
Lanjut lagi masih di 💕Pernikahan Kilat 💕 yuk berikan like ❤ komen, vote dan bintang 5 nya yah kakak.. salam sehat selalu,, selamat membaca..
Jam menunjukkan pukul 2.25 dini hari... Tiba tiba Hani terbangun karena haus.. Hani membuka mata, dan melihat suaminya sedang tidak berada di sampingnya.
Dipandangi semua sudut kamar, ternyata dia menemukan sosok laki laki tampan sedang duduk bersila di atas sajadah.
Arman tengah sholat tahajud. Selama ini Hani baru melihatnya, memang suaminya kerap sholat malam, namun baru kelihatan hari ini dengan mata kepala sendiri.
Mungkin karena terlalu nyenyak bobok sampai tidak mendengar apapun.
Hani turun dari ranjang perlahan, keluar kamar menuju dapur. Selesai minum Hani kembali masuk, di dapatinya Arman tengah melipat sajadah dan selesai sholat.
Hani masuk ke kamar mandi untuk pipis, kemudian segera keluar kamar.
Arman duduk di sofa menunggu Hani. Hani yang keluar kamar mandi, sedikit berjingkat kaget melihat Arman sudah duduk di sofa.
"Kenapa sudah bangun dek..?" tanya Arman sambil melambaikan tangan, menyuruh duduk di sampingnya.
"Haus mas... tiba tiba terbangun aja, mas abis sholat yah..? "Hani berjalan manja menuju tempat Arman. Arman menatap istrinya yang mengenakan baju tidur rok di atas lutut, berwarna pink muda. Terkesiap gemuruh di dadanya.. serrrrr...
Mereka berdua duduk di sana.
"Kamu masih ngantuk yah...?"tanya Arman melingkarkan tangannya di bahu Hani.
Sementara Hani menyandarkan kepalanya di bahu laki laki 29 tahun tersebut.
"Masih mas... shubuh masih satu jam lagi" kata Hani bergayut manja.
"Nanti mas sudah mulai dinas dek.. sudah kembali normal, apa rencanamu hari ini? " tanya Arman sambil memainkan rambut panjang Hani yang terurai.
"Emmm boleh gak Hani ke rumah ibu? Hani ingin melihat ibu dan Aldo kangen.. sekaligus mengantar undangan ke rumah teman Hani. mas.. " kata Hani pada Arman.
"Tentu saja boleh,, pergilah tapi jangan bawa motor, biar mas antar saja naik mobil, jika nanti adik mau antar undangan ke temannya ajaklah Shasa, jangan sendiri, biar Shasa nanti di antar sopir baru Mbak Arni. " pinta Arman yang tidak mau istrinya pergi seorang diri.
Hani mengangguk paham. Lalu mengecup pipi Arman. Arman memegang tangan Hani yang menempel di pipi kirinya, lalu membalas kecupan Hani.
Arman yang sudah sedikit naik nafsunya sejak melihat Hani memakai rok di atas lutut, dan melihat paha Hani yang mulus saat duduk di sampingnya, tidak mensia sia kan kesempatan itu.
__ADS_1
Dipagutnya bibir Hani lembut,, sampai kedua insan ini mendesahh. Ciuman Arman mulai memanas, menuruni lehernya, memagut di sana hingga tertinggal jejak merah mewarnai leher putih Hani.
Tangan Arman tak diam di situ. Dia gemas melihat istrinya memakai rok tidur pendek yang merusak pikirannya sedari tadi itu. Tangannya bergerilya dengan cekatan, Hani yang sedikit kewalahan dengan serangan Arman akhirnya terpojok di sudut sofa.
Tak terasa Arman sudah membuka bajunya, dan menindih Hani yang terbaring di sofa.
Arman membuka baju Hani, kembali mencium barang pribadi Hani. Kali ini Hani sudah mulai terbiasa dengan ritual ini.
"Massss... pindah aja di ranjang, di sini sakit" ajak Hani pada Arman yang tengah menikmati lehernya.
Arman menghentikan aktifitasnya itu, memandang tubuh Hani mengangkatnya ke ranjang dan melanjutkan segalanya yang dia inginkan.
Arman berbisik... "Dik... ini serangan fajar yah... gak papa bentar lagi mandi besar subuh subuh.. " sambil tersenyum dan menyerang Hani tanpa ampun. Hani pun menerima perlakuan suaminya dengan senang hati, keduanya menikmati ritual suami istri di kala fajar.
Saat Arman dan Hani sama sama mencapai puncak, keduanya terkulai lemas di ranjang.
" Makasih sayang... jadi semangat nih ke kantor... kamu bener bener istri sholehahku, ntar kalo aku pulang dinas boleh nambah dong... " bisik Arman menggoda.
"Ahhh mas.. gombal melulu.. udah mandi dulu bentar lagi adzan" Hani tertawa kecil mendengar bisikan suaminya itu.
"Beneran mas... habisnya istriku ini membuat diriku pengen terus di rumah. " kata Arman sambil ikut tertawa.
Hani dan Arman sudah siap berangkat, selesai mengunci rumah, Hani masuk mobil yang telah menunggu di luar pagar.
"Mass... jangan lirik lirik loh ya.. sekarang Hani beneran marah kalo sampek liat mas macam macam meskipun sama mantan" kata Hani tiba tiba, membuat Arman yang menyetir terkejut lalu tertawa.
"Baguslah jika kamu begitu, tandanya adek dah cinta mati sama mas.. " Arman tertawa terbahak bangga.
"Wuhhhh GR,, "kata Hani mencubit perut suaminya,, Arman pun membelai rambut Hani dengan tangan kirinya.
"Siapa yang gak suka lihat cowok pake berseragam tentara, gagah, berpangkat tampan pula,, pasti yang lihat keplek keplek, meskipun dulu Hani gak percaya diri jika laki laki itu menaruh hati padaku..kenapa yah sebagian orang tidak mau di jodohkan, aku malah setuju di jodohkan, ternyata jodohku pas banget.. " batin Hani sambil melamun.
"Tapi gak bisa menyalahkan orang yang menolaak perjodohan karena mungkin mereka belum mengenal karaktet masing masing, pasti punya alasan sendiri." kembali Hani membatin.
Arman fokus menyetir, di tengah keramaian pagi ini. Sampai akhirnya tiba di halaman rumah ibu Hani.
Hani dan Arman turun, masuk, dan bersalaman pada ibu. Arman berpamitan segera karena akan ikut apel di kantor, Arman mengajak Aldo untuk berangkat bersamanya.
__ADS_1
Hani mengantar kepergian suaminya, Arman mencium kening dan kedua pipi Hani di sana.
Hani mencubit perut Arman kembali...
"Mas malu.. ada ibu tuh.. dilihat adek juga.. " bisik Hani yang canggung saat suaminya melakukan hal itu.
Mita yang melihat pasangan muda itu hanya senyum senyum bahagia.
"Gak papa ibu juga pernah mudah sayang.. mas berangkat dulu, jangan lupa pesan mas ya sayang.. nanti mas telepon mbak Arni agar Shasa ikut bersamamu antar undangan!
Ibu.. saya berangkat dulu nggih.. Assalamualaikum..." pamit Arman pada ibu dan istrinya.
Mereka berdua berangkat menuju tempat aktifitas masing masing.
Ibu dan Hani masuk ke dalam rumah setelah mobil warna hitam menghilang dari pandangan.
"Nduk dudu sebentar ada yang mau ibu tanyakan! " kata ibu Hani menyuruh putrinya duduk di kursi tamu.
Hani mengambil posisi duduk di samping ibunya, karena kangen.
"Ada apa bu? " tanya Hani.
"Nduk.. apakah kamu memakai alat alat kontrasepsi? maksud ibu,, Hani pake pil KB?" ibunya bertanya.
"Pil... pil apa bu? Hani tidak meminum obat apapun, memangnya kenapa? " Hani balik bertanya.
"Nak jangan tunda kehamilanmu,, ibu gak mau Hani pake KB dulu, gak baik nak... ibu tahu Hani masih ingin kuliah tapi kan suamimu pasti juga ingin keturunan darimu, mangkanya ibu bertanya,, " jelas ibu Hani pada putrinya.
"Iya bu... Hani mengerti, tapi Hani tetep ingin kuliah. " lanjut Hani dengan tatapan nanar.
Ibu mengangguk paham tersenyum, sambil memeluk putrinya.. " Anak baik.." bisiknya.
"Bu.. Hani mau tanya, kemarin Hani dan mas ke pasar, mampir ke lapak sayur langganan ibu yang ada di pojok sendiri itu, ibu pedagangnya hapal sama Hani dan bertanya apakah sudah punya celengan? mudah mudahan cepet... " Hani bercerita.
"Ohhh itu artinya dia lagi menanyakan Hani sudah hamil belum celengan itu mah artinya hamil nduk hehe" ibu Hani menjelaskan sambil tertawa.
Hani manggut manggut paham... ternyata itu artinya.
__ADS_1
Bersambung dulu yah... 🤗🤗