Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 56 Abangmu


__ADS_3

Lanjut lagi masih di ๐Ÿ’•Pernikahan Kilat ๐Ÿ’• yuk berikan like โค komen, vote dan bintang 5 nya yah kakak.. salam sehat selalu,, selamat membaca..


Shasa masih sedikit bengong, kemudian segera tersadar..


"Bang Dafa... kenapa ada di sini? " tanya Shasa kemudian.


Ternyata yang mengantarkan minuman ke ruangan Arman adalah Teuku Dafa Permana yang telah lama Shasa rindukan.


"Wahhhh tambah tampan, bagaimana mungkin ada seorang tentara seperti Dafa yang mempunyai kulit putih, berwajah putih, mata sipit bak oppa oppa Korea...keren banget" batin Shasa makin suka.


"Ekhemmm... minumannya saya letakkan di sini yah.. mbak... nona atauuuuu" Kata Dafa sambil meletakkan es susu coklat kesukaan Shasa di meja dan beberapa pesanan lain.


Dafa berdehem karena Shasa terus saja memperhatikan dirinya..


"Waduhhh kenapa jantungku mau copot begini melihat keponakan Bang Arman.. " gumam Dafa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mereka jadi salah tingkah akhirnya.


"Ohhhh panggil saja Shasa.. gak pake mbak, nona atau dek.. karena adek itu panggilan untuk tanteku dan hanya om Arman yang manggil dik, abang Dafa panggil aku Shasa aja.. oke " Shasa mengacungkan jempolnya.


Dafa tersenyum senang lalu duduk di kursi tamu di depan Shasa.


"Bagaimana kabar Shasa? " Dafa mengawali percakapannya.


"Alhamdulillah baik baik saja,, abang bagaimana dengan pengalaman sewaktu bertugas,, bagi cerita dong.. " jawab Shasa sedikit manja.


"Alhamdulillah aku juga baik, heheh di sana banyak yang hal hal baru yang aku alamin,, gak cukup waktu jika di ceritakan dalam waktu sedikit. " Dafa tersenyum manis melirik Shasa yang sibuk memandangi wajahnya yang kata orang mirip oppa oppa Korea.๐Ÿ˜


"Emmm gitu yah.... kalo pas lagi libur,, dan di ijinkan aku bisa kok denger cerita abang seharian.. " kata Shasa tanpa malu malu.


Dafa kembali tersenyum. Pertemuannya kali ini tidak seperti sebelum sebelumnya, sudah terlihat mencair. Terakhir kali mereka bertemu saat Arman berpamitan akan menuju tempat tugas di daerah perbatasan.


Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara pintu terbuka, diriringi langkah kaki orang yang masuk.


Shasa dan Dafa terdiam dan memperhatikan siapa yang datang. Ternyata sosok laki laki yang bertubuh kekar dan wanita berhijab yang manis menawan masuk ke dalam ruangan itu.


Shasa sempat kaget dan deg degan takut jika omnya akan marah melihat Dafa duduk bersamanya.

__ADS_1


"Wuihhhh gimana nih Om Arman datang,, habislah aku,, ada abang Dafa di sini,, kenapa dia bisa sesantai ini sih" gumam Shasa sambil melirik Dafa yang sedikit santai, tersenyum menyambut Arman dan istrinya.


"Pagi Bu Hani.. apa kabar? " tanya Dafa lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Alhamdulillah baik baik saja.. bagaimana dengan kabar anda sendiri? " Hani bertanya dengan formal, karena Arman memang pernah berpesan jika sedang di kantor semua ada aturannya harus bersikap formal sekalipun sudah kenal dengan teman baik.


"Kabar saya sehat bu,, lapor ndan perintah sudah saya laksanakan. Laporan selesai" Kata Dafa melapor pada Arman.


"Laporan saya terima.. Bagus... duduklah.. mari kita duduk bersama di sini sejenak.. " ujar Arman sambil menatap isi di atas meja.


Tadi Arman memang sengaja meminta tolong pada Dafa untuk membawakan, 2 gelas susu coklat dingin dan 2 cangkir kopi susu di kantin markas.


Arman, Hani dan Dafa duduk kembali di kursi tamu ruangan. Sementara Shasa kembali terdiam setelah beberapa menit yang lalu dia sangat cerewet bersama Dafa.


"Shasa.. minumlah itu kan kesukaanmu,, Om sengaja memesan es susu coklat, Sayang minunlah..! " kata Arman pada Hani dan Shasa.


Hani dengan santai mengambil gelas berembun yang berisi susu coklat setelah mengucapkan terimakasih pada suaminya.


Shasa masih melirik Dafa yang diam, lalu melirik Arman.


"Dafa... minumlah kopi ini, sengaja saya memesan 2 cangkir, satu untuk saya satu minumlah! jangan sungkan, seperti saat di rumah jika pas pesiar.. " Perintah Arman pada Dafa.


Dafa mengangguk dan tersenyum, seraya mengucapkan terimakasih. Lega hati Shasa dia pun ikutan minum es susu coklat kesukaannya itu.


Mereka berbincang beberapa waktu, Arman sendiri mengundang secara pribadi kepada Dafa untuk hadir di acara resepsi. Dia sudah menganggap Dafa seperti adiknya sendiri.


Dia meminta Dafa membantu acara, bersama Agus, Taufik untuk dijadikan pasangan pagar ayu. Jadi mereka akan dipasangkan dengan gadis yang belum menikah dan kebetulan mereka bertiga jomblo. Dengan senang hati menerima perintah Arman tersebut.


Shasa juga senang banget, setelah tahu akan di pasangkan bersama Dafa untuk jadi pagar ayu di acara resepsi Hani dan Arman.


"Ahhh om pandai juga memilih..." batin Shasa.


Hani ikut senang saat melihat Shasa tersenyum dan menatap Dafa. Tiba tiba suara pesan masuk di ponsel kedua wanita itu berbunyi. Ternyata grup sahabat.


Setelah membaca pesan Hani berkata...

__ADS_1


"Mas... Hani mau ambil pastel dulu di mobil, ibu menitipkannya untuk mas.. tadi lupa sih, sekalian pamit udah siang mas, ini temen temen udah pada wa mau reuni kecil kecilan di Mall "A". " kata Hani sambil menunjukkan pesan di ponselnya pada Arman yang duduk di sampingnya.


"Iyo om kami pergi dulu yah, mereka dah menunggu di sana.. " Shasa ikut menimpali perkataan Hani tadi.


"Baiklah kalo begitu hati hati yah kalian berdua pulang jangan sore sore oke.. " kata Arman.


Hani menyalami suaminya, Arman mengecup mesra kening istrinya, di depan Shasa dan Dafa., Shasa ketawa cekikikan melihat Hani malu ,sambil melirik dan berpamitan kepada Dafa.


Mereka berempat keluar ruangan dan menuju pos penjagaan tempat Pak Rahmat menunggu tadi. Arman dan Hani berjalan di depan Shasa dan Dafa.


Sesaat setelah kepergian Hani dan Shasa, Arman dan Dafa kembali melakukan aktivitas masing masing.


Di jalan....


"Sha... tadi mas Arman sempat cerita sesuatu padaku.. apa kamu suka bang Dafa?" tanya Hani kepada sahabatnya di dalam mobil.


"Emmm emang kenapa? apakah om gak suka yah kalo aku deket sama Bang Dafa? aku suka dia Hani... entahlah sejak kapan.." Shasa curhat pada sahabatnya itu. Wajah dia kecut bagai asam.


Hani tertawa kecil lalu memegang tangan Shasa.. "Kayake mas mengijinkan kok, tadi dia cerita kalo bang Dafa udah menghadap mas setelah pulang dari tugas dan menyatakan jika dia beneran suka dan serius ama kamu Sha.....mangkanya tadi mas Arman minta tolong bang Dafa mesen minum buat kita, itu semua kejutan buat kamu,,, mas Arman dukung kok aku juga... asal kamu kudu setia..jangan main hati terus.. Nyali abangmu itu besar juga loh.." kata Hani menatap tajam pada Shasa.


Shasa yang mendengar itu seakan tak percaya, ternyata cowok yang dia taksir juga suka padanya,


"Kirain bang Dafa cuman iseng temenan sama aku, ternyata om... sejauh itu mereka" Shasa senang campur aduk dan berkali kali mengucap terimakasih pada sahabatnya itu.


Sepanjang jalan mereka berdua larut dalam pemikiran masing masing. Sementara Pak Rahmat sedang berkonsentrasi memecah kepadatan siang itu menuju lokasi yang dituju.


Beberapa waktu kemudian mereka telah sampai di Mall " A". Hani segera turun bersama Shasa. Di lihatnya Pak Rahmat ikut turun dan mengikuti kedua wanita ini.


"Pak Rahmat gak papa kalo mau gak ikut bebas di sini atau kemana nanti kalo kita sudah selesai kita telepon Pak Rahmat." ujar Shasa pada sopir baru keluarganya.


" Maaf mbak tadi Bapak Arman berpesan untuk ikut masuk ke dalam , takutnya bapak kalo mbak dan Bu Hani butuh sesuatu.. " kata Pak Rahmat kepada Shasa.


Hani dan Shasa berpandangan.. "Wuh om kok sampek di kawal kayak kita mau kabur aja.. ini mungkin karena tanteku ini juga,, istri kesayangannya takut diambil orang hehehe" celoteh Shasa tertawa, disertai cubitan Hani.


Ketiga orang tersebut masuk ke dalam Mall dan menemui para sahabat yang sudah menunggu di cafe mall tersebut.

__ADS_1


Bersambung dulu yah.. salam sehat selalu... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2