
bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan tentunya menjadi pangeran mahkota suatu Kekaisaran, apalagi Kekaisaran liang menjadi yang terkuat di masa itu.
tentunya xia tak menyangka seorang liang, pangeran mahkota yang sangat percaya diri dan sangat narsis ini bisa memiliki masa terberat seperti itu, bukanlah hal yang menyenangkan untuk diingat dan pastinya membekaskan sebuah luka yang cukup dalam untuk dirinya sendiri.
cukup lama liang sesenggukan di pelukan xia sampai akhirnya xia berhenti dan mengusap air mata yang masih dimata dan pipinya, berusaha kembali ke dirinya sebelum mengangis.
" mohon calon permaisuri tidak mengatakan hal ini pada siapapun, " ucap pangeran liang dengan mata khas orang baru saja menangis. xia merasa sedikit gemas dengan hal itu, dia menatap pangeran liang, memperhatikan dekali lagi bahwa yang dihadapannya ini benar-benar pangeran liang.
__ADS_1
" kau sangat cengeng, " ucap xia pada pangeran liang kemudian membiarkan pangeran itu yang masih terduduk dikolam, namun sebelum pergi xia memberi saputangan untuk pangeran itu mengusap air mata yang masih tersisa.
senyuman merekah di bibir pangeran liang setelah mendapat saputangan dari xia, setidaknya dia tahu bahwa permaisuri miliknya ada rasa perhatian dan peduli dengan dirinya.
ini adalah kali pertama pangeran liang menangis dihadapan orang lain delain ibunya, dia tak oernah menunjukkan ekspresi depresi, tertekan maupun sedih. topeng ketegasan, kepemimpinan, dan juga senyum lah yang selalu dia tunjukkan pada semua orang didunia. pangeran yang tak ingin dianggap sebagai vocah lemah dan penakut.
xia kini berjalan mengarah pada seseorang yang memanggilnya tadi, ya dia adalah ayahnya xia, jenderal xia. tentunya xia hanya sebagai sebuah formalitas mendekat saat dipanggil ayahnya yang sedang berbincang fengan para menteri dan putra mereka.
__ADS_1
para tuan muda juga ikut tersipu saat melihat xia, wanita yang dari awal acara sudah membuat semua orang penasaran ingin mengetahui lebih dekat dengan dirinya, sungguh kini mereka benar-benar berdebar saat melihat sang dewi ada didekat mereka, parasnya yang anindhita tanpa celah dan mata yang tajam juga semua kemampuan yang sangat diluar batas kemampuan orang biasa. bukan hal yang masuk akal dimiliki seorang wanita.
namun apa daya itu adalah sebuah kenyataan, seorang wanita putri keturunan jenderal xia, yang pernah dirumorkan memeiliki paras yang buruk rupa dan tanpa kultivasi, tentunya hal yang sangat berbeda dengan apa yang semua orang lihat hari ini. semua orang kagum dengan semua yang xia miliki merupakan sebuah keirian untuk semua orang yang ada khususnya kecantikan xia yang menjadi sasaran iri para nona muda.
tentunya dengan semua kemampuan bertarung juga menjadi hal yang sangat di irikan para tuan muda, namun mereka masih terselip rasa kagum yang luar biasa pada sosok yang mereka istilahkan sebagai dewi itu.
kini para menteri melihat para putra mereka yang nampaknya tertarik dengan xia, mereka saling menatap dan mengobarkan kompetisi perebutan menantu perempuan para menteri.
__ADS_1
" wah jenderal putrimu sangatlah cantik, " ucap menteri departemen hukum kaisar, ning meng sang perdana menteri itu, dia adalah yang paling awal memulai pertempuran perebutan menantu ini. tentunya itu sangat disetujui sang putra ning fan.
TO BE CONTINUED