
Lanjutannya ya......
Sesampainya di rumah Hani...
"Assalamualaikum... ibu.. Hani pulang.." Hani mengetuk pintu rumahnya.
Terdengar jawaban dari dalam " Waalaikusalam....... "
Ibu membuka pintu dan tersenyum lega melihat Hani sudah kembali ke rumah. Hani mencium punggung ibunya.
" Assalamualaikum Tante Mita.... katanya tante agak tidak enak badan ya...? oh ya tante ini Om Arman omnya Shasa.. " celutuk Shasa dari belakang Hani, dan ikut ikut mencium punggung tangan ibu Hani., lalu memperkenalkan Arman yang sedari tadi berdiri di belakang Shasa.
Di lihatnya Shasa... " Waalaikumsalam nak Shasa.. iya tadi sempat pusing Alhamdulillah sekarang sudah mendingan.. , Oh ini rupanya adiknya mbak Arni ya...Mita mengajak masuk
Ibu Hani dan Ibu Shasa memang berteman lama. Ibu Shasa sering memesan catering masakan ataupun kue untuk konsumsi di acara acara kantor ataupun di rumah. Mereka berdua adalah teman baik sewaktu SMP.
Sementara itu Arman menundukkan kepala dan bersalaman dengan ibu Hani. Lalu tersenyum. Rupanya Ibu Hani temannya Kak Arni pikirnya tanpa mengeluarkan suatu katapun
" Maaf tante udah malam,,, Shasa pulang dulu, nanti lain kali Shasa main ke sini ya... lagian Om Arman ada piket malam te.. jadi Shasa pulang dulu ya te... "
Shasa kembali mengulurkan tangannya meminta ijin pulang. Lalu memeluk manja Mita yang sudah seperti bundanya sendiri
Begitu juga Arman..segera mohon ijin untuk undur diri.. " Saya pamit pulang dulu bu.. " pamitnya pada Mita
"Ohhh iya nak.. terimakasih ya sudah mengantarkan Hani pulang maaf merepotkan" kata Mita kepada Arman.
" Shasa salam buat bunda ya... " Mita dan Hani mengantar kepergian mereka berdua.
" Shaaa... makasih ya.., " Hani berjalan bersama Shasa sedangkan Ibu Hani dibelakang bersama Arman. Shasa mengangguk tersenyum manis pada sahabatnya itu.
Setibanya di mobil, Shasa memeluk Hani
"Sampai jumpa besok di sekolah ya chubby ku.. " Shasa mencubit pipi Hani gemas dan mereka berdua tertawa.
"Dek... om pulang dulu ya.. " sapa Arman yang merasa sejak tadi merasa di cuekin oleh Hani.
__ADS_1
" Oh iya om terimakasih banyak dan maaf jika Hani merepotkan om sampai harus di antar segala... " celoteh Hani panjang sambil mengulurkan tangan dan mencium punggung Tangan Arman.
Bagaimana pun juga etika dan sopan santun yang telah ibu Hani ajarkan di terapkan oleh Hani.
Arman pun juga mengulurkan tangannya dan sempat melirik luka tangan Hani. Meninggalkan bekas luka.
" Pertama kali main ke rumah pertama kalinya terluka.. " pikir Arman.. Hani tersenyum pada Arman.
Shasa dan Arman segera masuk ke dalam mobil. Setelah berpamitan mobil mereka pun melaju meninggalkan halaman rumah Hani.
Hani dan ibunya segera masuk ke dalam rumah. Karena udara dingin malam itu akan bisa membuat mereka flu.
"Hani sudah makan nak ? " tanya ibunya. "sudah bu tadi di rumah Om nya Shasa ... oh ya bu mana Aldo? " tanya Hani mencari adik laki lakinya.
"Aldo sudah tidur tadi katanya pusing stelah pulang sekolah badannya panas. Mungkin perubahan cuaca" sahut ibu Hani...
"Hani mandilah sebentar ibu buatkan air panas buat mandi ya.. "ibu Hani beranjak ke dapur.. Hani mencegah.. "tidaak usah bu Hani mandi air dingin saja lebih segar,, lalu Hani akan tidur setelah sholat isya ya bu, Hani capek banget hari ini kenak hajar fisikanya Pak Marzuki... " celoteh Hani kemudian berlalu meninggalkan ibunya yang geleng geleng kepala.
Sempat menengok kamar Aldo dan melihat adiknya tidur. Hani mengusap kening adiknya yang tengah tertidur lelap. "GWS boy..,"gumam Hani.
Hani segera mandi, sholat isya lalu membaringkan tubuhnya di ranjang ukuran kecil. "Ahhh enaknya... " sambil menutup mata. Tiba Tiba wajah Arman muncul di pelupuk matanya...
"Ya Allah kenapa wajah om itu tiba tiba muncul... palingan juga baper aku..," Hani senyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi di rumah Arman saat masak di dapur.
Tidak pernah dia merasakan hal seperti itu suasana kekeluargaan yang begitu kental, perhatian yang lebih seperti perhatian dari seorang ayah yang lama tidak Hani rasakan. Hani pun tenggelam dalam perasaan itu, dilihatnya luka di tangannya itu.
"Ini hanyalah luka kecil yang biasa dia dapatkan saat membantu ibu di dapur... tapi ini meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bersama om om tentara makan bersama. " batinnya. Hani mengeluarkan salep dari dalam tasnya, kemudian mengoles tangannya dengan salep pemberian Arman.
Ada perasaan bangga ada perasaan bahagia ada perasaan sedih ketika pandangan wajah Arman yang sedikit kesal tadi saat mengobatinya.
Pengalaman pertamaku bersama orang orang yang baru aku kenal tapi rasanya sudah seperti saudara.. Hanipun jadi baper... lalu terlelap dalam mimpi indahnya.
Sementara di dalam mobil Arman..
Arman dan Shasa berbincang,, "Nduk kalo bunda belum datang bagaimana? Tadi om sempat menelpon bunda tapi tidak diangkat mungkin sedang sibuk atau dalam perjalanan" kata Arman pada keponakannya yang sedang sibuk melihat ponselnya.
__ADS_1
"Yahhh..... apa Shasa ikut om aja ya... tapi Shasa berani kok om tidur sendirian di rumah" Shasa sering di tinggal sendirian kalo bunda ada dinas di luar,, jawabnya.
Ayah dan bunda Shasa memang sibuk kerja masing masing, ayah Shasa tempat kerjanya di luar kota jadi pulangnya seminggu sekali.
"Jangan... jangan.. anak cewek sendirian di rumah tidaklah baik,, ikut om saja ambil buku dan seragam sekolahmu buat besok lalu menginaplah di rumah! " perintah omnya.
Bagaimana mana mungkin Kak Arni tega sering meninggalkan gadis keponakanku ini sendirian di rumah, sekarang tindak kejahatan meningkat huh dengus Arman kesal pada kakak perempuannya itu.
"Tapi kan om sekarang ada piket malam bagaimana? " tanya Shasa lagi..
"Udah nanti om yang atur kamu nurut saja, sampai rumah segeralah ambil buku dan perlengkapanmu jika memang bunda belum pulang ikutlah bersamaku " tegas Arman.
Shasa hanya mengangguk nurut. Memang om yang over protektif dan sedikit membosankan, harus menuruti perintahnya pikir Shasa sambil memainkan ponselnya.
Tiba di rumah Shasa benar saja bundanya belum datang, Arman menelpon kakaknya itu dan memberitahukan bahwa Shasa akan menginap di rumahnya malam ini.
Arni mengatakan bahwa dirinya masih terjebak macet di jalan dan akan tiba larut malam di rumah, Arni lega putri semata wayangnya itu bersama Arman.
Setelah berkemas Shasa dan Arman meninggalkan rumah Arni dan menuju tempat dinas Arman. Shasa diminta menunggu di mobil sementara Arman masuk ke dalam.
Suasana di kantor Arman dari jauh
Beberapa pria berpakaian doreng memberikan hormat kepada Arman yang akan masuk melalui pos penjagaan. Lalu Arman berjalan masuk sampai tak terlihat lagi bayangannya oleh pandangan Shasa.
Beberapa menit kemudian, Arman kembali dan melihat Shasa sudah tertidur. Arman membirkan keponakannya itu tidur. Lalu segera membawa pulang. Sesampai di rumah, Arman membangunkan Shasa dan membantunya membawakan tas Shasa.
Mereka berdua segera masuk rumah, Shasa yang tak kuat menahan kantuk pun mencari kasur lalu tidur, Arman yang melihat kelakuan manja keponakannya geleng geleng kepala dan berkata..
"Sha.... ganti bajumu dulu, kamu itu perempuan nak... masih pake seragam lagi ayo sana ganti cuci muka, solat dlu baru tidurlah,"
Dengan berat hati Shasa mengikuti perintahnya. Dan malam itu Shasa terlelap dalam kamar masing masing. Sedangkan Arman berada di kamarnya masih asyik melihat laporan laporan di laptopnya.
"Sungguh hari yang melelahkan tapi kita wajib bersyukur, masih ada hari esok mudah mudahan lebih baik dari hari ini." gumamnya...
bersambung tunggu kelanjutannya ya sahabat... salam sehat selalu🤗🤗
__ADS_1