Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 55 Byarrrrrr


__ADS_3

Lanjut lagi masih di 💕Pernikahan Kilat 💕 yuk berikan like ❤ komen, vote dan bintang 5 nya yah kakak.. salam sehat selalu,, selamat membaca..


Hari ini Hani dan Shasa pergi mengantarkan undangan resepsi pernikahan Arman dan Hani. Mereka berdua sangat senang setelah sekian lama tidak jalan jalan berdua setelah acara akad nikah Arman dan Shasa yang sibuk dengan tes kedinasan yang melalui beberapa tahap seleksi.


Shasa datang bersama Pak Rahmat sopir baru keluarga Shasa. Mereka berdua pergi setelah berpamitan pada Mita.


"Sha... bagaimana dengan tes yang kamu ikuti? " tanya Hani pada Shasa yang tengah sibuk memakan kue pastel buatan ibu Hani. Ibu Hani sengaja membawakan kue dan beberapa camilan untuk di mobil, agar mereka tidak merasa lapar.


"Emmm masih nunggu pengumuman terakhir, doain aja yah lulus !" sahut Shasa.


"Pastilah... kita kemana dulu ini? oh ya bagaimana dengan Pras? apakah dia di rumah yah ?" tanya Hani kemudian.


"Kalau tidak ada kita titipkan aja, sebentar aku wa yah... " jawab Shasa.


Hani mengangguk sambil menikmati jalanan pagi ini. Sudah kangen benar dengan suasana seperti ini, sebenarnya Hani lebih senang naik motor bareng Shasa namun suaminya itu tidak mengijinkannya. Maka gak mau Hani harus patuh padanya.


Sementara Shasa sibuk dengan ponselnya menghubungi beberapa sahabatnya itu.


"Mereka ngajak ketemuan di mall A.. kesana aja yuk,, tapi ini masih jam berapa ? mereka bisanya jam 11 an. " seru Shasa memberitahu Hani tentang kabar pertemuan sahabatnya.


"Oke gak masalah,, kita ke kantornya Mas Arman dulu kalo gitu, tadi mas menyuruhku membawakan beberapa undangan., untuk rekan dan atasanya mas Arman. Sebentar aku telepon dulu. " kata Hani mengambil ponsel dari dalam tasnya.


Hani memencet sebuah nama disana, lalu menekan sebuah panggilan.


"Tut.... tut.... tut.... "


Panggilan tersambung...


Arman : "Assalamualaikum.. dik.. "


Hani : "Waalaikumsalam mas.. "


Arman : "Enek opo dek..? "


Hani : "Mas.. gak sibuk kan Hani sama Shasa mau ke kantornya mas, mau antar undangan.


Arman : "Iya dek mas tunggu.. "


Hani : "Makasih mas Assalamualaikum"


Arman : "Waalaikumsalam.. iya dek hati hati di jalan "

__ADS_1


Hani mengakhiri panggilannya. Mengatakan pada Shasa untuk pergi menuju kantor Arman. Shasa lantas memberitahu Pak Rahmat untuk membawa mereka ke sana.


Lima belas menit perjalanan, akhirnya mereka telah sampai. Mobil terparkir di bahu jalan, dan tidak diperkenankan masuk. Hani dan Shasa turun, bersama Pak Rahmat dengan maksud mengantarkan kedua majikannya tersebut.


Di pos penjagaan...


"Selamat pagi.. ada yang bisa kami bantu.. " tanya petugas di sana, bertanya dengan sopan dan tegas.


"Pagi pak... saya ingin bertemu Kapten Arman" jawab Hani.


"Anda siapanya, apakah sudah buat janji? " tanyanya lagi.


"Saya istrinya pak, dan ini Keponakaan, sementera ini sopir keluarga kami. Sudah pak saya akan menelpon beliau.. " jawab Hani.


Nampaknya petugas tersebut tengah berbincang dengan rekannya, sementara Hani menelpon sang suami dan mengabarkan jika mereka sudah berada di pos penjagaan depan. Arman paham dan menyuruh mereka menunggu di sana.


Kedua orang petugas jaga, mempersilahkan Hani dan Shasa untuk duduk menunggu, demikian pula dengan Pak Rahmat. Petugas tersebut sesekali memandang wajah wanita berhijab di depannya, saat Hani berkata dan menyampaikan bahwa di suruh menunggu di sana. Di saat Hani dan Shasa berbincang sembari menunggu Arman. Petugas jaga berbisik pada temannya.


"Ini benar istri Kapten Arman , denger denger mereka menikah beberapa bulan yang lalu.. muda sekali " bisik petugas kepada temannya, yang tengah menulis laporan daftar hadir tamu.


"Benar.. muda sekali dan cantik.. beruntung Kapten dapat wanita seperti itu.. sopan dan cantik" puji temannya, sambil sesekali melirik ke arah Hani.


Terdengar suara derap langkah kaki bersepatu....Sosok yang mereka tunggu.. dengan berpakaian doreng berjalan nampak gagah dan berwibawa....


"Sudah lama sayang.... apa kabarmu nduk? " tanya Arman pada Hani dan Shasa yang menyalaminya.


"Kabarku baik om,, wah om tambah cakep aja tambah seger habis nikah.. " bisik Shasa menggoda Arman.


Arman mencubit telinga Shasa.. mereka ketawa.


"Oh... Pak Rahmat.. mari ikut menunggu di dalam saja, atau masih mau di sini terserah bapak.. nanti akan saya suruh orang mengirim kopi ke sini.. "kata Arman menjabat tangan Pak Rahmat.


Yang diajak berjabat sedikit gugup melihat seorang tentara tengah menyapa ramah, "Saya menunggu di sini saja pak,, mobilnya terparkir di luar, biar saya menunggu di sini" kata Pak Rahmat seraya bergumam sendiri dalam hati menganggumi Arman, adik laki laki Ibu Arni yang telah mempekerjakannya beberapa hari ini.


" Baiklah kalo begitu, duduk saja pak, santai nggih, kami ke dalam dulu.. Tolong yah, saya titip orang saya.!" Arman berkata pada petugas jaga. Lalu mengajak Hani dan Shasa masuk ke dalam area markas.


"Siap ndan... " begitu kompak keduanya berdiri dan memberi hormat.


Mereka bertiga berlalu, menuju jejeran gedung di tepi lapangan.


Hani berjalan beriringan dengan Arman dan Shasa. Ada beberapa pasang mata memperhatikan kedatangan mereka bertiga.

__ADS_1


Arman mengajak Hani dan Shasa masuk ke ruangannya. Menyuruhnya duduk dan menunggu, lalu Arman memberi perintah seseorang untuk mengirim kopi ke pos penjagaan untuk Pak Rahmat.


"Mana dek undangannya? apakah sudah di tulis semua namanya sesuai daftar? " tanya Arman duduk di samping istrinya.


"Sudah mas.. ini.. " Hani mengeluarkan undangan bewarna gold, berbentuk persegi dengan motif wayang yang sudah tertata rapi dari dalam tas bawaanya.


Arman memeriksa nama nama di sana dengan teliti. Sementara Hani dan Arman sibuk mengecek undangan, Shasa bertanya sesuatu pada Arman.


"Ommmmm mas Dafa mana? aku boleh gak bertemu? " tanya Shasa tiba tiba.


Arman menghentikan pekerjaannya dan memandang gadis itu. Lalu berkata... "Dia sedang berlatih, memangnya kamu mau bertemu? ada apa? nanti om sampaikan"


"Gak kok om hanya tanya saja... "jawab Shasa singkat, membatalkan niatnya bertanya kembali karena dilihatnya Arman cuek, Shasa takut Arman tidak menyetujui jika dia meminta bertemu Dafa.


Dia pun kembali menatap layar ponselnya untuk bermain game minecraft, hanya hal itu yang saat ini menarik perhatiannya.


"Nduk... om mau keluar sebentar nyerahin undangan ke atasan om bareng tante.. jangan keluar kemana mana, karena om sudah menyuruh orang mengantarkan minuman dingin untukmu.! " pesan Arman pada Shasa.


"Siap boss laksanakan... daaagdahhh om daaagdahhh tante Hani.. " jawab Shasa sambil tertawa cekikian menggoda Hani yang mulai melotot karena di panggil dengan sebutan Tante oleh sahabatnya tersebut.


Arman juga menahan tawa, sambil berjalan membawa beberapa undangan, dia pun mengajak Hani untuk segera keluar ruangan.


Hening sejenak suasana di dalam ruangan Arman. Shasa duduk di kursi tamu, dan tenggelam dengan permainan barunya di ponsel. Sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Arman.


Tok... tok... tok....


Shasa sedikit terganggu, tapi kemudian dia ingat pesan omnya jika sebentar lagi akan ada orang yang mengantarkan minuman untuknya.


"Iya.... Silahkan masuk... !" teriak Shasa tanpa menoleh dan pandangannya masih asyik pada game di ponsel.


Terdengar suara seseorang membuka pintu perlahan. Kemudian berjalan menuju kursi tamu dan meja yang terletak di dekat Shasa.


"Mau di taruk di mana minumannya ? " tanya seseorang tersebut.


Degggg......


Shasa sedikit terkejut mendengar suara tersebut. Perlahan dia menoleh, di alihkannya pandangan Shasa dari ponsel ke atas...


Byarrrrrrr....


Saat memandang seseorang yang masih berdiri mengantar minum tadi, Shasa tertegun dan melongo..........

__ADS_1


"Lohh..... ternyata........... " Shasa masih bengong.


Bersambung dulu yah... semangat terus bacanya 😍🤗🤗


__ADS_2