
setelah selesai mengobati pangeran Yun, dia beranjak ingin melihat pertandingan antara 2 pangeran yang lain, hakni pangeran yon tang dari Kekaisaran tang, melawan han song dari Kekaisaran song. kedua Kekaisaran ini adalah sahabat sudah sejak lama. kedua pangeran mahkota ini juga sudah berteman sejak lama juga.
kedua pangeran ini sempat untuk berbincang ringan di tenda persiapan, dan dia melihat senyum tulus diantara keduanya, dia berpikir mungkin pertemanan lebih baik dimasa dahulu dari pada masanya yang terlalu banyak pengkhianatan bahkan dalam satu keluarga.
dia menggelengkan kepala, dia mendekati kedua pangeran itu, dan mengucapkan semangat singkat kemudian berjalan menjauh dari keduanya. entah mungkin karena reflek melihat mereka yang nampak seru berbincang hingga dia menyemangati mereka.
TANG POV
dia adalah salah satu dari pangeran terkuat karena ayahnya juga termasuk panglima perang sebelum diangkat oleh kakeknya menjadi kaisar. tentu saja dia sudah mahir dengan pertarungan sejak usia yang masih muda belia.
dia menghampiri kawannya pangeran song, ya, mereka adalah teman kecil, mereka berdua cukup dekat dari kecil hingga sekarang.
__ADS_1
aku mendekati laki-laki yang sudah kuanggap sebagai adik laki-laki ku itu, merangkul bahunya dan sedikit mencekik lehernya dengan lenganku.
" yakkkk kak tang lepaskan!! " teriang song padaku, sungguh ini adalah kebiasaan kami, jika bukan aku maka song lah yang akan mencekikku seperti ini.
" tidak akan!! " ucapku dengan menggosok kepala song dengan tanganku dan masih posisi mengunci lehernya. mungkin akan terlihat aneh jika orang lain melihat kami yang sedikit kekanak-kanakan. tapi kami tak peduli lagipula tak akan ada orang lain selain pangeran Kekaisaran yang akan melihat dirinya dan song yang tengah kekanak-kanakan.
tak lama dari arah pintu tenda aku melihat sosok indah nan anindhita yang berjalan masuk, sekilas ada senyum tipis dibibir yang penuh itu, dan ya, itu adalah wanita yang sejak awal sampai saat ini dibicarakan setiap orang dari semua penjuru Kekaisaran.
dia menghampiri kami dan menatap sekilas kemudian terdengar walaupun tak terlalu kencang kata-katanya, dia mengucapkan semangat untuk kami berdua.
TANG POV END
__ADS_1
dia berjalan kearah bangku penonton, duduk di sudut bangku yang sepi agar tak ada yang mengganggu dirinya yang ingin istirahat selama pertandingan ini berlangsung.
bisa dia dengar, suara teriakan para penonton saat kedua petarung sudah menaiki ring bertarung yang sudah menanti sejak beberapa menit yang lalu. keduanya saling memberikan hormat Masing-masing, lalu mulai mengeluarkan pedang masing-masing. padahal belum saja dimulai namun para nona muda sudah banyak yang meneriakkan semangat untuk kedua pangeran itu.
setelah pembacaan peraturan pertandingan pun dimulai oleh juri, serangan tepisan dan usaha untuk melumpuhkan dilakukan oleh kedua pihak, kemampuan mereka bisa dikatakan sama dan memiliki keunggulan masing-masing sehingga bisa dikatan mereka lawan yang seimbang dan tidak terlalu banyak perbedaan.
keduanya masih fokus dengan pertandingan, tak luput dari sayatan demi sayatan yang saling memenuhi beberapa part tubuh mereka namun mereka terkesan sangat menik. ati permainan ini, bisa dia lihat dan dengar dalam hati mereka bahwa keduanya lebih kearah bermain bukan bertarung.
dia tertawa tipis"dasar childish " gumam dia dalam hati setelah itu dia menutup kedua kelopak matanya dan mengistirahatkan badannya yang cukup perlu istirahat, entah kenapa dia terus saja merasa kurang untuk kata kerja tidur ini, seperti seakan dia manapun kapanpun, dia tak bisa lepas dengan kata tidur.
pertarungan yang sengit itu terus berlanjut sedangkan dia masih dengan tidurnya yang tak sadar sosok bertopeng kini ada disebelahnya dan kepala dia yang tegak di sender kan oleh pria itu pada pundaknya yang lebar.
__ADS_1