
kini satu peraatu penantang naik keatas ring, di bacakanlah seluruh aturan yang ada dalam pertandingan adu pedamg ini, para nona muda dan para penonton mulai menyoraki dan menyemangati jagoan mereka masing-masing.
namun tetap teriakan sekeras sangkakala itu tak membuat mata xia bergeming, mungkin tidak semua tahu kalau xia bisa melihat dengan mata batinnya jado dia tak perlu menggunakan taganya unyuk bersusah payah melohat itu secara langsung.
mulai pertandingan awal kesengitan sudah bisa dirasakan oleh penonton, perasaan geram bercampur aduk saat pedang itu mulai beradu satu sama lain, dentingan antara dua besi tajam itu serasa menggertak bulu kuduk membuat semua dentingan itu mencampur adukkan perasaan penonton yang ada.
para penontom sedang berfokuslah pada para petarung yang ada diatas ring, namun tak begitu dengan pangeran mahkota tang, dia malah fokus pada gadis tabib penolong sang kakek, tak lama memang pertemuan mereka berdua namun pertemuan singkat itu bisa membuat pangeran kejam dan tak tersentuh wanita itu mampu berkata bahwa gadis itu adalah miliknya.
__ADS_1
" bukankah kucing kecil itu terlalu menggemaskan ketika menutup matanya? " tanya pangeran tang dengan hatinya sendiri, seperti ada ribuan kupu-kupu didalam perutnya ada rasa geli namun membuat otaknya tak bisa tidak memikirkan gadis itu, yang tak lain adalah dewi pencabut nyawa xia.
seperti sebuah narkoba yang mencandukan, mungkin itulah yang bisa diberikan pada xia, bagaimana tidak tak ada satupun 5 pangeran Kekaisaran yang tak jatuh hati dan terobsesi pada dirinya, padahal seharusnya mereka mencari wanita yang tertarik dan cinta pada meteka namun mereka malah memilih xia yang bahkan tak menggubris adanya mereka disisinya.
bahkan para permaisuri yang dikisah tak sembarangan dekat dengan anak gadis malah menganggap xia senagai putri kandung dan menantu mereka sendiri, gadis mana yang tidak akan asam hati melihat hal itu. mengingat bagaiamana perjuangan mereka menjilati keluarga Kekaisaran dengan bakat putri mereka.
sudah hampir seperempat pertandingan harus diakui tiap peserta berusaha sebaik mungkin agar tidak jatuh dkitangan musuh, pedang mereka di pegang erat ditangan mereka dengan beberapa sayatan yang nampak mengeluarkan cairan merah amis dari dalamnya. membuat pertandingan semakin memanas diantara keduanya, tiba-tiba timbul rasa seperti dendam kwtika aaling menyerang dan saling menggulingkan itu, paatinya semua ini hanya sekedar menjaga reputasi.
__ADS_1
para beast masuk kedalam pikiran xia, dan mulai berbicara dengan ya sedikit memuji sebagai formalitas pada para peserta, karena mereka tahu tuan mereka berlipat-lipat lebih hebat dari pada litu kecil seperti mereka.
kekejaman sang ayah kaisar Fang, fan kecantikan sang ibu mwmbuat keturunan neraka dan syurga ini bisa menghipnotis diapapun ya melihatnya, seakan mwncium atoma alkohol, dan seakan mereka betada didalam cerita para sastrawan bukit suci.
" xiaer, bukankah mereka lumayan hebat" tanya axel sng Phoenix api pada xia, xia mengangguk namun disertai senyum mengkritik pedas.
" terlalu bagis bahkan aku yang 5 tahun bisa menirukan tanpa celah, " ucap xia santai sambil melihat jalurnya pertandingan dari kata batinnya.
__ADS_1
semua minta doa author besok ulhar fisika dan biologiπππππ