Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 15 Berbinar...


__ADS_3

Lanjut....


Pukul 10.30 waktu menandakan pelajaran telah usai. Ya..... karena hari ini adalah hari Jumat maka jam belajar di sekolah tidaklah lama.


Siswa bergegas mengikuti kegiatan rutin sholat Jumat bersama di mushola sekolah. Jumat hari ini giliran kelas Hani yang mengikuti kegiatan sholat Jumat di sekolah.


" Hani.... aku dan Roni sholat Jumat dulu ya apakah kamu akan ke rumah sakit nanti setelah Jumatan? " tanya Pras pada Hani yang sibuk memasukkan bukunya dalam tas.


" Iya nanti aku kesana... " kata Hani,,,


" Kita barengan aja semua... " usul Felli yang menyusul ke bangku Hani dan menunggu Hani membereskan buku.


" Oke kamu nebeng aku aja Han.., biar Felli sama Si Roni.. " Pras mengatur.


" Oke dah... siap... " jawab Roni sambil memainkan peci yang dia bawa dari rumah.


" Baiklah... kita bertemu di parkiran belakang saja ya..setelah kegiatan ini.. oh ya Pras aku bisa minta tolong gak.. Buku Tugas mencatat khotbah Jumat tolong nanti mintain tanda tangan ya ke Pak Kholik.. .. " pinta Hani pada Pras.


Pras mengangguk....


"Dengan senang hati Hani" batinnya.


"Punyaku juga deh sekalian ya ya hehe sorry merepotkan " Felli ikutan minta tolong pada Pras.


Keempat sahabat itu berjalan menuju mushola kemudian mereka berpisah untuk menuju tempat wudlu masing masing, Pria dan wanita yang terpisah tempatnya.


Beberapa saat kemudian......


Setelah usai kegiatan sholat Jumat itu,, Hani dan Felli bergegas menuju parkiran belakang sekolah. Dan menunggu di sana.


Sedangkan Pras bersama Roni masih mengantri meminta tanda tangan Pak Kholik guru Agama.


Tak butuh waktu lama maka kedua sahabat cowok yang mereka tunggu pun muncul. Berangkatlah mereka bersama sama menuju Rumah sakit.


Pras yang senang karena Hani mau berboncengan dengannya gugup dan berdebar debar.


Pras memang menyukai Hani sejak lama. Ketua kelas 12 IPA 7 ini ingin sekali mengungkapkan perasaannya pada Hani, tapi dia sudah mendengar dari Shasa bahwa Hani belum mau membuka hatinya pada siapapun agar tidak mengganggu pelajaran dan niat dia untuk segera lulus sekolah.


Lain hal nya dengan Hani, yang tidak merasakan apapun. Karena Hani memang hanya menganggap Pras sahabat dekatnya sama sperti dia menganggap Roni demikian.


" Suatu saat nanti aku akan jelaskan perasaan ini Hani... " batin Pras dalam hati sambil terus konsen memacu motornya.


Sesampainya di parkiran Rumah sakit, segera mereka memarkirkan motor dengan aman. Dan berjalan menuju ruang rawat inap Paviliun Anggrek, tempat Shasa di rawat.


***Hani mengetuk pintu kamar...


Tok ....tok***... tok..


Ibunda Shasa membukakan pintu. Dan melihat Hani bersama teman temannya ibu Shasa mempersilahkan masuk.

__ADS_1


" Assalamualaikum tante... " kata Hani sambil menyalami Arni.


" Waalaikumsalam kalian datang ayo sini masuk... " kata Arni menyodorkan tangannya lalu mencium pipi Hani. Di ikuti teman teman Hani yang lain.


Di sana ada juga ayah Shasa yang sedang menyuapi Shasa untuk makan.


Hani yang melihat ada Arya segera menyalami juga..


"Om Arya sehat? kapan om datang? biar Hani om yang nyuapi Shasa" tanya Hani pada Arya lalu dia meminta piring yang ada di tangan Arya.


" Alhamdulillah sehat nak... semalam om baru sampek kok ..." Arya mengusap kepala Hani dan menyerahkan piring nasi ke tangan Hani, lalu berjalan menuju istrinya yang sedang asyik berbincang dengan Pras, Felii dan Roni.


" Hai.. gimana Chubbyku.. udah sehat kan? " Tanya Hani pada Shasa.


Shasa yang melihat Hani pun tersenyum senang. Lalu Hani melanjutkan tugas Arya menyuapi Shasa.


"Ehh Beb.. besok aku dah diijinkan pulang loh sebenernya hari ini sih tapi sama ayah belum boleh , padahal kan hanya luka gores dikit aja" Shasa berkata pada Hani.


Hani senang mendengarnya ... terlihat dari wajah imutnya jika dia sedang senang, kemudian tiba tiba dia teringat sosok laki laki itu dia adalah Arman.


"Kemana Om Arman ya, biasanya di sini." batinnya.


Shasa yang mengetahui wajah sahabatnya tiba tiba murung berkata.., "Hani sedang mencari Om Arman ya? Om lagi ada tugas ke luar kota... " bisik Shasa.


" Ahhh Shasa aku tidak mencari siapa siapa Sha... " Hani berbohong, padahal hatinya mengatakan " Benar aku mencarinya mengapa om tidak mengatakan apapun padaku..? kenapa mendadak pergi. sedangkan tadi pagi masih bertemu"


"Shasa chuby ku... aku pulang ya " Hani memeluk Shasa, Shasa pun balas memeluknya, begitu pula Felli.


Mereka bertiga berpelukan... mirip teletubies hehe....


" Sha... kami pulang dulu ya.. cepat sehat ya Sha.. senin kita dah mulai try out loh,," kata Roni.


" Siap... " Jawab Shasa sumringah. Mereka berpamitan pada orangtua Shasa dan keluar kamar tempat Shasa di rawat.


Hani di antar Pras pulang, sedangkan Felli pulang bersama Roni karena rumah mereka satu komplek perumahan.


Setiba di rumah, Hani mengucapkan terimakasih pada Pras. Dan Pras segera pulang karena masih akan les di tempat bimbel.


Ibu Hani yang tau bahwa putrinya masih akan mampir ke Rumah Sakit, sore ini menunggu di teras rumah bersama Bi Imas sambil melipat kotak kardus nasi pesanan. Sedangkan Aldo masih pergi mengaji di masjid dekat rumah.


Setelah menyalami ibu, Ibu Hani menyuruhnya makan terlebih dahulu.


Hani mengangguk, bergegas masuk dan menjalankan rutinitas yang biasa Hani lakukan ,Hani mulai mengerjakannya , mencuci seragam sekolahnya,,, mandi lalu sholat asar, kemudian Hani menyiapkan buku yang akan dia pelajari nanti malam.


Waktu berlalu begitu cepat, adzan magrib berkumandang,, sholat magrib segera di tunaikan.


Setelah makan malam bersama ibu, adik dan Bi Imas, setelah membereskan piringnya,, Hani ijin pada ibu ke kamar untuk belajar karena Senin try out.


Di dalam kamar...

__ADS_1


" Kenapa mood ku jelek ya...? " gumam Hani merasa kesal πŸ˜‘


Apa penyebab Hani kesal ?... apa karena orang yang mulai dia suka tidak memberikan kabar jika sedang keluar kota.


Hani memilih beberapa buku, lalu membacanya di meja belajar. Dia berusaha berkonsentrasi pada materi di buku itu.


Setelah beberapa lama Hani merasa pegal di punggung, dia membaringkan tubuhnya perlahan.


Di pandangnya langit langit atap kamarnya itu, entah apa yang di pikirkannya saat ini, galau.. tak pernah sekalipun Hani merasakan rasa yang tidak enak sama sekali.


Rasa yang sakit.. perih... tapi tak berdarah.


Rasa kesal... Menghela napas panjang....


Sampai akhirnya Hani terlelap di alam mimpinya dengan perasaan yang kesal.


Tak selang beberapa lama, notif pesan masuk berbunyi di hp Hani, ''nomer tanpa nama,,, namun gadis ini rupanya telah membaur di alam mimpinya..dan tidak mendengar pesan masuk itu.


Terlihat wajah imutnya di jejali rasa kekesalan yang mendalam,, gadis yang baru pertama kali mengalami kegalauan karena cinta 😍


Keesokan paginya,,


Hari ini Hani libur sekolah, karena SMA di kota Hani sudah memberlakukan sistem full day,, jadi kalau Sabtu libur.


Seperti biasa jadwal hariannya, selesai sholat membantu ibunya, sarapan. Bedanya kali ini Hani tidak ikut Ibu ke pasar karena dia ingin kembali mempelajari buku buku rangkuman untuk try out.


Aldo pun juga sudah di antar ibu ke sekolah. Tinggal Hani sendirian di kamar dia membuka buku lalu di lihatnya ponsel masih tergeletak rapi di atas tumpukan kamus.


Terlihat pesan masuk semalam,, dari nomer asing.


Hani membuka pesan..


"Assalamualaikum dek... sudah tidur kah? tadi om tidak ke Rumah Sakit karena ada tugas mendadak. " isi tulisan pesan tersebut.


Mata Hani berbinar... " Ahh pesan dari Om Arman rupanya,, bagaimana dia tahu nomerku, pasti Shasa yang memberitahu" batin Hani.


" Ahhh kenapa tadi malam aku begitu suudzon padanya...,, maaf kan Hani ya om" lagi lagi Hani bergumam.


" Waalaikumsalam.. maaf om semalam Hani dah tidur, maaf baru membalas pagi ini. " ketik Hani membalasnya.


Hani menyimpan nomer itu


" Om Arman 😍" ... tambah kontak... Save...


Hati semalam yang galau kini berganti dengan mata yang berbinar...


"Inikah cinta ? " tanya Hani.... kembali Hani konsen pada bukunya, karena suasana hatinya sudah senang maka dia dapat belajar dengan baik.


bersambung dulu ya.... 😍

__ADS_1


__ADS_2