
Lanjutannya.....
Pagi itu di rumah Hani...
Hani yang terbiasa bangun pagi karena suara adzan shubuh yang berkumandang. Di buka perlahan mata indah itu..
"Ahhh.. rupanya tadi malam aku benar benar lelah, sampai - sampai tidak sempat untuk membuka buku pelajaran atau pun menyiapkannya. Padahal minggu depan try out sudah akan di mulai. " Hani bangun dari ranjang, menatap meja yang penuh tumpukan buku.
Di lihatnya jam menunjukkan pukul 04.20 menit. Hani bergegas membereskan buku di dalam tasnya mengeluarkan dan menggantinya dengan buku pelajaran hari ini.
Setelah itu dia bergegas keluar kamar untuk ke kamar mandi.
Melewati dapur dan ada rutinitas pagi hari yang biasa Hani lihat di sana. Ibunya.... kali ini sudah ada yang membantu menyiapkan pesanan catering. Bi Imas kini di minta bekerja pada Ibu.
"Alhamdulillah sejak ibu terima pesanan catering dan di publikasikan di sosmed, mulai kebanjiran pesanan. Jadi ikutan senang. " gumam Hani sambil terus menuju kamar mandi.
Selesai sholat Hani segera menuju dapur dan melihat mungkin ibu sedang butuh bantuan dirinya.
"Ibu... ada yang bisa Hani bantu ?" kata Hani sambil mencomot perkedel kentang yang sudah Bi Imas goreng.
Ibu Hani yang melihat putrinya berkata, " Hani masukkan saja ya lauk lauk ini di tempat itu, ibu akan bangunkan Aldo dulu untuk sholat ya,, makasih sayang"
Hani mengangguk , dengan cepat dia melakukan tugasnya dan ibunya pergi meninggalkan dapur. Semua telah selesai kotak nasi itu akan di ambil oleh pemesannya.
Hani segera mandi dan sarapan bersama Aldo adiknya.
Terdengar deru mobil di depan rumah Hani. Hani segera membukakan pintu rumahnya.. dan melihat siapa yang datang.
Ternyata mobil Om Arman... dengan tergesa gesa Arman turun dari mobil dengan seragam kesatuannya.
" Assalamualaikum.. " Arman mengucap salam.
Sementara Hani yang melihat Arman pagi ini begitu senang sekali. " Waalaikumsalam.. " jawab Hani.
" Mari silahkan masuk om,, pagi pagi ada perlu apa ya? "tanya Hani.
" Ada perlu sama ibu dek.. ibu mana? " Arman balik bertanya.
" Ada kok masih di dapur sebentar Hani panggil ya om. .." jawab Hani. " ihhh GR kirain mau jemput Hani sekolah ternyata ada perlu sama ibu.. " Hani bergumam kesal lalu masuk dan mencari ibunya yang masih di dapur.
__ADS_1
Dari dalam tiba tiba Aldo menyapa Arman.. "Halo om tentara,, wah om cakep pake baju seragam begitu. .." puji Aldo sambil menyalami Arman.
Arman tersenyum, menggeser duduknya dan menyuruh Aldo untuk duduk di sampingnya.
Di dapur...
" Ibu ada Om Arman mencari ibu di depan tuh" Kata Hani.
" Ohh sudah datang rupanya, ayo bantu ibu membawa kotak nasik itu ke depan ya Hani. " Ibu Hani menyuruh Hani membawa 5 kotak nasi seperti yang ibu perintahkan.
Hani memperhatikan ibu dan Arman berbincang serius dari ruang keluarga. " Wuuuhh bisa terlambat ke sekolah kalo gini ceritanya,, apa yang mereka bahas ya Kepo banget sih aku" gumam Hani.
Setelah ibu dan Arman berbincang serius, ibu Hani memanggil Hani.
Bawa masuk kotak nasi dan kue ini nak bantu Nak Arman bawa ke mobil ya.
Hani mengangguk dan melakukan apa yang ibunya suruh.
Arman dan Hani berjalan menuju mobil sambil membawa kotak nasik.
"Dek mau gak om antar ke sekolah,,sekalian titip surat ijin Shasa ya " Arman mengawali pembicaraan.
Hani yang dari tadi menantikan hal ini pun, tanpa berpikir lama segera menganggukkan kepala cepat. "ihh jadi malu kenapa cepat banget responku" batin Hani.
"Senang sekali rupanya calon istri kecilku ini," Arman pun membatin demikian.
Setelah meletakkan kotak nasik di bagian belakang mobil , Hani dengan sengaja memegang tangan Arman.
Arman yang terkejut tangannya di pegang Hani menoleh..
" Om... boleh kah Aldo juga berangkat bersama kita, diantar bareng maksudku kalo boleh sih dan tidak merepotkan om.. " kata Hani memohon dengan rasa sungkan.
Arman tertawa mendengar Hani berkata begitu...
"Om kira mau bicara apa,, ternyata itu,, hehe.. bolehlah dek... ajak Aldo berangkat bersama kita, biar ibu tidak perlu mengantarnya.. " jawab Arman kemudian menggenggam tangan Hani.
Hani senang bukan kepalang.. " Makasih ya omm makasihh..." Hani juga menggenggam erat tangan Arman.
Keduanya saling memandang, begitu dekat, dekat dan dekat....
__ADS_1
Hampir saja... untunglah Arman tersadar dan tidak melakukan hal itu. Hani juga gugup begitu dekatnya jarak antara wajahnya dan Arman barusan. Sampai sampai terasa hembusan napas mereka berdua.
Hani segera melepaskan tangannya lalu mengajak Arman menemui ibu untuk berpamitan segera berangkat ke sekolah tak lupa mengajak Aldo adiknya. Tentu saja Aldo senang sekali bisa berangkat bersama Om Tentara,, dia akan menceritakan pads teman temannya jika telah di antar oleh Om Tentara keren.
Setelah berpamitan pada Mita, mereka bertiga berangkat.
Sepanjang perjalanan terdengar celoteh Aldo, Arman dan Hani juga ikut menikmati suasana tersebut.
Di depan sekolah Aldo..
" Om Tentara makasih ya udah mau antar Aldo ke sekolah. Kak Hani, Aldo turun dulu" Aldo mencium tangan Arman dan Hani..
Arman menyodorkan uang kepada Aldo namun Aldo menolak dengan alasan tidak boleh jajan di sekolah sama Kak Hani karena ibu sudah membawakan bekal untuknya. Aldo segera turun, menutup pintu mobil lalu melambaikan tangan.. " Daa... Om tentara.. daaa..Kak Hani... "
Arman memandang wajah Hani, dan heran melihat anak seusia Aldo biasanya suka jajan. "Kenapa tidak boleh jajan? Kasian kan dek,,, " kata Arman sambil melajukan mobilnya.
" Aldo sering sakit om jadi gak bisa maem jajan sembarangan.. kasian ibu jika harus mengeluarkan biaya untuk membawa Aldo ke dokter, mangkanya Hani gak bolehin dia jajan, uang sakunya Hani suruh masukkan tabungan" Hani bercerita.
"Sungguh polos nian calon istriku ini,, betapa dia bertanggung jawab pada keluarganya pantas saja Mbak Arni memintaku menyetujui perjodohan ini." Arman tersenyum manis melirik calon istri kecilnya itu.
Di depan sekolah Hani...
" Om makasih ya udah antarin Hani dan Adik tadi.. ".Hani mencium punggung tangan Arman. Arman mengelus kepala Hani lembut,,
" Sebentar dek... ini uang saku buat kamu.. " lagi lagi Arman menyodorkan beberapa lembar uang kepada Hani. Hani menolaknya " Hani ada kok om tadi di kasik sama ibu"
" Gak apa apa dek anggap aja ini om kasik karena Hani calon istri om dah kewajiban om ngasik Hani ya, terima dong.. " kata Arman.
Akhirnya Hani pun menerimanya,, " Makasih banyak ya omm... " Hani tersenyum manis.
"Om semangat ya kerjanya,,, bye.. " Hani menutup pintu mobil dan berlalu menuju ke dalam sekolah. Arman pun segera melajukan mobilnya ke kantor.
Di dalam kelas...
Hani duduk di bangkunya,, dia melihat bangku Shasa kosong,, sedih banget sahabatnya tidak masuk.. sepi rasanya.
Tiba tiba Hani teringat kejadian di rumah tadi sewaktu memasukkan kotak nasi di mobil,, "Ahhh rasa yang aneh... begitu dekatnya kami,, tapi laki laki itu tidak melakukan apapun terhadapku ,, sungguh beruntung aku mendapatkan pria seperti itu,,benar benar bisa menjagaku dengan baik" batin Hani.
Pras dan sahabat lainnya sudah datang dan mereka janjian akan jenguk Shasa seusai sholat jumat nanti.
__ADS_1
Pelajaran berlangsung... dan selama itu pula Hani merasa ada yang hilang,, iya,, Shasa sahabatnya.. Mudah mudahan Allah segera memberi kesembuhan padanya.. Aamiin.....
bersambhng dulu ya.... 🤩🤩