Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 59 Resepsi


__ADS_3

Lanjut lagi masih di ๐Ÿ’•Pernikahan Kilat ๐Ÿ’• yuk berikan like โค komen, vote dan bintang 5 nya yah kakak.. salam sehat selalu,, selamat membaca..


Seminggu kemudian berlalu, tibalah acara resepsi pernikahan Arman dan Hani yang sempat tertunda.


Keluarga Hani dan Arman siap dengan busana kembar. Ibu Hani dan Mbak Arni memakai kebaya dengan warna senada, Mas Arya juga memakai beskap Jawa.


Sementara Aldo memakai beskap yang seukuran dengan dirinya. Kali ini Aldo terlihat remaja banget, padahal usianya baru 11 tahun, namun postur tubuhnya yang tinggi itu menampakkan roman remaja seusia SMP.


Aldo berjajar, berdiri bersama ibunya. Menggantikan posisi alm. ayahnya. Lalu Mbak Arni dan Mas Arya berjajar berdampingan di atas pelaminan. Sebagai wakil orangtua dari Arman.


Semua sahabat Hani datang di awal seperti yang mereka janjikan. Shasa sudah mulai terlihat ceria, setelah kegagalannya masuk tes. Semua menghibur dan memberinya semangat. Felli memakai gaun warna pink soft selutut, sementara Roni dan Pras kompak dengan kemeja batik khas Indonesia.


Di sana rekan rekan Arman, Dafa, Agus, Taufik pun sudah hadir di awal acara. Mereka bertiga memakai pakaian beskap adat Jawa. Mereka dipasangkan dengan gadis muda dari kedua keluarga.


Si Shasa berpasangan dengan Dafa. Hati Shasa sangat senang sekali. Shasa menggunakan kebaya bewarna merah tua, dengan rambut yang di sanggul sederhana gaya remaja. Menambah kecantikan Shasa. Mereka menjadi pager ayu di acara tersebut.


Sementara sang pengantin sendiri memakai pakaian adat Jawa. Hani nampak cantik dengan busana Kebaya, perpaduan warna hitam dan gold. Kebaya Jawa modern dengan ekor yang menjuntai panjang di lantai. Mereka berdua menjadi ratu dan raja sehari, meskipun sempat tertunda.


Para keluarga pendamping nampak ceria, dan satu persatu tamu undangan berdatangan.


"Selamat ya jeng... emm pengantinnya cantik" seru salah satu teman Arni yang datang menyalami di atas pelaminan.


"Makasih ya kehadirannya... " kata Arni kemudian.


Silih berganti tamu bersalaman di sana tak jarang yang berfoto bersama pengantinnya.


Sampai saatnya tiba suara mc yang sedari tadi menyambut kedatangan para tamu dengan suara merdunya, mempersilahkan pasangan pengantin untuk menyanyi.


"Sekali lagi.. selamat untuk pasangan Mas Arman dan Mbak Hani.. semoga samawa yah,, untuk memeriahkan acara malam hari ini, monggo kiranya pasangan pengantin ini kita minta untuk menyanyikan sebuah lagu" begitu celoteh mbak mc.


Semua hadirin yang rata rata temen Arman bertepuk tangan riuh dan bersorak meminta mereka untuk bernyanyi.


Keduanya tersenyum.. "Dik... aku gak bisa nyanyi.. ayo tak temani nek arep nyanyi.. " bisik Arman di telinga istrinya.


Hani tersenyum manis dan mengangguk lalu tangan Arman menggandeng Hani, meminta mic pada operator. Sontak membuat riuh isi gedung.


"Bismillah.. saya mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran semua tamu undangan pada hari ini.. perkenankan istri saya Hani Ananta mempersembahkan sebuah lagu untuk kita semua... " Arman memberikan mic pada istrinya yang sangat cantik hari ini dengan balutan kebaya anggun.


Hani menerima dengan senang hati mic dari suaminya, menyapa ramah hadirin, membuat mata yang berada di gedung terpana dengan kecantikannya..


"Baiklah karena ada yang requst lagu ini, saya specialkan buat suamiku tersayang... mudah mudahan till jannah ya mas...lagu betrand petto.. takkan terganti.. " kata Hani di sambut tepuk tangan para undangan, saudara dan sahabat.


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


***Ku-bersyukur memiliki kamu


Ku-bahagia ada di sampingmu


Hati ini terasa tenang


Bila kau selalu bersama diriku


Kuterima kekurangan kamu


Kau terima kekurangan aku


Lengkapi lah lembar jalan ku


Untuk mengarungi di setiap langkah ku


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ

__ADS_1


Dari dalam hati kau takkan terganti


Sampai nanti aku mati


Dari dalam hati kau takkan terganti


Ku-cintai kau setulus hati


Ku-sayangi kau sepenuh hati


Aku mohon kau tetap di sini


Menemani aku sampai akhir nanti


Kan ku jaga kau selama-lamanya


Sampai raga tak lagi bernyawa


Aku mohon kau tetap setia


Menemani aku sampai akhir dunia


Dari dalam hati kau takkan terganti


Sampai nanti aku mati


Dari dalam hati kau takkan terganti***


Suara Hani terdengar merdu membahana, seperti menghipnotis yang ada di ruangan kala itu.


Lagu Hani membuat Pras yang berdiri di sana, menatap Hani menggenggam tangan Arman, trenyuh dan sadar, kini orang yang dia kagumi selama bersama sama mengarungi pendidikan di bangku SMA telah bahagia bersama pilihannya. Akhirnya Pras pun ikhlas dan turut bahagia melihat Hani.


Roni yang menjadi saksi bisu di kala Pras menyatakan cinta pada Hani dulu, tersenyum saat melihat Pras juga ikut tersenyum bangga. Roni diam diam memperhatikan Pras di sampingnya.


Seusai Hani menyanyi, Arman mengecup bibir Hani di atas pelaminan,seraya mengucap terimakasih atas lagu yang indah itu... yang tentu saja hal ini membuat yang ada di sana bersorak senang dan memberi aplause meriah.


Hani mencubit perut Arman.. "Mass malu ahh jangan begitu di lihat orang.." sela Hani mukanya memerah.


"Makasih sayang.. kamu makin bikin aku gemes.. awas aja nanti yah.. " goda Arman tersenyum nakal.


Ibu Hani, Aldo, Bunda Shasa, dan ayahnya merasa senang sekali melihat kebahagiaan itu, mereka benar benar tidak menyangka jika sekarang kedua anak itu telah jatuh cinta dengan cepat setelah adanya perjodohan kilat yang tidak di sangka.


Setelah bernyanyi, Hani menyerahkan mic pada mbak mc seraya membisikkan sesuatu pada pembawa acara tersebut.


Mbak mc mengangguk paham...


"Terimakasih mbak Hani yang cantikk.. woowww suaranya merdu sekali,, pantas saja kata salah satu sahabat mbak Hani, dulu waktu sekolah sering menjuarai lomba menyanyi loh.. oh ya ada permintaan nih dari mempelai.. untuk para sahabat mbak Hani monggo dipersilahkan menyumbang lagu" kata mbak mc dengan ramah dan ceria.


Keempat sahabat naik ke panggung sebelah kiri pelaminan, tempat para penyumbang lagu menuangkan suaranya di sana.


Sebelum bernyanyi, keempat sahabat Hani mengucapkan selamat...


"Teruntuk sahabat tersayang kami,, Hani Ananta Putri dan Om Arman Hardi Wijaya, kami mengucapkan selamat, semoga selalu bahagia, sakinah, mawaddah dan warohmah... jangan lupa kami tunggu keponakan kecil untuk kita, agar dapat meramaikan suasana grup chat kami" kata Felli disertai gelak tawa hadirin.


"Untuk lagu pertama kami persembahkan buat Hani si chubby..dan Om tersayangku..berjudul Dia Istimewa " kata Shasa mengambil mic tambahan yang di berikan mbak mc.


***Kata orang cinta datang tiba-tiba


Baru kini ku mengalaminya


Semua tentang dia buatku terpesona

__ADS_1


Apakah ini namanya cinta


Kuharap dia rasakan yang sama


Tuhan aku sedang jatuh cinta


Kubingung harus bagaimana


Ingin hati nyatakan cinta


Ku takut dia ada yang punya


Tuhan tolong-tolong bantu aku


Ketuk pintu hatinya


Aku hanya ingin dia


Karena dia sungguh istimewa


Kata orang cinta datang tiba-tiba


Baru kini ku mengalaminya


Semua tentang dia buatku terpesona


Apakah ini namanya cinta***


Hampir semua sahabat Hani ikutan bernyanyi dan merasa gembira. Terutama Shasa menyanyi sambil melihat ke arah Dafa, uang dipandang pun jadi salah tingkah.


Seusai teman Hani kini giliran rekan Arman, para om om tentara ini menyanyikan lagu sayang dan pamer bojo.


Acara resepsi Hani dan Arman begitu meriah, meskipun di gelar dengan nuansa sederhana namun rasa kekeluargaan memang benar benar dapat di rasakan di sana.


Saat Arman dan Hani tengah istirahat duduk, tiba tiba sosok wanita cantik, elegan mengaitkan tangannya ke lengan seorang pria berbadan tegap, rupanya Resti bersama suaminya turut menghadiri resepsi Arman.


Hani mengajak Arman berdiri kembali melihat Resti, mantan suaminya itu berjalan naik menuju pelaminan.


"Mas ayo bangun dong, ada teman mas tuhh" ujar Hani menarik tangan Arman.


Arman menoleh ke arah Resti dan suaminya, lalu tersenyum.


"Selamat ya.. Bang Arman... samawa... wahh pandai benar memilih istri.. " puji Wisnu suami Resti memeluk dan menyalami Arman.


"Makasih bang Wisnu.. " jawab Arman tertawa renyah, Resti ikutan menyalami kedua pengantin itu. Tangannya dingin, sedingin hatinya yang tiba tiba saja sakit melihat Arman bersanding dengan wanita lain.


"Samawa yah... Arman.. kalian serasi..." kata Resti dengan wajah datar memberi ucapan selamat, meskipun mulutnya berbicara,, namun hatinya tidaklah rela.


"Kalau gak gara gara mas Wisnu aku gak bakalan hadir di sini.. " batin Resti mendongkol.


Entah apa yang dipikirkan Resti, padahal dia sendiri sudah bersuami dengan laki laki yang tampan dan gagah pula, selain itu dia tega meninggalkan Arman hanya karena Arman jarang memberi waktu padanya. Rasa sakit Resti muncul saat tahu Arman bisa dengan mudah move on darinya.


Arman dan Hani mengucapkan terimakasih. Mereka pun mengajak pasangan itu berfoto bersama.


Senyuman yang terpaksa menghias wajah Resti yang berdiri di samping Hani. Hani tahu benar jika Resti tidak suka dengannya namun Hani bersikap dewasa demi Arman.


Acara berjalan lancar hingga akhir. Foto bersama keluarga, rekan rekan Arman, sahabat sahabat Hani, menjadi penutup acara sore itu.


Arman dan Hani mengucapkan terimakasih kepada keluarga,sahabat dan rekan mereka, yang telah banyak membantu acara hingga selesai.


Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi semuanya, meskipun lelah semuanta berjalan lancar. Alhamdulillah....

__ADS_1


Bersambung lagi yah.... ๐Ÿค—๐Ÿค—


__ADS_2