
saat ada didalam perisai pelindung itu, bahkan kaisar pun tak akan bisa melihat xia ada di taman itu, sungguh tenang rasanya. xia bisa melihat pangeran Yun yang nampaknya sedang mencarinya, kepalanya mendongak kesana-kemari.
namun xia tetap santai dengan camilan dan teh yang disiapkan axel, dia menikmati camilan siang yang diaiapkan oleh para beastnya. dia bisa melihat para nona dan tuan muda yang berjalan lalu lalang dan melewati taman ini karena memang yang yang mereka lihat adalah taman tak terurus dan terbengkalai.
namun mereka tidak melihat yang ada dalam perisai buatan beastnya xia adalah taman syurga sangat indah. xia mendekati kolam yang ada di tenang
taman itu, batu-batu tersusun rapi mengelilingi kolam itu, airnya sangat jernih. bahkan pantulan bayangan di air ini tak kalah dengan cermin.
__ADS_1
xia merendamkan kaki jenjangnya dalam air kolam yang dingin itu, aura sejuk tentu merayap keseluruh tubuhnya. dia merasa sangat segar dan sangat tenang. sungguh adalah kesempatan langka apalgi di dalam Kekaisaran yang sedari tadi dirinya mendengar semua omongan yang sangkut pautnya dengan dirinya.
dia sedikit lelah demgan smeua omongan itu namun tetap saja dia bodoamat dengan tiap omongan dari orang-orang itu, tak sedikit pula dia mendengar keinginan para tuan muda untuk melamarnya namun tentu dia tak akan menerima itu, ini bukan dirinya yang menerima perjodohan.
suara desiran angin melewati telinga xia dengan lembut, gesekan bambu bambu menjadi harmoni pemabuk untuk yang mendengarkan. sunggub ketenangan yang hakiki.
" bukankah kau tak kasian dengan ku memperlihatkan asetku!! " ucap seseorang dengan nada yang bisa membuat siapapun merinding, awalnya xia kira itu axel atau faith. dia berdiri dan menoleh kebelakang namun nihil itu bukan faith ataupun axel.
__ADS_1
dengan sigap sosok itu mengambil jubah belakangnya dan menutup paha xia, ada segurat rasa amarah yang entah karena apa. bahkan xia tak kenal dengan sosok itu dan ingin tahu siapa sosok dibalik topeng aneh itu.
" hanya aku yang boleh melihat asetku!! " ucap soaok itu dengan nada tegas, xia semakin bingung dan juga ikut emosi tentunya, siapa dia yang bicara dengan enteng bahwa raga xia adalah miliknya. sungguh minta dihajar orang ini itu batin xia dalam otaknya. namun dia tak akan gegabah dia harus tahu dulu siapa lelaki dibalik topeng ini.
dia berusaha menyerang sosok itu namun sosom ituampu menghindari semua serangan xia yang ingin membuka topengnya. lama-kelamaan membuat xia geram dan memberi sedikit energi pada serangannya kali ini. namun sama saja sosok itu tetap bisa menghindari semua dengan amat mudah.
" apakah permaisuri kecilku ingin melihat rajanya?? " tanya sosok itu denagn nada begitu narsitik ditelinga xia, bagaimana bisa se percaya diri itu, bahkan kenal saja tidak.
__ADS_1
" berhenti membual aku adalah permaisuri milikmu, aku tak akan pernah mau camkan itu!! " ucap xia dengan tegad pada sosok itu.
" siapa kau sebenarnya apa maumu? kenapa kau bisa ada dalam perisai pelindung ku?!! " tanya xia dengan sedikit berteriak karena amarahnya hampir meledak sekarang, dudah ada di ubun-ubun rasanya.