
pagi mulai menjelang pakaian xia dan ibundanya sudah jadi, dres modern yang dia desain dibuat semirip mungkin oleh para penjahit istna dengan tambahan beberapa permata membuat kesan bangsawan dan anggun gaun ini makin kental.
gaun dengan warna ungun muda ini sangat persis dengan keinginan xia, namun tak hanya ini xia memesan 1 gaun lagi.
gaun bertema ungu sesuai dengan keinginannya. ia teringat dengan pesta di Kekaisaran Ming, bagaimana ia akan sangat puas dengan tatapan amarah adik tersayang dan ibu tercintanya.
" ibunda ayahanda aku akan kembali ke Kekaisaran, " ucap xia sambil memeluk ibunda dan ayahandanya erat. tak lama xia kembali melalui teleportasi. sungguh ia tak ingin kembali untuk hanya mengotori tangannya, namun fia suka dan ingin sekali memanggal kepala orang-orang itu.
kini xia merebahkan dirinya diatas kasur dan tertidur, waktu antara Kekaisaran fang tak seperti di sini 10 jam di kekaisaran fang sama dengan 1 jam di dunia ini, maka dia bisa istirahat dan makan di Kekaisaran Fang dengan tenang.
kini matahari sudah muncul dan sinarnya meneroa kediaman xia. xia sudah terbagun namun tak ingin beranjak dari kasurnya.
__ADS_1
"meimei!!! ayo bangun malam ini akan ada perayaan pengangkatan resmi pangeran mahkota Ming!!! " terian sian tepat ditelinga xia. dia hanya menggeleng dan kembali memeluk selimut hangat di sampingnya. tak menyerah, sian menarik kaki xia membuat pemilik kaki terbangun.
"ayo sekarang kita harus mencari hadiah untuk pangeran... " ajak sian pada xia, xia hanya tersenyum evil.
" tak perlu jiejie, aku sudah menyiapkan hadiah yang orang lain tak akan bisa berikan pada pangeran itu, " ucap xia enteng dan ingin melanjutkan rebahan namun di tarik kembali oleh sian.
" hadiah apa meimei? "
" kenapa aku tak tau? "
" ini rahasia, bangunkan aku jika sudah siang Jiejie aku ingin berjalan di pasar sampai sore nanti sebelum ke acara bodoh itu, " ucap xia kemudian melanjutkan tidurnya dan sian hanya pasrah dan meninggalkan kamar xia.
namun menjilat bukan hal yang xia suka, itu hanya memuakkan dan menjijikkan baginya queen Mafia. tak ada kata ia akan menjilat walaupun di kehidupan lain.
namun untuk saat i i xia hanya ingin tidur dan bersantai. tak lama tengah hari menyapa kini xia bersiap untuk berjalan-jalan keluar kediaman. ia ingin meregangkan badan dan mungkin ke restoran ayah angkatnya tuan Yu.
__ADS_1
kini xia sudah ada di perbukitan dekat Kekaisaran. visa melihat pemandangan kota yang jauh nampak indah diluar namun tak berarti indah dalamnya. tibuh xia bersandar di sebuah pohon di tepi bukit.
" hampir selesai, dan raga ini menjadi milikku, " ucap xia dalam hati.
" lalu apa yang harus kulakukan? aku ingin kembali... " ucap xia sambil mengambil. napas panjang dan menghembuskan gusar.
"tapi untuk sekarang biarkan aku menikmati permainan ini, " ucap xia sambil tersenyum yang tak bisa di artikan.
tan dia Sadari sedari tadi sepasang mata dan buntutnya sedang memperhatikan xia sejak awal.
mata yang terus manatap xia lekat tanpa penat itu tersenyun kala melihat gadis yang telah lama ia cari muncul dengan sendirinya.
" gadis manis, kau telah kulihat dan sejak aku melihatmu kau adalah milikku dan berlaku selamanya, " ucap sosok itu sesaat sebelum menghilang dari semak-semak yang rimbun.
siapa ini?!!!! Kira-kira suami author yang mana ini yang mau mendua?!!!
__ADS_1
yok tebak yang benar artinya pantengin terus karya ini!! yang salah nggak papa tunggu kelanjutannya aja✅✅✅
...happy Reading readers sayang🥰🥰...