Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 52 Pagi pertama


__ADS_3

Hallo ketemu lagi kakak... jangan lupa yah komen, vote, like ❀ dan bintang 5 nya di karyaku ini yah.. selamat membaca.


Di dalam kamar mandi


Di tutupnya pintu kamar mandi,.... Arman melepas kaos polo berkrah yang menempel di tubuhnya.


Hani hanya diam menunduk melihat suaminya membuka baju. Meskipun sudah empat bulan menikah namun pemandangan ini jarang dia lihat, selain suaminya baru pulang tugas, Arman selalu berganti pakaian di dalam kamar mandi begitu juga dirinya.


"Fuhh kenapa jantungku berdetak cepat sekalu,, Ya Allah tolong.." batin Hani.


Arman membalikkan badan memandang istrinya yang masih terdiam, lalu mendekatinya.


"Kenapa sayang, aku hanya memintamu mandi bersama, kemarilah mas bantu membuka pakaianmu.. " Kata Arman lalu mengawalinya dengan membuka hijab Hani, kemudian melepas kancing kemeja Hani satu persatu, melepaskannya dari tubuh putih wanita itu.


Hani masih diam, detak jantungnya sudah tidak teratur dari tadi, bahkan mungkin sudah terdengar oleh Arman sejak tadi yang berjarak dekat sekali dengannya.


Arman menelan ludah saat melihat barang Hani yang polos ranum tak pernah tersentuh apapun didepannya,, Setelah membuka kemeja Hani, Arman membuka pengait rok panjang milik Hani yang terletak di belakang.


Arman melingkarkan tangannya ke belakang, membuka perlahan hingga rok Hani jatuh ke lantai kamar mandi dengan sendirinya.


Sekarang hanya tinggal bra dan celana dalam Hani yang masih menempel di tubuhnya. Hani menutupi kedua barang pribadinya itu dengan tangan.


Dan berusaha menahan Arman yang sudah tidak sabar dengan pemandangan di depannya itu.


"Mmmasss.. biar Hani saja yang membuka,, mas tolong.. mandi saja dulu di sana tutup mata dulu Hani malu.." pinta Hani.


Arman tersenyum dan memahami ini pertama kalinya mereka dalam keadaan seperti itu, tentu saja hal ini membuat Hani sedikit gelisah.


Arman menuruti istrinya, sambil mengacungkan jari kelingkingnya, seolah mengingatkan Hani akan janjinya tadi.


Arman membalikkan badan, membuka celana trainingnya yang dia pake ke pasar tadi, Arman sudah telanjang dan berjalan menuju shower, menghidupkan kran air dan membasahi tubuhnya.


Hani dengan gugup masih menunduk.. Hatinya kacau,, " Mungkin ini saatnya mas Arman mendapatkan haknya setelah sekian lama tertunda, dosa buatku jika masih harus mencari alasan lain.. lambat laun pasti semua ini akan terjadi.. Bismillah..." batin Hani, membuka semua yang masih melekat di tubuhnya. Kini tubuh polos Hani menuju ke arah suaminya yang sedang menikmati guyuran air.

__ADS_1


Arman yang menyadari istrinya telah berdiri di belakangnya,tersenyum. Arman menyerahkan sabun pada Hani, dan menyuruhnya menggosok punggungnya dengan posisi masih membalikkan badan, menghadap tembok kamar mandi.


Hani menerima sabun lalu dengan tangannya yang lembut Itu, Hani menggosok pelan punggung Arman.


Dilihatnya punggung suaminya itu, di gosok dengan lembut, seperti memandikan adiknya dulu waktu masih balita.


Arman merasakan sentuhan Hani, berusaha sedikit menahan nafsunya, karena dia ingin menikmati permainannya bersama wanita yang sah dia nikahi.


Seusai menggosok punggung Arman dengan rata, Arman berkata... "Balikkan tubuhmu biar aku gantian menggosok punggungmu..!" perintah Arman kemudian.


Hani masih ragu.. lalu Arman membalikkan tubuh istrinya dengab cepat dan menggosok balik punggung putih Hani.


Tubuh Hani bergetar saat merasakan sentuhan laki laki itu. Arman memandang tubuh mungil istrinya, menggosok perlahan di bagian belakang, lama kelamaan tangan Arman menggosok bagian depan tubuh Hani.


Merasakan dan meremas kedua gunung kembar milik istrinya, Hani mendesah perlahan, sambil menahan malu. Arman makin terpancing mendengar desahan itu.


Ditariknya Hani untuk lebih mendekat, hingga kedua tubuh itu menempel. Masih posisi Hani membelakangi Arman. Ada yang Hani rasakan berbeda dari tubuh Arman.


Ada sesuatu yang menegang di sana, Hani makin gemetar, sementara Arman sudah tidak dapat menahan lagi hasratnya.


Arman mengabsen semua bagian tubuh Hani, menggosok semua milik Hani. Mendaratkan ciuman di leher jenjang istrinya, di bawah guyuran air shower.


Setelah itu Arman mematikan kran air, lalu menggendong Hani, membawanya keluar kamar, membaringkan tubuh Hani di atas ranjang.


Mereka berdua yang masih basah, saling menatap, Arman berkata.. "Sayang ijinkan mas melakukan kewajiban yang tertunda ini, kamu ikhlaskan.. Bismillah...."


Entah mengapa seperti terhipnotis oleh tatapan hangat Arman, Hani yang polos mengangguk perlahan.


Tanpa membuang waktu lama, karena sudah tertunda beberapa kali, Arman melancarkan serangannya.


Mencium mesra, bibir Hani dilumat dengan lembut, turun hingga leher ciuman Arman. Hani hanya diam tanpa membalas ciuman Arman. Arman paham ini pengalaman pertama untuk istrinya.


Meninggalkan beberapa jejak warna merah disana, kemudian Ciuman Arman menjalar menuju pribadi Hani yang selalu dia jaga dengan baik. Arman bermain di sana, dengan lembut di lahapnya juga gunung kembar Hani. Hani mulai menikmati permainan ini, meskipun sedikit takut.

__ADS_1


Puas bermain di sana, Arman melancarkan serangannya pada area sensitive Hani yang di bawah perut.


Hani kembali gusar dan takut, Arman yang melihat istrinya begitu takutnya berkata...


"Sayangg jangan takut.. ini mungkin akan sakit, tapi sebentar kok yah.. di tahan... mas akan melakukannya perlahan. " bisik Arman dengan posisi menindih tubuh Hani.


"Hani takut mas... Hani takut sakit.. " seru Hani tegang.


"Suuuuttt mas pelan pelan yahhhh"Arman menenangkan kembali Hani, dengan mencium bibir mungil yang teleh menjadi candu bagi Arman.


Hingga membuat Hani terlena, mengerang, menikmati ciuman dan sentuhan Arman. Tanpa Hani sadari, benda keras menyentuh area sensitivenya.


Ada dorongan di sana yang membuat Hani sedikit berteriak.. " Awwww massss sakitt"


"Mas sudah pelan sayang,, sedikit lagi tahan yah.. " Arman yang sudah memuncak nafsunya , kembali mendorong miliknya ke bagian bawah Hani.


Hani memejamkan mata, mencengkeram erat lengan Arman yang berada di samping kanan kirinya, untuk menahan tubuh Arman.


Makin kuat Arman berusaha mendorong kesucian Hani, Tubuh kekar Arman bergerak cepat mendorong, Hani makin menahan sakit berteriak lirih... "aahhh sakittttt "


Arman terus berusaha, dan tak mendengar lirihan Hani, dan akhirnya setelah berusaha keras, Arman berhasil menembus kesucian Hani itu.


Hingga akhirnya darah kesucian Hani mengalir menodai sprei di atas ranjang, yang menjadi saksi perjuangan cinta mereka.


Arman dan Hani mulai menikmati permainan itu, pada akhirnya mereka melewati malam pertama yang tertunda.( tapi serangan ini dilakukan bukan malam malam ya readers,, masih pagi saat mereka pulang dari pasar,, jadinya bukan malam pertama tapi pagi pertama heheheew 😍😍)


Giliran Arman memuncak, membuat seluruh badannya bergetar hebat. Akhirnya selesai sudah kewajiban pertama Arman terhadap istrinya tersebut.


Arman tumbang di samping Hani, sementara Hani juga demikian. Dia lemas terurai , airmata kebanggaan mengalir di sudut mata indahnya itu. Airmata kebahagiaan karena telah berhasil menyerahkan mahkotanya yang sudah dia jaga selama ini kepada laki laki yang menjadi imam dalam hidupnya sekarang.


"Terima kasih sayang,, sudah memberikan yang terbaik untuk pernikahan kita ini,, Aku mencintaimu Hani,, berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku, aku akan setia menjagamu, seperti sumpahku yang juga setia menjaga negara ini" Arman mencium kening Hani. Mengusap airmata di sudut mata Hani.


Keduanya terlelap dalam kelelahan, dibalut selimut, keduanya mengurai mimpi, saling berpelukan bahagia. Setelah melalui proses yang panjang, meskipun pernikahannya yang kilat, namun perjuangan untuk bersatu benar benar melalui proses yang panjang.

__ADS_1


Kepergian Arman yang bertugas setelah akad nikah di langsungkan paginya, menahan rindu saat berjauhan dengan jarang berkomunikasi terkendala sinyal yang buruk, Akhirnya mereka harus sama sama memendam kangen itu bersama dengan langit malam yang mereka pandang di kala saling merindukan. Sungguh suatu perjuangan tanpa batas.


Bersambung dulu yah kakak... πŸ€—πŸ€—


__ADS_2