
Kekaisaran song kini tengah berbahagia karna kakek kaisar telah sembuh dari penyakit yang telah lama ia derita. kaisar song sebagai putra menyiapkan sebuah jamuan untuk merayakan kesembuhan luar biasa ini.
sudah beberapa bulan kakek kaisar menderita karena penyakitnya. bahkan seluruh tabib terbaik dikerahkan dan masih belum sembuh sampai ada seorang dewi yang datang dan dengan mudah menyembuhkan kakek kaisar.
saat ini istana sedang amat sibuk. para dayang dan prajurit berlarian untuk menyiapkan jamuan. nampak seorang gadis cantik twngah ada di pohon istana belakang.
pakaian putih yang membalut tubuh indahnya. sungguh pemandangan yang amat memanjakan mata siapapun. Xia temgah tertidur santai diatas salah satu pohon apel belakang istana. dari pagi dia tidak bisa tenang karena di istana utama ramai dengan para prajurit.
akhirnya dia mencari tempat sepi untuk memejamkan mata. namun tak bertahan lama karena beberapa gadis yang tengah mengerubungi seorang laki-laki. mereka sungguh manja bahkan mencari berlebihan. bahkan Xia hampir muntah dibuat mereka.
" pangeran hamba sangat ingin menunjukkan keahlian tari nanti, hanba harap pangeran menyukainya, " ucap beberapa putri. mereka saling menatap tajam, walaupun lelaki itu tak peduli dengan mereka mereka tetap berusaha mencari perhatian.
saat mereka sampai di pohon yang Xia duduki...
" hei gadis bodoh!! "
" dimana tata kramamu?!!"
" beri salam pada pangeran han song!! "
__ADS_1
" Dasar gadis desa tak berguna!! "
ucap para putri itu dengan angkuh pada gadis yang ada di atas pohon apel. xia hanya menatap sinis dan...
syut..
sebuah belati menembus para putri. Xia tak menepatkan pada para putri sebagai gertakan saja.
" aku beritahu... jangan mengganggu seekor elang yang tengah tidur... "
" karna jika dia bangun... dia perlu makan... "
" aku adalah gadis yang berbeda dengan gadis haus perhatian seperti kalian, setidaknya aku tidak jual murah seperti yang kalian lakukan... " ucap Xia namun tak lama...
" dasar gadis rendahan berani menghina aku putri Menteri! " teriak salah satu gadis sambil menarik kasar han fu Xia. xia yang sekarang mulai emosi mengeliarkan 1/32 auranya dan menekan putri itu dengan tatapan mautnya.
"gadis bodoh... jika aku melihat tangan kotormu menyentuhku... "
" aku sendiri yang akan memotong tangan busuk ini! " ucap xia dengan penekanan pada kata memotong tangan putri sembrono ini.
__ADS_1
"putri itu hanya bisa diam dan ketakutan melihat Xia. Namun jatinya tak terima kalah dan dipermalukan didepan umum oleh gadis yang nampak seperti gadis kampung.
xia melenggang menjauh dari wahah ketakutan dan terkejut para putri manja itu. namun tak ia pedulikan tatapan maut yang menggoda menatap dirinya dengan tatapan tak bisa diartikan.
" dasar lelaki buaya, sudah ada banyak gadis masih mencari lagi, "batin Xia yang menangkap basah Tatapan itu.
pangeran Han song adalah pangeran mahkota di Kekaisaran song ini. kaisar hanya memiliki 1 putra dan 1 istri dan itu adalah janjinya pada sang permaisuri sampai ia tiada nanti.
sungguh hanya di Kekaisaran ini xia melihat kaisar yang amat setia pada sang permaisuri, biasanya kaisar akan bebas menikah dengan putri Kekaisaran manapun yang ia kehendaki.
pangeran Han song adalah sosok yang tampan, berwajah dingin, walaupun kadang masih tersenyum pada orang lain, dan kabarnya dia tak senang dengan perempuan.
bukan Homo namun karna keinginan pangeran menyejahterakan Kekaisaran lebih dari sekarang hingga tak ada niat dan minat mencari pendamping wanita disisinya.
tak heran banyak gadis yang bahkan sampai hilang urat malu hanya demi mendapat perhatian pangeran. namun sampai saat ini masih belum ada yang mampu membuat sang pangeran terpesona sampai dewi mematikan ini datang dari reinkarnasi surga dan Nerakanya.
baru kali ini pangeran merasakan debaran yang tak karuan saat matanya tertangkap basah menatap gadis. dan baru kali ini gadis bahkan tak menghiraukan kehadirannya sama sekali.
" jika kau adalah dewi maka aku harus mematahkan aturan kahyangan dan membawamu di sisiku, "
__ADS_1
" kau hanya milikku dan kau hanya ibu dari anak-anak ku bukan yang lain, " ucap dalam hati dengan mantap dan ada keinginan besar mendapatkannya.