Permaisuri Tak Terkalahkan

Permaisuri Tak Terkalahkan
PENASARAN BANGET LOHH


__ADS_3

xia yang merasakan kepalanya tengah ditarik membuka kedua kelopak matanya dan melirik kearah tangan berotot yang tengah menarik lehernya kearah pundaknya yang lebar dan nyaman. tak ada rasa takut bahkan sangat nyaman dan harus diakui xia nyaman dengan pundak itu.


xia tak mengubris perilaku sosok bertopeng itu dan melanjutkan menutup kedua yang terasa berat itu, sosok itu tersenyum tipis dibalik topengnya membiarkan kepala wanita itu nyaman dan terus bersender di bahunya. baru kali ini ada wanita yang se angkuh dan sekeras Kepala xia, namun dengan mudah tidur di bahunya. aneh dan imut.


pertandingan sudah berlangsung cukup lama, dari keduanya bercucuran darah segar dan beberapa lebam di keduanya, namun masih sempat-sempat nya mereka saling berbalas senyum diatas ring, tak melihat para penonton yang tengah tegang dengan pertandingan sengit antara keduanya.


adu pukul dan adu pedang masih berlangsung dengan panas di menit terakhir yang akhirnya pangeran song jatuh dan akhirnya kemenangan digondol oleh pangeran tang, sorak-sorai dari kedua pihak terdengar sangat riuh di telinga xia, para penonton berteriak senang dan takjub karena keduanya. tak bisa dipungkiri pertandingan mereka adalah yang paling membuat panas dingin.


selain karena vibe yang keren dan badboy mereka yang tiba-tiba keluar karena rambutnya yang sudah agak berantakan, aliran darah dan juga pesona wajah mereka benar-benar membuat para nona muda menggila, jangan lupa pangeran song yang juga sedikit sok leren memberi flirting tipis pada penonton, membuat para nona muda juga semakin gila.

__ADS_1


akhirnya keduanya turun dari arena, dan xia menegakkan kepalanya. dia menoleh kearah sosok itu yang dilihat tengah memejamkan matanya juga, xia menatap dengan intens topeng yang digunakan, entah perasaan apa namun xia bisa merasakan laki-laki misterius ini Memiliki wajah yang rupawan, bahkan hanya dari matanya setajam cakar Phoenix sudah bisa membuat jantung ketar-ketir.


saat xia hendak melepaskan topeng itu tiba-tiba tangan berotot itu memegang tangan dia mencegahnya, pria itu menatap xia gemes kemudian mnegacak ringan rambut xia kemudian pergi hilang tanpa ada sepatah kata apapun, xia dibuat penasaran setengah mati karena sosok itu. sekarang seakan kerjanya ada lagi yakni sosok topeng itu dan juga sosok bertudung , dia harus mencari tahu siapa mereka sebenarnya.


xia melangkah turun dari bangku penonton, berjalan menuju kearah tenda istirahat kedua pangeran yang tengah mengobati luka luka dengan canda tawa. xia masuk dan menyodorkan pil yang dia bawakan untung pangeran liang setelah pertandingan dengan dirinya.


kami berdua turun dipenuhi sorakan dari setiap penjuru, dan tak lupa karna aku yang mencintai diri sendiri memberikan kedipan mata mematikan pada penonton, tang yang melihatnya langsung menarik lehwrku dan mengajakku turun dari ring dan kembali ke tenda dengan diiringi teriak dan panggilan juga semangat dari para penonton.


saat ada didalam tenda kami berdua tertawa terbahak-bahak setelah pertandingan ini, tentunya dari awal kami hanya menganggap ini adalah permainan kami melihat karya yang dibuat masing-masing dan saling membanggakan diri

__ADS_1


narsistik tapi tidak apa love yourself, kami juga menyiapkan beberapa obat untuk mengobati luka masing-masing.


tak lama terdengar derap langkah yang akan menuju tenda, kami dikejutkan dengan sosok dewi yang sangat-sangat cantik masuk ke tenda itu, dia adalah wanita yang sejak awal jadi perbincangan dan juga jadi rebutan perjanjian pernikahan dari berbagai pemuda dalam acara ini.


ya dia adalah xia, si malaikat dewi kahyangan namun juga bertugas sebagai malaikat maut pencabut nyawa, sungguh 2 orang dalam satu tubuh, sifat bertolak belakang namun bisa di kuasai dengan sangat baik. semua yang ada pada diri gadis itu adalah keajaiban dan misterius tentu saja semua orang berharap bisa menjadikan xia pasangan.


tak luput dariku tentu saja permaisuri kucing ini adalah milikku dan sudah ku tetapkan sejak lama saat kami berdua pertama kali bertemu, dan akan kupastikan itu terjadi.


SONG END POV

__ADS_1


__ADS_2