Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 37 Persahabatan


__ADS_3

Lanjut lagi....


H-1 di rumah Hani....


Sore itu di kediaman Hani, sedang diadakan acara pengajian dan siraman adat Jawa.


Acaranya diselenggarakan cukup sederhana , dihadiri oleh beberapa kerabat dekat saja dan tetangga.


Sebelum acara siraman, ada acara Pengajian terlebih dahulu. Hani meminta restu dari sang ibu, untuk melaksanakan pernikahan esok hari. Tangis haru tak terbendung di kala Hani bersimpuh di depan kaki ibundanya.


"Ibu..... Hani memohon maaf... jika selama ini Hani terlalu merepotkan ibu, belum bisa menjadi puteri yang ibu banggakan...


Maafkan Hani... Ibu... Ijinkan Hani untuk melangsungkan pernikahan besok, mohon doa restu ibu, sekali lagi Hani mohon maaf bu.... "Suara Hani terdengar parau menahan tangis.


"Hani Ananta... putri ibu satu satunya ... ibu merestui pernikahanmu nak, ibu memaafkan segalanya, ibu bangga memiliki putri seperti Hani, pesan ibu.. jadilah istri yang sholehah dan setia, doa ibu tidak akan pernah meninggalkan kalian semua, doa ibu selalu ada... " Ibu Hani berkata seraya mengusap punggung dan kepala Hani, buliran airmata membasahi pipi ibu. Ibu merangkul Hani, membiarkan Hani melepas tangis di pundaknya.


Semua yang hadir di sana tidak luput dari airmata keharuan. Bagaimana tidak, Hani akan menikah tanpa di dampingi sosok seorang ayah yang Hani rindukan, yang akan menikahkannya, seorang ayah yang pasti akan merasakan orang paling bahagia ketika anak gadisnya menikah. Hal itu tak pelak membuat mereka yang hadir menitikkan airmata.


Setelah acara pengajian usai, selanjutnya acara siraman dengan nuansa adat Jawa.


Satu persatu kerabat Hani melakukan ritual tersebut. Seberkas raut wajah bahagia nampak di wajah Hani, Ibu Hani dan Aldo tentunya. Mereka mengikuti ritual dengan perasaan bahagia hingga akhir acara.


Seusai acara satu persatu tamu dan kerabat berpamitan meninggal rumah sederhana Hani tersebut.


Ibu Hani mengantarkan kepergian mereka dengan ramah. Sementara Hani masuk ke kamarnya dan membersihkan diri untuk berganti pakaian.


Adzan Magrib berkumandang.


Hani dan Aldo melaksanakan ibadah sholat maghribnya di kamar Hani. Tak selang beberapa lama, Bi Imas mengantar makan malam ke kamar Hani.

__ADS_1


Malam berlanjut, terasa panjang menurut Hani. Di lihat adik semata wayangnya Aldo tengah tertidur pulas di sampingnya. Hani membelai kepala Aldo.


"Dik... kamu satu satunya adikku,, jagalah baik baik ibu jika kakak nanti ke rumah suami. Kamu jangan nakal dan merepotkan ibu yah.. jaga lima waktunya, rajin belajar dan jangan jajan sembarangan. Kamu sekarang sudah besar, sudah naik kelas 5, bahkan tinggimu sudah melebihi kakak, jaga ibu baik baik" kata Hani kemudian, membelai kepala Aldo.


Hani kembali menatap langit langit kamarnya.


Pandangannya turun pada busana pengantin miliknya itu. Di pandangi sekilas tertegun seolah tak percaya bahwa besok dirinya akan menikahi seorang pria yang belum lama dia kenal.


Dering ponsel Hani bergetar, dengan cekatan Hani mengambil ponselnya di atas nakas.


Hani berharap pesan dari sang calon, karena sudah beberapa hari ini tidak memberinya kabar. Arman sendiri masih sibuk mempersiapkan keberangkatannya bertugas besok. Hani menyadarinya dan paham, lagian masih ada acara pingitan yang tidak memperbolehkan mereka bertemu sebelum akad nikah di gelar.


Hani membuka layar dan membaca pesan masuk. Rupanya pesan dari grup para sahabat.........


"Assalamualaikum chubbyku.. semangat buat besok yah.. jangan begadang tok.. nanti ada si panda di wajahmu.. " Shasa membuka percakapan.πŸ™ŽπŸ»β€β™€


"Paling juga sudah bobok cantik Si Hani, Hani... jangan lupa bunga pengantin buatku yah... keponakan tersayang.. " Shasa meminta pada Hani.πŸ™ŽπŸ»β€β™€


"Enak saja... aku juga mau "Felli kembali heboh.πŸ™‹πŸ»β€β™€


"Waalaikumsalam ...Heiiii jangan pada ribut... walaupun aku cowok aku juga mau dapat bunga pengantin, aku mewakili Pras... Pras lagi gak enak badan awas aja Hani pilih kasih besok,, emang cewek aja yang bisa dapat....Hani... Hani... sayang... bunganya buatku dan Pras yahh.. " seru Roni yang ikutan gabung di grup.πŸ™‹πŸ»β€β™‚


"Ehhh cowok... kamu mau nikah cepat yah... harusnya mah itu buat gadis biar cepet dapat jodoh... " Felli menimpali perkataan Roni πŸ™‹πŸ»β€β™€


"Huuu biarin aja... aku juga pengen nikah muda wkwkwk " πŸ™‹πŸ»β€β™‚


"Mau dikasik makan apa istrinya nanti kalo belum ada kerjaan? " Shasa membalas komen Roni πŸ™ŽπŸ»β€β™€


"Nasik lah masak iya batu... " sahut Roni πŸ™‹πŸ»β€β™‚

__ADS_1


"Waalaikumsalam.. udah jangan pada berebut, yang hadir besok bakalan dapat deh semua.. " Hani membalas pesan grupnya.πŸ™ŽπŸ»β€β™€


"Ahhh akhirnya sang pengantin kilat muncul nih..." kata Felli.πŸ™‹πŸ»β€β™€


Hingga suasana malam itu rame di grup meskipun hanya lewat media sosial namun cukup menghibur buat Hani. Membuat Hani menjalani malam tanpa terasa.


Hani mengingat semua kejadian - kejadian konyol bersama keempat sahabatnya itu. Tiga tahun mereka lalui bersama di bangku SMA. Masa putih abu abu itu meninggalkan begitu banyak kesan baginya.


Sibuk dengan berbagai prestasi, sibuk dengan urusan organisasi OSIS, sibuk dengan gosip dalam persahabatan. Sibuk dengan belajar bersama, bermain bersama bahkan sibuk dengan jalan jalan bersama. Mereka telah melaluinya dengan bersama sama, semua slalu bersama meskipun tak jarang perbedaan pendapat sering pula terjadi.


Perselisihan pun tak luput menjadi bumbu penyedap dalam perjalanan persahabatan mereka.


"Hai kawan..... maafin Hani yah jika punya banyak kesalahan pada kalian. Besok bantu doa agar lancar semuanya.. Maafin Hani jika merasa egois, Sha... maafin Hani yang sukak menggodamu.. Felli maafin Hani jika suka sering mengerjaimu bareng Pras... Roni maafin aku yah... sering ganggu kamu saat serius ngerjain FISIKA... dan Pras..... maafin Hani buat segalanya... Hani banyak salah padamu.. Jujur sahabat terbaikku adalah kamu,,, Kamu yang selalu mau dengerin keluhku... dan dengan sabar menjadi pendengar setiaku di kala aku ingin bercerita. Kalian semua istimewa buatku... kita akan tetap seperti ini walau apapun yang terjadi.. " Hani menulis pesan panjang di grup WhatsApp nya. πŸ™ŽπŸ»β€β™€


Sahabatnya pun membaca dengan haru biru.


"Hani... i love you soo much" tulis Shasa πŸ™ŽπŸ»β€β™€


"Hani... maafin aku juga yah... selalu membuatmu repot dan makasih sudah sabar menjadi temanku. " Felli pun membalas πŸ™‹πŸ»β€β™€


"Hani.... jaga dirimu baik baik, kamu sahabat terindahku..maafin aku juga yah... Insyallah aku slalu ada buatmu dan buat kalian semua " Pras yang tadinya tidak komen karena tidak enak badan akhirnya ikut membalas wa Hani.πŸ™‹πŸ»β€β™‚


"Hani.. soulmate ku.. jangan banyak banyak makan.. kalo kamu gendut... nanti jelek.. kalo kamu jelek... kasian Om Arman...." Roni pun ikutan memberikan komen.πŸ™‹πŸ»β€β™‚


Sontak grup yang tadinya hening karena salam permintaan maaf Hani, kembali ramai oleh celoteh Roni.


Malam itu menjadi malam pengganti mereka bertemu. Saling menghibur dan mensuport. Karena di waktu yang hampir bersamaan mereka juga akan kembali dengan jalan hidup masing masing, meneruskan kembali pendidikan mereka. Dan mereka tetap berjanji akan selalu ada meskipun nantinya jarak memisahkan.


Bersambung dulu yahh πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2