
*Berlanjut ya....
Malam hari di kamar Hani*...
Jam menunjukkan pukul 19.00 , tapi tidak terlihat aktifitas di rumah Hani.
Ibu Hani sedang istirahat tidur setelah sholat isya. Mungkin Ibu Hani lelah setelah beberapa hari ini mempersiapkan pertunangan Hani.
Aldo pun demikian,sedang asyik di dunia mimpinya. Bi Imas meminta ijin pulang bersama Pak Kardi, dan Rahayu anak Bi Imas. Dan besok pagi akan kembali bekerja. Bi Imas memang pulang seminggu sekali ke rumahnya kecuali jika Ibu Hani banyak pesanan di hari itu maka Mita akan menggantinya di hari yang tidak banyak pesanan.
Hanya Hani saja yang belum dapat memejamkan matanya.
Membolak balikkan tubuhnya di ranjang. Masih mengingat acara tadi pagi. Di lihatnya foto foto dirinya bersama Shasa, Arman dan Aldo. Tersenyum sendiri bahagia.
Hati gadis mana yang tidak bahagia bersanding dengan laki laki yang seiman, baik, bertanggung jawab, meskipun usianya terpaut cukup jauh dengannya, tetapi sosok Arman mampu merubah hati Hani yang semula selalu menutup hati jika ada teman pria suka padanya.
"Semoga Allah selalu meridhoi kami.. " kata Hani sambil melihat foto dirinya yang tengah di peluk oleh Arman berselfi ria.
Tiba tiba Hani ingat Shasa sahabatnya, Hani pun mengiriminya pesan... " Hei chubbyku... opo wes bobok ? "
Lama tak ada jawaban... " Ahh mungkin Shasa udah terlelap juga sama seperti ibu dan adiknya.
Hani meletakkan ponselnya lalu memandang langit langit kamarnya,. Badanku capek semua begini,tetapi kenapa mataku susah untuk di pejamkan.
Beberapa menit kemudian ponsel Hani bergetar, Hani segera meraihnya, dia menyangka jika pesan masuk itu dari Shasa sahabatnya. Tapi ternyata " Om Tentara. "
" Assalamualaikum dek, apa belum tidur? " Arman mengawali pesannya pada Hani.
Hani senang ada pesan masuk dari tunangannya. Iya Hani senang bukan tanpa alasan. Selama beberapa kali mereka bertemu lalu ada perjodohan dan pertunangan, Hani terkadang selalu menunggu pesan dari Arman.
Buat Hani walaupun hanya sebatas pesan sangat berarti, Tapi terkadang harapan tak sesuai kenyataan. Orang yang di tunggu tunggu jarang mengirim pesan.
Hani memahami karena Arman adalah abdinegara yang pasti sedang sibuk bekerja apabila tidak mengiriminya pesan. Itulah resikonya jika menyayangi seorang abdinegara., pasti banyak tugas yang diembannya.
" Waalaikumsalam, masih belum om, Om sendiri belum istirahat? " jawab Hani.
__ADS_1
Arman membalas lagi... " Belum dek, om lagi piket nih, kamu sudah makan? "
"Oh pantes lagi piket, dari tadi sore gak ada kabar ,baru balas malam malam rupanya om lagi nugas. " batin Hani.
Hani mengetik.... " Alhamdulillah sudah om, oh ya om sudah maem apa belum ?"
" Sudah sayang,,, adikku lagi apa di sana? " tanya Arman.
" Gak lagi ngapa ngapain om.. tadinya mau bobok tapi belum bisa merem. π" jawab Hani.
"Ibu dan adik Aldo sudah tidurkah? " Arman bertanya kembali.
" Sudah om, mungkin kecapekan, tadi habis sholat isya udan pada tidur." Jawab Hani.
" Dek besok kalo ada waktu boleh om ajak Hani jalan jalan? Apa Hani mau? " Kata Arman kemudian, dia akan mengajak Hani jalan jalan karena besok adalah Hari Minggu, yang pasti Hani butuh refreshing sebelum ujian ujian berlangsung.
" Bener ya om,,, emmm Hani mau banget π€©" jawab Hani senang bukan kepalang.
" Baiklah,,, sekarang nurut ya.. dengerin... besok akan om jemput ke sana tapi sekarang Hani istrahat dulu, bobok gih... biar besok gak ngantuk. Jangan lupa besok ijin ibu dulu ya.." bujuk Arman pada Hani.
pun menurut pada perkataan Arman.
" Waalaikumsalam... siap adikku.. terimakasih, selamat tidur...jangan lupa doa dulu... love you π" Arman berpesan pada Hani.
" Love you too ...om sayang π" Balas Hani kemudian. Hani menurut pada Arman, dia meletakkan ponselnya di meja lalu memejamkan matanya. Hani senang sekali karena besok akan di ajak jalan jalan, Hani tak sabar menunggu esok hari.
Sedangkan di ujung sana, Arman sangat senang karena tunangannya sangat penurut. "Tak begitu susah sih,, tak seperti yang kubayangkan, dan tak seperti apa yang dikatakan mereka ( t**eman teman Arman) bahwa anak anak ABG seusia Hani dan Shasa kebanyakan susah di atur. Manja dan slalu ingin di perhatikan. Tapi Hani beda, sifat manjanya selalu dia tepatkan di saat yang benar. " gumam Arman sambil terus melihat foto Hani yang dikirimi oleh Keponakannya tadi siang setelah acara.
Kini wallpaper ponsel Arman pun berganti dengan foto Hani yang tengah tersenyum manis sekali memamerkan senyumannya, dengan tarikan mata yang sipit serta pipinya yang cubby.
Rahmat teman piket Arman saat itu heran melihat sosok Arman yang biasanya tegas dan serius ketawa ketiwi sendiri sambil memandang ponselnya. Tapi tak sanggup hati untuk menanyakannya pada Arman. Maka Rahmat pun memilih untuk diam saja.
Keesokan harinya....
Hani sudah bangun, membereskan kasurnya lalu bergegas ke kamar mandi, karena hari ini masih libur sholatnya Hanipun agak santai berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Hani mencari ibunya untuk meminta ijin akan pergi bersama Arman tapi Hani tak menemukan ibunya di dapur.
Hani bertanya pada Bi Imas yang baru saja datang.
" Ibu mana bi ? " tanya Hani
" Ada di depan mbak.. " kata Imas menjawab.
Hani berjalan ke depan, ternyata ibu tengah menyiram anggrek di teras rumahnya, sedangkan Aldo sedang bermain sepeda di halaman.
Hani pun meminta ijin pada ibunya, dan Mita mengijinkan Hani untuk pergi. Hani pun senang sekali dan semangat mandi.
Setelah mandi, lalu Hani memilih baju dan bersiap siap untuk pergi. Hani memakai celana jeans dengan atasan model ABG warna putih. Di padu dengan jaket jeans pula. Dia tidak mau memakai rok lagi karena khawatir jika Arman membawa motor akan susah jika naik nanti.
Rambut Hani yang sebahu,, dibiarkan terurai begitu saja karena Hani memang baru selesaai keramas jadi masih basah dan gak mungkin di ikat tali.
Pintu kamar Hani ada yang mengetok.. ternyata Bi Imas , di tunggu ibu dan Aldo mengajak Hani sarapan pagi dulu.
Hani pun melangkah keluar kamar dan segera sarapan.
Setelah sarapan Hani, ibu dan Aldo duduk di teras menunggu Arman. Yang di tunggu akhirnya datang. Kali ini Arman membawa mobil.
Arman memohon ijin pada Ibu Hani. Lalu mereka berdua masuk mobil dan segera pergi.
Di tengah perjalanan ... Arman mencuri curi pandang pada Hani. Hani yang cuek dan asyik menikmati perjalanannya tidak sadar bahwa dirinya di perhatikan.
" Mau kemana kita om? " tanya Hani.
" Hani mau kemana? " Arman balek bertanya.
"Emmm Hani mau pergi ke mall, lihat lihat,, lalu pengen nonton boleh? " Hani menjawab Arman, yang sebenarnya Hani takut keinginannya di tolak Arman.
Ternyata di luar dugaan Arman menyetujuinya.
Melajulah mobil Arman menuju tempat yang Hani mau.
__ADS_1
Bersambung dulu ya π€©