Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
ibu


__ADS_3

xia melahap kue yang ada sampai mulutnya sedikit menggelembung, tentunya beberapa orang yang menatap itu merasa gemas dengan sikap xia, pipi putihnya yang menggelembung seperti kelinci putih yang rakus akan wortel.


xia tak peduli dia masih terus melahap kue yang telah disediakan dihadapannya, sampai tangan seseorang terjulur membersihkan beberapa cemotan kue yang ada di sudut bibirnya, xia hendak memukul orang itu namun dia tahan karena ternyata itu adalah permaisuri liang, xia terdiam melihat wanita itu bahkan juga menuangkan yeh untuknya, dia tersenyum sambil mengatakan satu hal yang mampu membuat xia berkaca.


" putri kecilku pelan-pelan, jangan sampai tersedak dasar putri kelinci, " ucapan itu, xia sangat ingat kalimat itu. kalimat itu adalah kalimat yang sering diucapkan ibu kandung xia di masa sebelum dia ada disini. kata-kata yang sering ia dengar dari ibunya saat dia mulai memakan semua tanpa jeda, perhatian ini adalah hal yang sama.


xia berkaca namun tak ingin permaisuri itu melihat xia menundukkan kepala kemudian kembali menegakkan kepalanya dan menatap dengan senyum hangat pada permaisuri liang, sejak awal bertemunya xia dengan permaisuri satu ini. xia kembali mengingat banyak memori bersama mamanya. bagaimana tidak mulai dari nada bicara sampai paras permaisuri ini begitu mirip dengan ibunya.

__ADS_1


" permaisuri maafkan aku yang kurang etika dalam memakan makanan di depan ibu suri, " ucap xia sambil menundukkan kepala sedikit bersalah dengan sikapnya yang barusan.


permaisuri itu tertawa tipis sambil mengelus puncak kepala dan surai xia lembut, dia menatap dalam mata gadis yang ada dihadapannya, kemudian mencium keningnya.


" kau adalah putri kecilku nak, panggil aku bundamu dan kau tak perlu sungkan hatiku begitu sakit mendengarnya, " ucap permaisuri liang, sambil memeluk kemudian mencium kedua pipi xia, pemandangan yang sangat epik apalagi semua permaisuri yang lain juga ikut mendekat kearah xia.


tentunya xia juga sudah bisa melihat buat orang yang mendekati dirinya, namun dia senang karena dia memiliki 5 ibu baru dari 5 Kekaisaran, dia merasa hidup tanpa pasangan jauh lebih baik daripada hidup tanpa sesosok ibu yang menebar perhatian dan rasa sayang pada anaknya.

__ADS_1


jauh dari tempat masing-masing Kekaisaran para pangeran mahkota merasa senang bahwa ibundanya masing-masing bisa dekat dengan xia, nampaknya mereka tak perlu susah untuk mencari restu ibunda permaisuri.


namun di sisi lain mereka juga sadar kalau yang dekat dengan xia bukan hanya ibunda mereka masing-masing, namun ke 5 permaisuri dari 5 Kekaisaran yang berarti 5 pangeran mahkota dari 5 Kekaisaran juga yang sedang mengincar dewi kematian itu.


para pangeran mahkota saling bertatap dari jauh mengumandangkan bendera perang perebutan permaisuri, tentunya tak akan ada yang mengalah apalagi xia yang terus memberi kejutan baru di setiap pertemuan membuat pria tak akan tidak jatuh hati dan terobsesi pada dirinya.


disisi lain sosok bertopeng sedang menatap kearah xia dengan intens, tatapan itu menarik senyuman tipis di bibir merah muda berisi itu, kehadirannya nampaknya tak ada yang tahu, mungkin karena kultivar yang dia miliki dia sembunyikan jadi tak ada yang merasakan auranya.

__ADS_1


" nampaknya permaisuri kelinci ini memang harus segera masuk Kekaisaran pawangnya, " ucap sosok itu kemudian menghilang ditelan gerombolan tamu yang ada.


__ADS_2