Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 25 Masa Lalu


__ADS_3

Lanjut....


Masih dalam suasana di kantin sekolah.


Namun suasana pengalihan ke geng Jesika tersebut tak berlangsung lama, Felli kembali mengungkit cincin Hani.


Shasa dan Hani yang saling berpandangan gugup mendengar Felli membicarakan masalah cincin di jari manis Hani.


"Ahhhh kamu Fell,,, di mana mana yang namanya wanita pastilah suka perhiasan hanya saja Hani baru baru ini saja mau memakainya,,,bukan begitu Han..? " Shasa membuka pembicaraan.


Dia berharap sahabatnya tenang dan gak panik.


"Ehhh iya benar,, lagian ini sepertinya modelnya bagus aku suka,, bagaimana menurut kalian? " Hani bertanya pada sahabat sahabatnya seraya memamerkan tangannya.


"Bagus.... " Pras dan Roni menjawab kompak, karena memang teman laki laki mereka cuek cuek aja kalo masalah seperti itu, sementara Felli mengangguk dan berkata


"Dulu aku ingin beli model seperti itu Sha... tapi mamaku melarang,, katanya ini model cincin orang yang bertunangan atau menikah"


"Ahhh itu kan dulu, sekarang hampir semua makek model begini πŸ’..tuhh kakak kakak sepupuku ada yang makek cincin begini nih padahal juga masih kuliah and jomblo" sahut Roni sambil mengangkat tangan Hani memperhatikan cincin di jari sahabatnya itu.


"Hani... besok kalo aku dah sukses dan bekerja aku ingin gaji pertamaku untuk bundaku dan kamu,,aku akan belikan kamu cincin juga aku janji ✌🏻." Pras berkata pada Hani,, di sambut gelak tawa sahabat sahabatnya,.


Pras menyukai Hani, tapi Pras tahu Hani masih ingin fokus sekolah sampai lulus. Pras ingin mengungkapkan perasaannya setelah nanti dia lulus sekalian minta doa Hani untuk Pras yang akan mengikuti tes masuk POLISI.


Kehebohan di meja Hani dan sahabatnya itu berhenti ketika mendengar bel masuk,, tapi kok bunyinya tiga kali seperti bel waktu pulang sekolah.


"Sekarang pulang awal oyyyyy... guru guru ada rapat nih.." kata Jesika sambil bergaya centil di depan Pras dan teman temannya.


Jesika anak IPS kelas 12. Pras yang melihat kecentilan Jesika eneg lihatnya, hanya saja dia berusaha fine di depan semua.


"Tau info darimana kamu? "tanya Roni


"Emmm apa yang gak Jesika tau... iya kan bebeb Pras.. bebeb Pras makin cakep aja kapan ngajakin aku jalan ?" Jesika bergelayut manja di lengan Pras yang sedang berjalan didepan Hani, Shasa, Felli dan Roni.


Pras yang risih dengan perlakuan Jesika berkata.. "lain kali ya sekarang fokus UN dulu" sambil melepas tangan Jesika dari lengannya


Keempat sahabatnya pun tertawa geli melihat Pras dan Jesika.


Ternyata hari ini memang pulang lebih awal, karena semua bapak dan ibu guru akan mengadakan rapat membahas Persiapan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.


Felli sudah pulang duluan, sementara Roni dan Pras masih menyelesaikan tugas, dan mengerjakan tugasnya di paseban sekolah tempat biasanya siswa Kusuma Bangsa berkumpul atau sekedar ngobrol.

__ADS_1


Hani menghubungi Arman.


"Assalamualaikum mas... Hari ini Hani pulang agak awal, ini sudah pulang mas sekarang lagi sama Shasa, apa Mas Arman jemput atau Hani pulang sendiri aja? "


Beberapa menit kemudian balasan dari Arman masuk..


"Waalaikumsalam dek.. mas lagi jam istrahat makan siang, hari ini mas jemput tunggu situ ya! "


"Hani nunggu di paseban dekat pos satpam mas.. Hani tunggu." balas Hani menutup pembicaraan di wa.


Shasa yang melihat Hani selesai menggunakan ponselnya berkata... "Hani pinjam ponsel bentar yah mau nelpon ayah, hpku low bat nih"


"Kamu gak pulang bareng aku Sha..? Om Arman jemput" bisik Hani. Hani tetap memanggil Om di depan Shasa.


"Iya aku tahu semalam Om Arman mampir ke rumah di suruh bunda, terus cerita kalo mulai hari ini antar jemput Hani, Bunda senang dengernya. Tapi maaf Hani, aku gak bisa bareng kalian,, aku lagi pengen ayah nemeni aku beli sesuatu buat ulang tahun bunda dua hari lagi" kata Shasa pada sahabatnya sambil menulis pesan pada ayahnya.


"Loh Om Arya belum kembali ke tempat dinas toh? " tanya Hani.


"Ayah ambil cuti, gegara aku masuk RS kemudian acara pertunanganmu dan acara ulang tahun bunda" bisik Hani.


Kedua sahabat itu tertawa cekikikan merahasiakan sesuatu dari kedua sahabat cowoknya yang sedang asyik nyelesaikan tugas di dekat Hani dan Shasa, sedangkan Pras dan Roni asyik dengan kesibukannya menyalin tugas sambil memakai headset mendengarkan lagu lagu. Jadi apapun yang kedua gadis itu bicara, mereka tidak mendengarnya.


Saat Shasa melihat sebuah foto kecelakaan.


"Tante Resti.... " kata Shasa kaget.


Hani menoleh ke arah sahabatnya lalu ke ponselnya yang dipegang Shasa.


"Ada apa Sha.. kamu kenal orang itu? " tanya Hani.


"Aku sekilas tahu Hani... ini Tante Resti.. dia.." Shasa tidak melanjutkan perkataannya.


"Dia kenapa Sha...? " Hani penasaran.


"Janji ya jangan marah aku ntar ceritain" Shasa mengatakannya dengan ragu.


Hani mengangguk pelan.


"Dulu.. Om Arman pernah dekat sama Tante Resti ini, tapi Tante Resti mengkhianati om lalu menikah dengan seorang laki laki. Laki laki itu ternyata teman seangkatan dengan Om Arman.... Hani.. bukan tanpa alasan bunda memilihmu untuk menjadi istri om, di samping usia om, bunda juga ingin lihat Om Arman move on. Sejak di tinggal Tante Resti om gak percaya sama yang namanya perempuan, kecuali bunda dan aku. Sikapnya dingin jika terhadap wanita. " Shasa bercerita panjang lebar.


Hani yang mendengarnya ikut sedih, sedih yang bercampur aduk jadi satu, mirip seperti rasa yang pertama kali Hani rasakan waktu itu.

__ADS_1


Hanya saja kali ini dia lebih bisa mengendalikan diri.


Shasa melanjutkan ceritanya.. "Saat bunda melihat kamu menangis di pelukan om, dan om meresponmu dengan sangat hangat membuat bunda kaget dan senang. Ternyata Om Arman yang dulu dingin melihat wanita tiba tiba saja denganmu berubah, memang om itu orang yang sabar, wibawa tapi dia selalu pandai menyembunyikan hatinya yang terluka dan memilihnya menyimpan sendiri, kasihan om... Hani... aku mohon jangan ungkit lagi masalah ini, jangan tanyakan lagi padanya tentang hal ini,, sekarang om sudah bangkit dan mencintaimu, jagalah dia" Shasa berkata pada Hani sambil menggenggam erat tangan Hani.


Hani mengangguk meyakinkan sahabatnya itu.. "Insyaallah Sha.. aku sudah menerima Om Arman baik dari segala kekurangannya itu. Aku harap kamu jangan khawatir, kemarin memang sempat aku salah paham padanya."


Hani menceritakan awal mula kejadian kecelakaan tersebut, hingga Tante Resti tiba tiba memeluknya setelah Om Arman mencoba membantunya. Bahkan Hani sempat marah dan kesal, mungkin karena cemburu. Om Arman meminta maaf dan menjelaskan pada Hani. Om berkata bahwa Resti istri temannya.


Shasa lega mendengar penjelasan Hani, Shasa yakin jika Hani mampu membuat Om Arman melupakan masa lalunya dan menikah dengan Hani membuat masa depannya.


Hani berpikir kembali.. "Betapa sakitnya pasti hati Mas Arman bertemu dengan mantan kekasihnya , dan sekarang sudah menjadi istri temannya sendiri.. Ya Allah aku sungguh bersalah telah bersikap seperti kanak kanak kemarin. "batin Hani menyesal.


Beberapa saat kemudian, terdengar klakson mobil berbunyi dan rupanya Arman datang menjemput.


Arman turun dari mobilnya menuju paseban tempat Hani dan Shasa menunggu. Pak Satpam keluar pos dan menyapa Arman ramah. Arman mengkode bahwa dirinya tengah menjemput seseorang.


Sementara itu banyak pasang mata siswi siswi yang histeris melihat Arman berseragam berjalan menuju paseban.


"Wahhhh keren.... mirip Big Boss ...di Descendants of the sun.. yahhhhhhhhhh...." salah satu dari siswi itu berkata pada teman temannya.


"Song Joong Ki.... nya Indonesia... 😍😍" kata siswi yang masih histeris melihat Arman dari dekat.


Arman hanya tersenyum pada para siswi itu dan melihat Hani dan Shasa tengah membahas sesuatu di sana, Arman pun menghampiri.


"Maaf yah udah tadi menunggu lama? " tanya Arman., membuat keempat sahabat itu kaget akan kedatangannya.


"Ommmm " mereka kompak memanggil Arman.


"Ayo pulang... Shasa... ayah tadi menelponku katanya disuruh membawamu pulang dulu sekalian disuruh ganti baju kalo mau jalan jalan. Bukankah Shasa mau keluar sama ayah kan,,, " kata Arman., lalu menyapa kedua teman cowok Hani dan Shasa yang tersenyum pada nya.


"Iya ayo deh pulang dulu Sha,, ehh aku duluan ya " kata Hani pada kedua temannya itu.


Hani, Shasa dan Arman meninggalkan Roni dan Pras di paseban.


Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang, sedangkan Hani diantar pulang ke rumahnya.


Hari ini ada satu kisah masa lalu Arman yang Hani ketahui dari Shasa. Memang perjodohan ini terlalu cepat, sehingga Hani pun belum benar benar tahu kehidupan Arman bahkan sebaliknya.


Hani berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat Arman dan kedua keluarga kecewa, apalagi Ibu Hani yang menaruh harapan besar padanya agar masa depannya cerah... jadi saatnya... say good bye.. untuk semua masa lalu Calon Suaminya itu.


bersambung dulu ya.... πŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2