
sungguh sial sepertinya dirinya hari ini, bertemu dengan dua pangeran mahkota yang sama-sama menyebalkan batin xia, kini tunggu amarahnya sedang mulai dihidupkan cairan amarah meluap-luap dari dalam otaknya.
sungguh kini wajah putih itu merah oadam karena kesialan itu, ingin rasanya menendang pangeran ini dan berteriak tepat disamping telinganya.
" baiklah mohon maaf, hamba telah lancang pangeran hamba undur diri permisi, " ucap xia hendak segera menjauh dari pangeran menjengkelkan itu. namun belum terlalu jauh melangkah tiba-tiba tangannya terasa ditarik dan hilanglah keseimbangan tubuh xia.
xia sudah bersiap jatuh namun terasa lama sekali tubuhnya menyentuh tanah, dia membuka perlahan matanya yang ternyata wajah pangeran Yun ada didepan wajahnya tepat hanya beberapa inchi dari wajah xia saat ini.
mata tajam xia meneliti lebih dekat wajah itu, rahangnya yang jelas dan tajam, mata hazel tak terlalu tajam, bulu mata yang melentik, alis coklat tebal dan bibir yang penuh dan berwarna sedikit orange.
harusnya dia tampan namun sayang sikapnya sungguh mengesalkan untuk xia membuat nilai ketampanan itu tak bernilai dimata xia, cukup sepersekian detik mereka dalam posisi romantis jika ada di scene drama. xia segera mendorong tubuh pangeran yun dan membenarkan posisinya.
bukan tipe gadis yang akan luluh atau malah nempel, namun bukan berarti dia tak tahu terimakasih pada orang, xia mengucapkan terimakasih singkat sekedar formalitas kemudian pergi menjauh dengan langkah tenangnya seakan tak terjadi apapun. seakan clip drama tadi disapu oleh angin yang lewat.
__ADS_1
PANGERAN YUN POV
hanya dengan melihat sosok wanita yang dia incar dari lama sudah bisa membuat jantungan, sepertinya jantungnya ingin lepas dari dalam tubuhnya.
bahkan bisa dia rasakan ada ribuan kupu-kupu yang menggeliat dalam perutnya, sungguh kini pipinya terasa terbakar saking bahagia dan senang bisa menggoda gula manisnya itu. namun tetap saja ia menjaga imagenya didepan gula itu.
namun seperti biasanya xia bukanlah gadis biasanya yang akan menjilat atau mencari perhatian pada pangeran, xia malah cenderung tak peduli bahkan tak menganggap pangeran ada disekitarnya.
" bukankah terlalu jujur kau ingin segera pergi gula kecil?!! " ucap pangeran Yun geram dalam hatinya, ingin rasanya memeluk dan menerbangkan tubuh kecil gadis yang ada dihadapannya membawa dia dalam peti dan dibawa ke Kekaisaran Yun dan jadi permaisurinya.
sungguh masih takbisa dia lupakan bagaimana gadis itu saat barteran dengannya masalah obat untuk permaisuri yang predikat adalah ibu pangeran Yun. bahkan dia bisa melihat belati kecil kesayangannya itu ada di selipkan disalah satu saku xia .
tambahlah rasa bahagia dihatinya. sudah sangat jelas keinginannya untuk memiliki gadis ini semakin lekat di otaknya, berusaha memperbanyak waktu untuk menggoda sosok dewi semua orang ini, ya walaupun tetap saja dia adalah malaikat maut yang siap kapanpun dimanapun itu.
__ADS_1
namun kenyataan itu tak dipikirkan dan dihiraukan oleh pangeran Yun karena bagaimanapun dia harus bisa mendapatkan gadis gula ini itu yang ada dalam otaknya. tak ada yang lain
END POV
xia menjauh dari pangeran Yun mencari tempat yang benar-benar tidak ada yang akan mengganggunya untuk istirahat, dia memilih salah satu spot sepi di samping istana, ada sebuah taman yang ya, lumayan kurang terawat namun sepi itulah yang sedang xia cari saat ini.
xia berjalan mendekat kearah taman itu memanggil faith dan sekali sihir sudah indahlah taman itu, tak lupa diberinya tameng pelindung agar tak ada yang bisa melihat xia yang ada ditaman itu, sudah cukup semua gangguan tadi kini dia hanya ingin beristirahat menunggu babak pedang yang selanjutnya.
ya walupun pertandingan ini terkesan sangat amat membosankan bagi xia namun hadian emaslah yang tak akan dia tinggalkan, jika bukan emas mana mau xia ikut pertandingan pedang anak-anak ini.
ya memang walupun sekali lagi harus diingat dia adalah orang yang sangat-sangat kaya raya 12 turunan namun emas tak akan dia tinggalkan itu adalah jiwa bisnis mendalam dalam jiwa dan otak xia sejak dulu.
hari ini up 2 episode✅✅✅✅✅
__ADS_1