Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 57 Cerita siang


__ADS_3

Lanjut lagi masih di 💕Pernikahan Kilat 💕 yuk berikan like ❤ komen, vote dan bintang 5 nya yah kakak.. salam sehat selalu,, selamat membaca..


Di dalam mall


Hani dan Shasa masih berjalan memasuki gedung besar tiga lantai diikuti dengan Pak Rahmat.


"Mas Arman kenapa harus nyuruh pak Rahmat untuk ikut kita masuk sih, kan sungkan jadinya..." Hani sedikit bergerutu namun tidak berani mengatakannya langsung pada Shasa takut jika pak Rahmat mendengarnya.


Setelah menemukan tempat berkumpul sahabatnya. Kedua wanita ini segera berlari kecil bak menemukan mainan baru di sana.


Nampak dari kejauhan Felli, Roni dan Pras tengah duduk mengitari meja. Shasa berlari kecil sedikit meninggalkan Hani yang tengah berbincang dengan Pak Rahmat.


"Bapak silahkan tunggu di sini, duduklah dan pesan beberapa makanan, atau makan siang, biar nanti saya yang akan membayarnya pak.. bapak jangan sungkan,, oh iya pak kami ada di meja nomer 4, kalo ada apa apa saya telepon bapak dari sana.. " kata Hani ramah seraya menunjuk meja bundar, yang telah berisikan sahabatnya.


Pak Rahmat menjawab.. "Baik bu.... " Pak Rahmat duduk di meja nomer 2 yang letaknya terpaut dua table dari tempat sahabatnya nongkrong.


"Pak... kalo bisa jangan panggil saya ibu,, saya seumuran dengan mbak Shasa hanya saya sudah menikah, jadi panggil aja mbak, kalo buat mas Arman, silahkan panggil Bapak gak papa, sesuai umur hehehe" canda Hani seraya berlalu meninggalkan pak Rahmat menyusul Shasa yang sudah dulu berkumpul.


Pak Rahmay mengangguk paham, "Eemmm sudah cantik, baik, sopan lagi, keluarga Bu Arni dipenuhi orang orang yang penuh kasih sayang. Bener kata orang orang di desa keluarga Haji Wijaya keluarga mampu tapi tetap sederhana " Kata Pak Rahmat sembari duduk.


Pak Rahmat memang sengaja dipekerjakan di rumah Arni, kakak Arman. Dia dulu bekerja di selep padi milik keluarga Arman, menjadi sopir angkut. Karena Arni menilai Rahmat adalah laki laki jujur, dan tanggung jawab, dia pun menawari Rahmat untuk bekerja menjadi sopir keluarga. Di rasa butuh oleh Arni, agar tidak harus selalu merepotkan sopir orang tua Arya, jika Shasa butuh pergi kemana mana sementara dia tengah sibuk bekerja.


Sementara suasana di meja cafe..


Betapa hebohnya reuni kecil para sahabat ini, Felli dan Shasa berpelukan, Pras dan Roni membulli Shasa yang makin gendut.


"Assalamualaikum... wah kalian apa kabar..?" Shasa datang memeluk Felli dari belakang. Yang dipeluk tak kalah heboh.Ketiga sahabat menoleh dan menjawab salam Shasa..


"Aaaaa... chaa kamu rupanya.. mana Hani... kok sendiri.. "tanya Felli.


"Masih di belakang tuh,, wuhh kamu apa kabar dengan studimu,, selamat ya di terima di Fakultas Kedokteran" jawab Shasa menunjuk ke arah Hani, kemudian mengambil posisi duduk dekat Felli dan Pras.


"Thank you... " Felli mengucap terimakasih pada Shasa.


"Makin subur aja kamu Sha... diet dong" sapa Roni sambil tertawa.


Shasa pun memonyongkan bibirnya. Pras menahan tawa melihat kedua sahabatnya sedari dulu jarang banget akur.


Sejenak terdiam, kemudian saling tertegun melihat Hani yang datang dari arah belakang menyapa mereka.

__ADS_1


"Assalamualaikum.... udah lama nunggu nih, maaf yah.. " kata Hani dengan suara merdunya.


"Waalaikumsalam.. " mereka kompak menjawab salam Hani tersebut.


Pras terkesima melihat penampilan baru wanita yang pernah dia taksir semasa putih abu abu itu...


"Kenapa hati ini kembali bergetar... apakah perasaan ini masih tetap sama ?" batin Pras mengulurkan tangannya saat Hani menyalaminya.


Felli berpelukan dengan Hani, Roni ikutan berdiri akan memeluk Hani juga..


"Haiii mau apa kamu,, masih aja gak berubah Roni ini ...hehe... apa kabar kalian? " tanya Hani sambil memukul lengan Roni yang tangannya udah terbuka mau ikutan memeluk Hani.


Roni tersenyum kecut saat Hani berkata demikian.. lalu ikutan duduk di samping Hani dan Pras.


"Ehhh jangan macam macam dia tanteku sekarang,, Roni masih mau nakal sama Tante aku.. dia Ibu Persit tauk... " Shasa melotot melihat kelakuan sahabatntya yang terkenal sedikit gila itu.


Pras terdiam masih memandang Hani tanpa berkedip.


"Udah pesen belum kalian? pesanlah aku yang traktir hari ini.. " seru Hani pada temannya..


"Baiklah mumpung ada yang ibu ibu baik di sini kita pesen yuk.. " kata Felli semangat.


Hani menoleh pada Pras yang diam diam masih memandang dirinya, di saat yang lain sibuk memilih menu, namun Pras hanya diam saja.


"Pras kamu kenapa ?, kok diam dari tadi.. mau pesen apa nih.. oh ya bagaimana dengan test mu? " tanya Hani melihat Pras.


"Aku gak papa kok, cuman kaget aja lihat penampilan baru kamu,, cantik, sholehah" kata Pras menyungging senyuman di sudut bibirnya.


Hani tertawa renyah, makin menambah manisnya.


Setelah memesan beberapa menu, mereka larut dalam candaan. Sementara Pak Rahmat memperhatikan kedua majikannya itu dari kejauhan.


"Hani... sorry.. kamu udah belum melakukan malam pertamamu yang sempat tertunda ?ceritakan dong malam pertamamu, aku kepo nih.. " Felli tiba tiba bertanya.


Semua yang tengah menikmati hidangan melotot mendengar perkataan Felli yang memang suka berbicara sedikit vulgar.


Pras sampai tersedak saos sambal. Hani membantunya mengambil orange juice milik Pras. Lalu menyodorkan pada sahabat cowok yang duduk di sampingnya.


"Bolehlah cerita dong te... aku juga mau dengar... " Shasa ikutan tertarik setelah sekian lama tidak chat Hani karena kesibukannya mengikuti tes.

__ADS_1


Hani hanya tersenyum senyum malu...


"Hani... ayolah... " pinta Felli.


"Privasi Fell,, sorry yah hehe... " jawab Hani.


"Wah bentar lagi kita akan punya keponakan anak Hani.. " celoteh Roni menyela pembicaraan sahabat sahabat ceweknya.


"Doain yahh... hehe... " lanjut Hani dengan mata berbinar.


"Aamiin.... " seru teman temannya mereka tertawa senang.


"Sepertinya Hani bahagia banget dengan pernikahannya. Kenapa hatiku sakit sekali yah,, aku sudah melupakan rasa ini, tapi masih saja tertancap di sini. " Pras yang terpaksa ikut tertawa namun dalam hatinya teriris.


Roni memandang sahabat cowoknya dan paham Pras tengah terluka lagi, namun dia harus siap menerima apapun tentang Hani, Roni memang sengaja berkata demikian tadi agar temannya sadar bahwa cintanya untuk Hani harus segera di akhiri. Roni sama sama sayang pada kedua sahabatnya ini, dan tidak akan membela siapapun makanya dia ingin semua hubungan persahabatan berjalan dengan tetap baik sampai akhir nanti.


"Kalian datang yah ke resepsiku.. ini.. aku minta kalian datang di awal.. agar kita bisa banyak waktu untuk foto bersama. " pinta Hani seraya menyodorkan undangan warna gold.


Ketiga temannya menerima undangan itu. Dan entah apa yang mereka pikirkan dalam kepala mereka masing masing, memandang dan membaca undangan Hani.


Ponsel Shasa bergetar...


"Assalamualaikum... iya bunda.. ada apa? oh iya baiklah aku segera pulang, oke oke.. waalaikumsalam." Shasa mengakhiri perbincangannya.


"Ada apa Sha...? " tanya Hani.


"Tante... om udah berangkat jemput ke sini, Shasa di suruh pulang dulu bareng Pak Rahmat, katanya bunda ada yang mau dibicarakan penting sama Shasa. Bunda juga sudah menelpon Om.. om di jalan. " cerita Shasa buru buru meminum juice alpukat yang tinggal setengah.


Berpamitan dengan para sahabat di sana.


"Oke... ketemu minggu depan di resepsi yah." seru Shasa setengah berlari, di temani Hani menuju pak Rahmat meninggalkan tasnya sementara di meja.


"Pak tolong antarkan mbak Shasa yah, saya pulang sama Mas nanti." kata Hani disertai anggukan Pak Rahmat.


Hani kembali ke meja dan memanggil waitres cafe membayar tagihan makanan yang dipesan teman temannya dan Pak Rahmat tadi.


Dalam hatinya Hani masih kepikiran ada apa dengan Shasa yang tiba tiba di suruh cepet balik sama kakak iparnya itu.


Bersambung dulu yah.... 🤗🤗 tetap jaga kesehatan .

__ADS_1


__ADS_2