dia memakai pakaian seperti itu!!! " ucap pangeran Yun dalam hati melihat gaun Xia yang mengekspos leher jenjang putih nan mulusnya.
" memang gula ini terlalu menarik, " sambungnya masih setia menatap xia yang duduk di seberangnya. tak ada jemu nampaknya. wanita ini yang membuat dia dikira gila dan sakit oleh kaisar dan permaisuri Yun saat anaknya ini kembali setelah mendapat tanaman obat itu. bagaimana tidak dikira gila tiba-tiba sang putra bisa tersenyum dan tersipu saya ditanyai bagaimana mendapat buah langka itu.
jika sang sahabat jenderal qi tidak menceritakan pada kaisar dan permaisuri Yun tentang apa penyebab anaknya seperti itu, pasti sudah dikirim ke bukit budha untuk berobat sang putra itu. baru kali itu kaisar dan permaisuri melihat sang putra bisa memikirkan seorang gadis sampai membuat dia tersipu.
namun dari sisi yang berbeda xia kini tengah menikmati. kue yang ada di depannya dia memakan kue itu dan tersenyum kelinci saat kue itu masuk kedalam mulutnya, tuan muda yang melihat itu makin tersipu dan sangat gemas melihat itu. para Nona juga sekaan ingin mencubit Xia kala itu, namun Xia kembali datar mendapati dirinya ada di posisi seperti itu.
SANGAT KIYOWOKKKKKK💯💯💯💯💯
__ADS_1