
SMA Kusuma Bangsa
Sore itu menunjukkan pukul 15.20 wib, bell berbunyi tanda berakhirnya sekolah. Riuh ramai hampir terdengar di seluruh ruang kelas, terlihat wajah wajah lelah,ceria dan lega karena pelajaran telah usai.
Tak terkecuali Hani Ananta Putri, gadis 18 tahun sekarang duduk dikelas 12 di salah satu SMA favorit di kotanya. Hani bersekolah di SMA Kusuma Bangsa, sekolah yang terkenal dengan berbagai macam prestasi dari siswa siswinya. Termasuk Hani salah satu siswi yang berprestasi di sekolah itu. Hani sering menjuarai berbagai lomba puisi dan karya ilmiah, selain itu Hani pun pandai menyanyi.
Hani menarik napas lega.. "Ahhh.....Alhamdulillah akhirnya selesai juga fisika yang lumayan memusingkan kepala,,, wuhh berat banget hari ini... " kata Hani dalam hati.
Sambil membereskan buku catatan di atas mejanya, Hani pun memasukkan buku buku itu dalam tas hitam miliknya. Tiba tiba datang Shasa menuju bangku Hani.
"Hani... kau pulang naik apa? " tanya Shasa pada Hani. Shasa adalah sahabat Hani di kelas, mereka berdua bersahabat sejak di sekolah dasar hingga SMP kemudian sekarang SMA mereka masih bersama.
"Aku pulang naik ojek online saja, tadi pagi ibuku kurang enak badan Sha.. aku gak tega kalo harus memintanya menjemputku sekarang.." kata Hani seraya mengambil botol air minumnya lalu meneguk habis air di botol kesayangannya itu.
Iya selama ini Hani memang diantar jemput oleh ibunya, sementara motor hanya ada 1 buah dirumah, selain untuk antar jemput dirinya, dan adiknya juga antar jemput sekolahnya, ibu Hani juga harus mengantarkan pesanan kue ataupun catering masakan rumahan pada pelanggan setiap hari.
Sejak ayah Hani meninggal dunia karena serangan jantung, Ibu Hani harus bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Jadi Hani mengalah, sebenarnya dia ingin sekali membawa motor sendiri ke sekolah seperti teman teman yang lainnya.
__ADS_1
Tapi sudahlah apa gunanya banyak mengeluh, jalani saja dan bersyukur masih bisa bersekolah hingga hari ini tanpa kurang suatu apapun. Hani merasa berterimakasih pada Ibunya yang banyak berjuang untuknya, adiknya agar mereka berdua terpenuhi kebutuhan sekolahnya ataupun yang lainnya. Hani bangga pada ibu, yang masih setia kepada Alm. Ayah, berusaha sabar dan tegar.
"Baiklah kalo begitu kamu pulang denganku ya...nebeng aku aja Hani aku akan mengantarmu pulang, kebetulan hari ini aku bawa motor.." seru Shasa semangat kepada sahabatnya, dia memohon agar mau pulang dengannya.
Hani mengernyitkan dahinya "Tumben bawa motor Sha biasanya dijemput? tanya Hani lagi. " Iya bunda lagi ada seminar di Surabaya jadi aku di ijinkan bawa motor" jawab Shasa sambil memainkan ujung kukunya.
"Tapi kan rumah kita beda arah Sha.. nanti kamu kejauhan lagi ngantarin aku.. " Hani masih gak yakin akan ajakan sahabatnya itu.
"Hani sayang... aku masih akan ke rumah Om Arman disuruh bunda nih ngasih titipan bunda buat Om Arman.., lagian kan rumah kamu searah dengan rumah omku,, jadi kenapa ragu sih... " Shasa kesal melihat keraguan sahabatnya itu.
"Yakin Sha... ikhlas nih.. baiklah kalo begitu aku ikut nebeng.. nanti aku diturunin di tengah jalan sama kamu " canda Hani senang melihat sahabatnya itu sedikit cemberut...
" Gitu napa dari tadi kek...,,tumben tumbenan gak enak hati gitu sejak kapan sih wajahmu meragukan ketulusanku" gerutu Shasa. "Yeilahhh gitu aja ngambek,, ayo deh cabut.."kata Hani sambil meraih tas hitamnya dimeja. Shasa pun mengekor sahabatnya.
Di parkiran motor suasananya rame banget, antri di pintu gerbang keluar sekolah. Lah emang semua udah waktunya pulang sekolah pasti rame lah.
Hani dan Shasa berjalan santai, membiarkan yang lain berhamburan keluar duluan. Sambil berbincang ringan Shasa pun segera menuju motor maticnya,sementara Hani menunggu di dekat pintu gerbang sekolah.
__ADS_1
"Eh.. ada kak Hani.. mau pulang kak..? " tanya seseorang menyapa Hani. Hani pun menoleh kemudian menganggukkan kepala "Hai Riski.. kamu mau pulang juga ?" tanya Hani. Riski adalah adik kelas Hani. Hani itu pengurus OSIS di sekolahnya,, banyak yang mengagumi Hani, mulai dari kakak kelas, teman seangkatan bahkan tak sedikit dari adik kelaspun menyukai gadis manis yang ramah itu.
"Kakak pulang naik apa kak? emmm saya gak keberatan kok, kalo kakak mau saya antar pulang... " kata Riski malu malu,, berharap dan memberanikan diri untuk mengantarkan kakak kelas idolanya itu. "Makasih ya Riski.. saya pulang bareng Kak Shasa itu... " Hani menunjuk ke arah Shasa yang bersiap siap menuju ke arah Hani yang sedang menunggunya di pintu gerbang.
Riski pun tersenyum kecut, kecewa tapi sudahlah bisa sekedar bicara sedikit menarik perhatian Kak Hani aja sudah bersyukur, batinnya. Hani mampu menarik perhatian Riski yang notabene cowok tampan di sekolah Hani, cewek cewek histeris jika melihat Riski, apalagi saat jam istrahat di kantin, Wah pasti hampir semua cewek di sekolah memandang Riski takjub, kecuali Hani yang tidak begitu terlalu memperhatikan.
Dan ini sukses membuat hati Riski berdebar dan tertarik pada Hani, tumben ada cewek mengacuhkan diriku, yang taknlain adalah Hani Ananta siswa kelas 12 IPA 7.
Tak lama Shasa pun sudah di depan Hani dan Riski. Shasa menoleh memperhatikan Riski sekilas. "Ahhh Riski si tampan,, penggemar Hani... " batinnya.
"Ayo Hani naiklah,, keburu sore loh" ajak Shasa. Hanipun segera naik diatas motor Shasa, "Duluan ya Riski.. maaf " kata Hani seraya melambaikan tangannya pada Riski.
Riskipun membalas melambaikan tangannya juga, menatap kakak idolanya pergi menjauh dari pandangannya. "Ahh sudahlah beruntung aku, Kak Hani masih mau mengindahkanku tidak seperti temen Kak Hani yang lain kebanyakan yang jutek jadi males sih,, apalagi banyak cewek yang mendekati dirinya hanya pengen eksis " gerutu Riski segera berjalan menuju parkiran motor dan ingin segera pulang.
Sementara dijalan,, Hani menikmati sorenya. Jarang jarang aku seperti ini, biasanya ibu selalu buru buru menjemputku agar segera pulang karena meninggalkan adikku sendirian dirumah. Karena gak mungkin juga membawanya, adikku cowok yang sudah duduk di bangku kelas 4 SD tumbuh tinggi. Mirip almarhum ayahku yang memiliki postur tinggi. Jadinya kan gak bisa berboncengan tiga orang dengan sepeda motor yang lumayan tua juga kondisinya.
Shasa masih berkonsentrasi dengan motornya, dia melaju perlahan menyusuri jalan raya yang lumayan ramai.
__ADS_1
Pemandangan sore ini dipenuhi oleh para pekerja ataupun pelajar yang telah selesai melakukan aktifitasnya dari pagi hingga sore, dan sekarang mereka bergegas menuju rumah masing masing tentunya...
Bersambung dulu ya...