Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 29 Tanda tanya besar


__ADS_3

*Lanjut lagi yah...


**Senin pagi***...


Senin ini Hani, Shasa, sahabat sahabatnya dan tentu saja seluruh siswa kelas 12 akan menghadapi Ujian Nasional. Hari penentuan setelah 3 tahun berjuang di Sekolah Menengah Tingkat Atas.


Pagi ini Hani yang diantar Arman meminta doa ibunya.


"Ibu... doain Hani yah... supaya Hani bisa lancar menjawab soal soal nanti."


Hani mencium tangan Mita, lalu memeluk ibunya yang berdiri di ruang tamu.


Ibu Hani balas memeluk dan mencium kedua pipi putrinya itu.


"Doa ibu selalu ada buatmu dan Aldo nak,, berjuanglah. Jangan lupa membaca doa dan teliti dalam mengerjakan ya.. " kata Ibu Hani.


Hani mengangguk dengan percaya diri.


Aldo pun meminta ijin pergi ke sekolah juga bersama Hani, di susul Arman menyalami Ibu Hani.


"Kami berangkat bu.. Bi Imas doain Hani ya" Hani pamit juga pada Bi Imas yang sudah Hani anggap sebagai saudara sendiri itu.


Bi Imas yang tengah menyapu halaman mengangguk seraya melambaikan tangan.


"Ibu saya berangkat dulu, mohon doanya.. " Arman berpamitan kepada ibu mertuanya.


Ibu mengangguk mengiyakan.. " Tentu saja doa ibu untuk anak anak dan menantu ibu juga, tidak perlu kalian sampai memintanya nak,, ibu selalu akan memberikan doa yang terbaik" batin Ibu Hani memandang kepergian kedua anak dan menantunya itu.


Setelah menurunkan Aldo, Arman pun melanjutkan mengantar Hani.


"Dek... nanti fokus ya,,, santai saja,, Mas yakin kamu dapat mengerjakannya dengan baik. Oh ya apa Hani satu ruangan dengan Shasa nanti? " tanya Arman pada Hani.


"Kita gak satu ruang mas.. Insyaallah mas,, Hani akan berusaha tapi yah tergantung dengan yang namanya keberuntungan, terkadang kita siap dari rumah dengan berbagai materi yang sudah kita pelajari, Sesampainya di ruang ujian, lalu lihat wajah pengawas yang galak wess ambyar semua hehehe πŸ˜‚" celoteh Hani.


Arman tersenyum, memegang tangan Hani,


dan meyakinkannya bahwa Hani pasti bisa melalui dengan baik.


Sesampainya di sekolah Hani.


Hani berpamitan pada Arman, dan meminta doanya.. "Doain Hani ya mas... "


"Pasti sayang..., gak ada yang ketinggalan kan, kartu peserta atau yang lain? " tanya Arman.


"Gak ada kok mas.. semua sudah Hani siapkan nih.. " Hani menunjukkan tas yang di pegangnya., sambil mencium punggung tangan tunangannya.


Arman mengecup kening Hani, namun dia sempat menahannya ketika Hani akan keluar mobil.


Tiba tiba Arman mengecup pipi kanan Hani. "Semangat sayang 😘... good luck...." bisik Arman.


Hani yang terkejut, tertegun sejenak dan kembali sadar... " Ahhh mas... ciuman pertamaku di pipi.. " Hani mengelus lembut pipinya sambil menahan malu.


Arman senang mendengarnya, Hani segera pamit dan keluar dari mobil sambil melambaikan tangan, diapun masuk ke dalam sekolah.


Berjalan dengan percaya diri, entah Hatinya dari kemarin berbunga bunga tidak sedikitpun terbebani dengan materi materi belajar seperti kemarin kemarin.


Yah... Hani tau penyebabnya. Penyebabnya adalah Arman. Arman sang mood boster.


Sejak kemarin Hani tak merasa berjuang sendiri. Ada orang yang kini setia mendukungnya, selain ibu dan adiknya. Di tambah ini pagi pagi udah dapat first kiss di pipi yang membuat Hani makin malu tetapi juga makin semangat. πŸ˜πŸ˜πŸ€—

__ADS_1


Di ujung paseban beberapa murid tengah menunggu jam Ujian berlangsung.


Beberapa siswa siswi ada yang sedang membaca buku, ada juga yang sedang asyik dengan ponsel, ataupun bercanda santai dengan teman siswa lain. Bahkan ada pula yang melamun, dengan tatapannya yang kosong banget.. entah apa yang merasukinya..hingga membuatnya seperti tertekan.


Hani terus berjalan mencari teman temannya. Akhirnya mereka berkumpul bersama, meski tak satu ruangan tetapi mereka masih bisa berkumpul sebelum ujian di mulai.


Ujian dimulai...


Akhirnya ujian berlangsung dengan tertib, siswa pun mengerjakan soal soal dengan baik dan disiplin sesuai anjuran dari sekolah dan pengawas ruangan.


*******


Hari terakhir ujian...


Hani, dan keempat sahabatnya lega sekali ujian telah usai. Seperti yang mereka rencanakan saat di rumah Hani kemarin dulu, seusai ujian berakhir mereka akan berenang bersama.


Hani menelpon Arman untuk meminta ijin, sedangkan Hani sendiri sudah meminta ijin pada ibunya tadi pagi bahwa nanti sepulang ujian akan berenang bersama keempat sahabatnya.


"tut.. tut... tut... " nada panggilan tersambung


"Assalamualaikum mas.. mas.. Hani mau minta ijin berenang yah setelah ini.? " tanya Hani pada Arman yang telah mengangkat teleponnya.


"Berenang di mana? dengan siapa Hani? dan akan pulang jam berapa nanti? "tanya Arman sedikit mengkhawatirkan.


"Berenang di Puri Indah mas, sama Shasa dan teman teman kok,, insyallah ashar jam 3 kita pulang.. " jawab Hani memohon, dia berharap calonnya mengijinkan.


"Baiklah... hati hati... salam buat Shasa, Insyallah kalo mas bisa, nanti akan mas jemput.." Arman mengiyakan permintaan Hani.


Hani menutup teleponnya setelah mengucap terimakasih dan salam pada Arman.


Hani menunggu di depan ruang guru karena sahabatnya Shasa memintanya menunggu di sana. Shasa masih ada keperluan di ruang guru, untuk meminta surat keterangan pada sekolah.


Setelah urusannya selesai, Hani dan Shasa segera menyusul Pras, Roni dan Felii yang telah menunggunya. Mereka berangkat dengan motor, Hani berboncengan dengan Felli yang kali ini membawa motor sendiri, sedangkan Shasa bersama Roni. Pras sendiri. Sebenaranya Pras ingin bersama Hani, namun Hani menolak dengan lembut.


Sesampainya di Puri Indah Swimming Pool..


Mereka pun segera berganti pakaian dan larut dalam kebersamaan. Mereka tidak sadar Beberapa pasang mata memperhatikan kekompakan sahabat lima sekawan ini.


Saat Hani dan teman temannya beristirahat, "Lapar nih beli mie kuah hangat yuk !" ajak Shasa. Semua setuju.


"Jangan ikut semua deh... kalian jaga di sini aja ntar tempat kita di tempati orang lain... biar aku dan Hani saja yang memesan " kata Shasa.


Hani dan Shasa berjalan ke arah cafe dekat kolam renang, memesan 5 cup mie kuah rasa bakso. Setelah membayar dan meminta mbak mbak waitres mengantarnya nanti, Tiba tiba dari arah belakang ada yang menyapa Hani...


" Siang kakak cantik... lagi berenang yah... "


Hani dan Shasa kompak menoleh, ternyata Riski dan Harun serta beberapa adik kelas cowok sudah berada di belakang mereka.


Hani tersenyum dan mengangguk. Sementara Shasa melengos tidak senang, karena di sana ada Harun si pembuat onar, siapa yang tidak tahu Harun. Adik kelas yang selalu bermasalah dengan guru BK., dan benar saja yang menyapa Hani tadi adalah Harun.


Riski yang tidak enak karena Harun bersikap begitu pada Hani, menyenggol lengan Harun. Harun hanya tertawa pada Riski.


"Sudah tadi ya kak.. " tanya Riski..


"Iya dek lumayan... " jawab Hani..


"Dek kalo nanyak itu yang penting penting aja, jangan basa basi.. bukannya kalian sudah tau kita datang dari tadi. Kalian daritadi merhatiin kita kan ?" Shasa tiba tiba berkata sedikit kasar.


Hani memegang lengan Shasa, berusaha menahan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Maaf ya dek.. permisi" Hani meminta jalan pada Harun yang menutupi jalannya.


Harun berusaha menghalangi jalan Hani dan Shasa. Hani berulang kali memintanya dengan baik baik untuk memberi jalan, namun Harun masih saja mempermainkan kedua gadis itu.


Riski berusaha menyadarkan Harun. Namun Harun sudah terlanjur menikmati permainannya itu.


Hani yang kehilangan kesabaran akhirnya menginjak kaki Harun.....


"Huhhh berani beraninya kamu ya, gak ada sopan sopannya sama kakak kelas.!!! " Hani naik pitam. Membuat Riski dan Shasa kaget bukan main. Ternyata Hani yang terkenal sabar itu bisa marah juga.


"Aduhhhhh awwwww...sakit... awas kamu ya.. dasar cewek.. " geram Harun sambil menahan kakinya yang sakit sekali di injak Hani.


"Awas apa... awas apa coba kalo berani... aku tidak takut sama kamu, dengar ya...meskipun kamu terkenal jagoan di sekolah aku tidak takut sama kamu,, camkan itu!! 😑😑" teriak Hani marah.


Pras dan temannya yang lain mendengar teriakan Hani, segera menghampiri Hani dan Shasa.


"Ada apa ini? " tanya Pras.


"Maaf kak.. hanya salah paham saja" kata Riski mencoba menjelaskan.


"Ahhh payah Harun mencari gara gara dengan Kak Pras," Dengus Riski kesal pada Harun.


Pras memang agak di segani di sekolah mereka, dia Ketua Paskib di SMA Kusuma Bangsa dan sering menyumbangkan berbagai medali perlombaan taekwondo.


Pras menoleh pada Hani dan Shasa. Shasa berusaha memberi kode pada Pras bahwa mereka baik baik saja.


Hani pergi meninggalkan Harun, Riski dan yang lain dengan tatapan yang tajam.Shasa menyusul bersama Pras, Roni dan Felli di belakangnya.


Pras memberi peringatan pada Harun dan Riski agar tidak membuat onar di tempat umum serta jaga nama baik sekolah.


Riski meminta maaf pada Pras, namun Harun yang masih kesakitan masih menaruh rasa kesal pada Hani.


Pesanan mie cupnya datang, kelima sahabat itu masih dalam keadaan tegang. Dan memperhatikan Hani yang jika marah pipinya merah semua. πŸ€—


"Makanlah aku gak papa.. makanlah Sha.. bukannya kamu lapar tadi" Hani membuka sumpit dan sendok plastik yang terbungkus rapi, mereka pun tertawa kembali saat Roni mencairkan suasana., dengan tingkah konyolnya.


Beberapa waktu kemudian, Hani melihat sosok laki laki berbadan tegap masuk ke halaman tempat tunggu kolam renang..


Hani gugup, menoleh pada Shasa. Shasa yang paham mengkode Hani agar tetao tenang. Hani pun lega karena ada Shasa. Arman melihat grupnya Hani dari kejauhan lalu menghampirinya..


"Udah selesai berenangnya? kalo sudah selesai ayo pulang " ajak Arman.


Shasa dan Hani mengangguk kompak, setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Mereka semua keluar dari swiming poll tersebut.


Pras, Roni dan Felli menuju motornya, mereka tahu bahwa Hani akan pulang bersama Shasa dan omnya itu. Mereka saling berpamitan dan mengucapkan say good bye.


Saat Pras akan menaiki motor tiba tiba Pras Roni dan Felli melihat Hani tersandung dan hampir jatuh, untung saja Arman di sampingnya dan menahan Hani agar tidak terjatuh.


Hani dan Arman saling memandang dan tersenyum. Sedangkan Shasa sudah berjalan di depan mereka, mendahului menuju mobil.


Arman menggenggam tangan Hani sambil berjalan, lalu menyibak rambut Hani yang tergerai mengganggu pandangannya. Terlihat mesra. Kedua insan ini tidak menyadari bahwa ketiga pasang mata sahabatnya melihat dari belakang.


Deg.... jantung Pras mau copot... tertegun sejenak, Roni yang mengetahui sahabatnya berubah mimik wajahnya mengajaknya segera pulang.


Pras kalut... " Apa hubungan Hani dengan omnya Shasa...? batin Pras kemudian menyalakan motornya.


Hal ini akan menjadi tanda tanya besar untuk Pras, Roni dan Felli... mereka pulang ke rumah masing masing dengan membawa berbagai pertanyaan besar di kepalanya..


bersambung dulu yahhh... di tunggu kisah selanjutnya πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2