Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 24 Cincin


__ADS_3

Lanjut...


Senin pagi yang cerah....


Rutinitas harian yang biasa di lihat di rumah keluarga Hani hari ini terlihat berbeda. Ibu yang biasanya buru buru untuk mengantarkan Hani dan Aldo sekolah sambil mengantarkan pesanan catering sarapan pada konsumen kini agak santai.


Semalam Hani bilang pada Ibu jika Arman akan mengantarkan dirinya dan juga adiknya ke sekolah. Ibu Hani senang, otomatis sedikit terbantu dengan hadirnya Arman di tengah tengah keluarga Hani saat ini.


Ibu dan Bi Imas masih sibuk menutup rantang dan kotak nasi. Sedangkan sepeda motor ibu sudah terparkir di teras dengan keranjang di belakang,,ibu akan bersiap untuk mengantar makanan.


Yang biasanya ibu mengantarkan pesanan setelah pulang mengantar Hani dan Aldo kini ibu bisa lebih awal mengantarnya.


"Ahhhh putri ibu sudah siap rupanya,, nak ambil bekalmu di atas meja sana ya!" perintah Ibu Hani yang melihat putrinya telah rapi berjalan ke arahnya.


Hani yang mendengar perintah ibu menurut dan berjalan menuju arah meja.


Di sana ada 3 kotak nasi,,, Hani hapal betul kotak makannya,, dan milik adiknya.. terus. .. "yang satu milik siapa ya ?" Hani berpikir keras.


"Ibu... kotak makan warna putih ini punya siapa?.. punyaku yang pink,, adek yang biru trus punya siapa yang putih bu?" Hani bertanya pada ibunya,, daripada kepo.


"Kotak makan yang putih punya Nak Arman nduk... "sahut ibu mengakhiri pekerjaannya menutup rantang dan kotak nasik.


"Kalo Mas Arman gak mau gimana bu? " Hani mengambil kotak makan milik Arman dan menumpuknya di dalam tas kain khusus tempat nasi.


"Mau pasti... Nak Arman kan hidup sehat pasti jarang beli makanan di luaran, ibu denger dari Tante Arni nduk, mangkanya ibu bawain bekal sama seperti kalian. " jelas ibu Hani.


Beberapa waktu kemudian, suara mobil Arman memasuki halaman rumah Hani.


Aldo yang mendengar suara mobil Arman berlari menuju teras.


Aldo menyambut Arman dengan gembira.. "Mas.... keren mas boleh gak Aldo foto bareng mas dengan baju seragam ini? "


Arman yang sudah turun dari mobil, mengelus kepala bocah laki laki itu lalu berkata... "Boleh... hayukkkk siapa takut ?"


Aldo berlari ke dalam... "Kak... kak Hani pinjam hpnya buat foto" seru Aldo.


Ibu dan Hani keluar ke teras,, Hani menyerahkan hpnya pada Aldo, mereka berdua melihat Aldo dan Arman tengah berselfi ria di depan mobil.


"Udahh ahhh ayo keburu siang nanti" teriak Hani pada mereka berdua.

__ADS_1


Arman dan Aldo mengakhiri aksinya. Arman serta kedua bocah sekolah itu segera berpamitan pada ibu Hani.


Tak butuh waktu lama Aldo telah sampai di depan gerbang sekolahnya. Aldo berpamitan pada Arman. Kali ini dia tidak menolak uang saku dari Arman karena Arman berkata bahwa uang tersebut untuk di tabung, maka Aldo pun setuju dan menerima uang saku tersebut.


Setelah itu melanjutkan perjalanan ke sekolah Hani.


Hani tiba di sekolah...


"Mas... Hani berangkat dulu ya,,, mas.. hati hati ,, jgn ngebut nanti,,, oh ya ini bekal dari ibu,, dimakan ya,, jangan telat maemnya,,,jangan lupa sholat juga.. kalo gak bisa jemput Hani mas kabari ya... " Hani sudah seperti ibu ibu yang menasehati anaknya.


"Ada lagi pesannya? " Arman berkata sambil tersenyum.


"Nih sayang.... Hani juga jangan lupa jajan ya, gak boleh bikim gaduh di kelas.. satu lagi jangan dekat dekat teman cowok! " sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada Hani.


" Ahhh mas yang kemarin saja masih ada, masih banyak malahan sekarang kok di tambah lagi sih... " Hani enggan mengambilnya.


" Mau mas paksa nih...? " ancam Arman.


" Gak dehhh makasih... makasih ya mas... udah Hani mau masuk ya.. mas jangan lupa kabari Hani.. " kata Hani meraih tangan Arman dan salim, lalu bergegas membuka pintu mobil.


"Ehhh ada yang lupa dek.. " kata Arman.


Hani membalikkan badannya.. lalu....


"Mas dilihat temen ku nanti.... gak enak" kata Hani.


Setelah turun dari mobil Hani menuju kelasnya. Hani menunggu Shasa datang.


Setelah menunggu beberapa menit Shasa pun datang dan berteriak hebohhh.... padahal cuman sehari gak ketemu dah kangen kangenan seperti setahun gak jumpa.


Bel masuk, dan pelajaran di mulai. Tidak ada yang istimewa hari ini di kelas. Hani meminta Shasa untuk tidak memberitahukan pada Felli, Pras dan Roni tentang pertunangannya dengan Arman.


Hani tak ingin saja membuat mereka berpikir macam macam.


Hani akan menceritakan semuanya jika waktunya tiba.


Felli yang sedari tadi memperhatikan jari tangan Hani bertanya..


"Hani... emmm kamu pake cincin baru ya,,, apakah ibu membelikannya untukmu? bagus loh Hani sejak kapan sih kamu suka make perhiasan bukannya kamu gak terlalu suka ya"

__ADS_1


Hani tersadar lalu melihat jarinya...


"Ya Allah cincin ini,, cincin pertunanganku,," batin Hani sambil melirik Shasa yang duduk di depannya.


"Eh iya ini.. dari ibu ...Fell... " kata Hani singkat.


Dan tepat dengan bel berbunyi,, waktu istrahat membuat Hani lega, dan sgera ingin berlari ke kantin.


"Yukkk ahhh cabut... haus nih... " ajak Roni pada keempat sahabatnya itu.


Lalu kelima siswa itu berjalan menuju kantin, Hani yang jalan bersama Pras di belakang terlihat sedikit gusar sambil memegang cincin di jarinya itu.


Sesampainya di kantin mereka pun memesan jajanan sesuai selera masing masing.


Saat asyik makan semuanya tiba tiba Felii berkata...


"Sha.... Hani punya cincin baru tuh bagus ya,, modelnya tapi mirip kayak cincin tunangan ya... ada permatanya satu di ujung.. bagus loh Hani.. "


Deg.....


Shasa dan Hani saling bertatapan, sementara Roni dan Pras langsung kompak melihat cincin di jari manis Hani.


Haduhhhhhh cincinnya.....


Hani membisu, sementara Shasa sibuk mencari cari alasan untuk menutupi rahasia sahabat sekaligus tante iparnya itu.


Hani mengalihkan perhatian kepada gengnya Jesika. Geng Jesika yang slalu saja heboh di kantin. Jesika menyukai Pras, dia selalu menggoda Pras di depan Hani. Karena tahu Pras suka pada Hani.


"Oh ya... ada yang lagi di carik fansnya itu.. " Hani mencoba mengalihkan perhatian Felli dan kedua sahabat cowoknya yang akan membahas cincin Hani.


Sontak semua mata menuju Jesika dan geng. Pras yang malas melihat Jesika, melengos dan bernapas kesal.


"Jangan gitu dong Han... emang gak ada apa, cewek yang agak bener dikit gitu, yang jadi fansku.. " tanya Pras menatap Hani yang duduk di sampingnya asyik menyeruput es teh milik Pras.


Hani terkekeh... "Maaf deh beb... tapi kan Jesika rela mati demi kamu... eh sorry es tehnya. " kata Hani kembali menyeruput es teh Pras tanpa ijin dulu.


Roni, Shasa, dan Felli ketawa geli melihat Pras cemberut. Pras mengambil gelas berisi es teh yang tinggal setengah dari tangan Hani dan menyeruput menghabiskan es nya itu.


Hani agak lega karena cincin di jarinya itu sudah tidak menjadi bahan pembahasan sahabatnya itu....

__ADS_1


Aaaahhhh cincin oh cincin.


bersambung dulu ya... 😀


__ADS_2