
pengawal xia membawa seorang dayang. dengan keringat dingin bercucuran dayang itu masih setia manatap tanah. xia menarik tanga dayang itu dan mencengkeram dagunya.
aura syetan dalam diri Xia seakan sudah membuat para tamu merinding. gadis yang nampak seperti dewi penguasa kahyangan juga seperti ratu iblis pembunuh. kini dayang itu semakin pucat, darah seperti tak mengalir dalam tubuhnya. hanya ada rasa takut saat xia semakin mengeratkan cengkraman pada dagunya.
" sekarang kau akan berbicara sendiri atau harus aku suruh? " tanya xia dengan smirk andalannya.. sungguh senyum yang membuat bulu kuduk seperti melihat poci atau miss k langsung depan mata.
" hamba hanya disuruh oleh nona Yuan Rong untuk memasukkan obat pada minuman nona Xia, " jawab dayang itu sambil bersujud di kaki. xia. xia mengkode bawahannya agar dayang itu diangkat dan tidak sunud di kakinya.
"hamba dijanjikan kebebasan dan uang untuk kelua6hamba nona, tolong maafkan dosa hamba hiks.. hiks.. " tangis dayang itu xia mendekat dan memberikan sebuah kantong emas padanya.
" biarkan dia pergi dan beri kebebasan, " ucapan xia pada dayang itu membuat semua orang sangat tak habis pikit, bukannya menghukum malah membebaskan.
" kaki tangan yang hanya menjalankan perintah, itu bukan lah kesalahan namun hanya kewajiban, kesalahan ini bukan keinginannya namun dalang yang ingin dia melakukannya! "
"maka tak etis membunuh pesuruh tapi bunuh yang menitah itu lebih etis bagi diriku, " ucap xia sambil mendekati Yuan rong dan ibunya. merinding itu yang dirasakan oleh Yuan Rong dan Yuan sian.
" lalu bukankah adik bilang aku yang memasukkan obat? " tanya xia sambil medekati kedua orang itu dan...
__ADS_1
SRET... SRETT
masing-masing dari pipi yuan Rong dan Yuan sian sudah digores oleh xia. panglima xia melihat selir dan anak kesayangannya di perlakukan begitu tidak terima dan bangkit.
" XIA JANGAN MELAKUKAN ITU APAKAH KAU GILA ANAK TAK TAU DIRI?!! " teriakan dari jenderal Xia membuat semua orang tak percaya mendengar hal itu keluar dari mulutnya.
" bawa dia kemari, " ucap xia kemudian seorang pria datang mendekat.
" bukankah kau yakin jenderal bajwa dia adalah putri kandung mu maka kita uji hari ini. xia meminta salah satu Perdana Menteri untuk melakukan uji darah antara Yuan Rong dan pria itu.
di dalam. dinasti ini pengecekan darah melalu6air, jika tercampur maka ada hubungan darah. cara yang sangat bodoh jika di zaman Xia.
"perkenalkan dirimu paman, "
" nama hamba jun shi, saya adalah ayah kandung dari Yuan Rong, hamba dan Yuan Sian adalah kekasih namun tiba-tiba dia meminta berhubungan dengan hamba, "
" dia berkata ingin mempunyai keluarga dengan hamba, namun tiba-tiba dia diangkat menjadi selir oleh jenderal Xia dan tak mengijinkan saya untuk bertemu putri saya, " ucap paman itu dn xia memperbolehkan dirinya untuk pergi.
__ADS_1
" kau harus mendapatkan karma sian, " ucap lelaki itu dalam hati meninggalkan istana.
" seorang ******, dan anak haramnya yang ingin dimasukkan dalam keluarga jenderal hemm?? " tanya xia kemudian menyayat kembali pipi Yuan Rong dan Yuan Sian. sungguh kini keadann seperti pertanyaan kubur.
" dan satu lagi, silahkan keluar, " ucap xia kemudia wanita paruh baya keluar dari kerumu6. dia adalah sisi pengurus almarhum ibu xia ketika masih hidup.
" maaf jenderal dan yang muli6kaisar, hamba ingin mengatakan hal jujur yang deharusnya hamba katakan sejak dulu, hal yang menyangkut jenderal Xia, " ucap bibi sisi.
" saat kehamilan istri jenderal xia, permaisuri Xia Yun dia diberi racun dengan dosis kecil setiap hari oleh selir Yuan. tak hanya itu saat masa kelahiran yang membuat permaisuri harus meregang nyawa adalah racun yang diberikan pada detik-detik saat permaisuri akan melahirkan putri Xia, dia mengorbankan nyawanya demi sang putri, " cerita bibi sisi dihadapan seluruh orang tak terasa air mata mulai berderai dari beberapa orang.
" kematian sang permaisuri bukan salah Nona xia namun selir Yuan, selir juga berencana meracuni putri membuat putri memiliki penyakit kulit agar putrinya Yuan Rong bisamenjadi Nona utama keluarga jenderal, "ucap bibi sisi kemudian mengundurkan diri dikawal oleh Pengawal xia.
" nyawa dibalas nyawa bukan begitu ibu?? " ucap. xia kemudian Pengawal membawa beberapa senjata.
setelah itu....
yokkkmup youkkkkkkk
__ADS_1
happy Reading