Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
UP SETELAH HIATUS


__ADS_3

sudah lebih dari 3 bulan xia terjebak di zaman ini. terjebak diantara para kaisar dan permaisuri yang menginginkan dirinya menjadi menantunya. sungguh men sungguh menjengkelkan jika harus diingat kembali. tak luput dari apapun itu kini dia juga tak menutupi mulai menyukai kehidupannya disini.


derap kaki terdengar dari luar paviliunnya. sang ayah dan kakak memasuki kedalam paviliun milik xia. dia menatap sejenak kedua sosok itu, walaupun sudah memaafkan keduanya namun rasa canggung masih melekat diantara mereka.


"silahkan masuk ayahanda dan gege," ucap xia sebagai formalitas. kedua orang itu memasuki kamar xia dan duduk di kursi yang telah disiapkan oleh para dayang. mereka berdua saling menatap satu sama lain, mungkin kebingungan karena banyaknya hal yang ingin mereka tanyakan.


ya gadis kecil yang lemah itu sudah berubah, bukan hanya berubah namun sangat berubah. dia tidak bisa dikatakan lemah mungkin kini sudah bisa menandingi kaisar sekalipun. setelah beberapa saat bertatapan ayah dan anak laki-laki itu mulai membuka topik dengan xia.

__ADS_1


" bagaimana kau bisa berubah secepat ini meimei?" tanya sang kakak hou pada sang adik . tentunya dia penasaran dengan perubahan luar biasa diluar nalar dari adiknya ini. xia terlebih dulu tersenyum tipis diimbangi dengan seruputan kecil pada teh yang ada didepannya. dia menatap kemudian memandang kearah jendela yang terbuka.


"bukankah aku akan mati jika aku tak berubah?" tanya xia membuat kedua laki-laki dihadapannya kembali diterpa rasa bersalah.


"aku harus menjadi singa, karna kucing bisa mati kapanpun karna keindahannya saja," lanjut xia membuat kedua orang itu makin mengingat kesalahnnya. namun xia mengatakan untuk melupakannya dan mengatakan bahwa itu alasan dia berubah. tentu saja walaupun xia yang asli memang sudah tiada namun, sekarang xia modern inilah yang akan melanjutkan hidup raga ini.


"tak semua pertanyaan harus dijawab, dan tak semua jawaban harus diucapkan ayahandaku," ucap xia singkat membuat kedua orang didepannya kembali saling manatap. tak percaya dengan perubahan xia yang dulunya hanya gadis pemalu sekarang mampu mengeluarkan aura intimidasi yang teramat kuat. tak mungkin jika hanya karna tekanan dari mantar selir dan putri jalangnya itu.

__ADS_1


ketiganya menjadi canggung setelah pertanyaan itu. masing-masing hanya menikmati cemilan dan kue yang ada diatas meja yang sudah disiapkan itu. tak lama jenderal berucap bahwa ke lima kekaisaran meminta makan bersama keluarga jenderal xia. ucapan selamat sebagai pemenang kompetisi pertarungan unjuk bakat alibi dari acara ini.


tentunya xia tau apa yang sebenanrnya direncanakan kekaisaran-kekaisaran ini. kemampuan membaca pikiran dan masa depan ini sangat membantu xia. dia hanya mendesah dengan informasi dari sang ayahanda namun tetap mengangguk sebagai balasan dari informasi itu. tak mungkin dia menolak karnatak ada alasan yang bisa dia gunakan sebagai alibinya kali ini.


alibi sakit pasti akan nampak aneh karena dia bisa memenangkan lomba dengan mudah dan tiba-tiba jatuh sakit, bukan aneh namun akan merusak citranya sendiri itu pikir xia. dia hanya bisa menerima ajakan kali ini, ya mungkin bentuk kebaikan hatinya pada orang lain walaupun dengan ekspresi datarnya itu.


hai guys author back nih jangan lupa up in karya ini yaaaaaa, dan minta doanya karna author bakal ada seleksi pengisi konser sekolah semoga author kepilah yaaaaaaa

__ADS_1


__ADS_2