Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 30 Pras....


__ADS_3

*L*anjut ya......


Malam telah tiba...


Di rumah Pras..


Pras duduk di sofa, di teras belakang rumahnya.. Tatapannya kosong entah kemana sedangkan pikirannya jauh melayang.


Berusaha mengingat dengan benar kejadian tadi sore di parkiran luar kolam renang.


"Apakah ada hubungan special antara Hani dan Omnya Shasa? jika hanya hubungan seperti saudara mana mungkin Hani itu mau di gandeng oleh Omnya Shasa, sedangkan Hani bukan tipe gadis yang seperti itu. " Pras menggumam dalam hati.


Hujan gerimis malam ini, menambah suasana dingin hati Pras. Air hujan yang tengah turun membasahi bunga di taman belakang rumah Pras seakan turut bersedih.


Pras melihat ponselnya, memandang sejenak. Ingin rasanya menghubungi Hani dan menanyakannya langsung tapi dia tidak sanggup melakukannya.


"Bagaimana kalo Hani tersinggung? dia pasti akan marah padaku,,aku kenal betul sifatnya. Hani tidak suka jika ada orang lain yang terlalu ikut campur urusan pribadinya sekalipun sahabat sahabatnya. " kembali Pras bergumam seorang diri.


Pandangan kembali menatap ke arah yang kosong. Tiba tiba ponsel Pras bergetar......


Pesan dari Felli... "Bro belum tidur yah? kamu lagi apa nih gosip yukk" Felli mengirim pesan pada Pras.


"Belum.. malas ahhh gosip tok kamu ini" balas Pras.


"Wuhh kamu kenapa, galau yah... santai aja bro ntar ku gali informasi dari Shasa yah tentang Hani tadi sore... ayo semangat" Felli memberi semangat pada Pras, Felli tahu benar jika Pras sangat menyukai Hani dari sejak kelas 10 dulu.


Dan bukan rahasia umum lagi jika Pras menyukai gadis imut berponi ini namun selalu saja Hani menganggapnya sebagai sahabat.


Pras cukup berlapang dada.. karena dia mengerti alasan Hani bersikap seperti itu.


"Sudahlah Fell.. jangan bahas itu,aku lagi gak mau membicarakannya. Oh ya satu lagi tolong jangan bertanya pada Shasa.. sampai kita benar benar tahu keadaan yang sebenarnya" pinta Pras pada Felli.


Kedua sahabat ini larut dalam obrolan malam mereka. Mungkin sedikit dapat mengobati kesedihan Pras.


*******


Sementara di rumah Shasa...


"Ayo makan dulu Sha... sudah siap nih.. " bunda Shasa mengajak putrinya untuk makan malam.


Shasa segera berjalan menuju meja makan setelah mendengar ibunya memanggil.


" Wah bunda tumben masak ayam laos... enak nih... " Shasa mengambil piring lalu menyodorkannya kepada ibu.


"Iya ini tadi siang Ibu Hani mampir kemari dan menitipkannya untukmu. Ibu Hani tau kalo kamu suka makan ayam laos.. " Bunda Shasa bercerita.


Tak mau menunggu lama Shasa memulai ritual makannya dengan lahap.


Di tengah tengah Bunda Shasa dan Shasa menikmati makan malamnya, Arman datang dengan berpakaian dinas.

__ADS_1


"Assalamualaikum... " Arman masuk ke ruang makan dan menyapa keluarganya disana.


"Waalaikumsalam.. " Shasa dan bunda menjawab bersamaan.


"Sini makan dulu dek... loh kok tumben malam malam gini,, arep piket tah ? " logat medok Jawa Arni terdengar kental seraya memberikan piring kosong pada Arman adiknya.


"Om tumben kesini malam malam,, " Shasa bertanya pada Arman sambil meneruskan makannya.


"Iya nduk ada perlu sama bunda.. oh ya mbak.. Arman sudah makan mbak.. ini mau piket, akan ada acara di markas." kata Arman sambil memakan krupuk rambak.


Arni memahami kesibukan adiknya itu.


"Mbak ada yang mau aku bicarakan, mengenai pernikahanku... " Arman meneguk air putih lalu menatap Arni serius.


Shasa yang sudah selesai makan, segera membereskan piringnya dan tanpa diminta Shasa berdiri menuju dapur lalu kembali menonton TV di ruang tengah.


Karena etika yang diajarkan bundanya ketika ada orangtua tengah berbicara penting sebaiknya anak anak tidak ikut mendengar ataupun ikut campur, sampai mereka diminta pendapatnya barulah boleh mengeluarkan suara.


"Katakanlah dek ada apa? " tanya Arni.


"Pernikahan ini sudah di tentukan tanggalnya bukan, setelah Hani lulus dan menerima ijazah kami akan mengajukan sidang nikah mbak.. semua sudah di urus. Hanya saja.... " Arman tidak meneruskan kata katanya..


Arni memandang adik laki lakinya itu.


"Hanya saja kenapa dek ?.. apa ada masalah,, semua baik baik saja kan? "Arni mulai cemas.


"Akan ada pengiriman pasukan ke luar pulau.


Arni menghela napas panjang.


Arman yang diburu waktu, segera pamit pada Arni dan Shasa. Dan segera pergi menuju markas besar.


Shasa sebenarnya ingin sekali bercerita sedikit tentang Hani yang mengetahui masa lalu omnya itu dengan Tante Resti. Tapi melihat omnya terburu buru, Shasa mengurungkan niatnya.


Malam itu bukan hanya Pras yang galau,, ternyata Arman pun ikut galau...😪


*********


Keesokan harinya ......


Kelima sahabat ini masih belum puas jalan jalan, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke mall bersama.


Kali ini Shasa di ijinkan membawa motor. Shasa menjemput Hani di rumahnya.


Setelah berpamitan dengan ibunya Hani dan Shasa berangkat menuju rumah Felli yang ternyata di sana Pras dan Roni sudah menunggu.


Pras yang melihat Hani menyapanya dengan gembira dan senyum.Hari ini dia berniat ingin mengungkapkan kejujuran tentang hatinya pada Hani.


Di tengah perjalanan Hani mengirim pesan pada Arman. Karena walau masih bertunangan Hani merasa tidak enak hati bila tidak mengabari calonnya itu jika akan pergi keluar bersama temannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum mas... Hani ijin ke mall ya bareng Shasa dan teman teman. Mas jangan lupa maem dan sholat yah... " isi pesan Hani.


Dilihatnya ponsel Hani masih belum ada tanda tanda balasan dari Arman, karena hampir sampai Mall, Hanipun memasukkan ponsel ke dalam tas kecil yang di selandangnya itu.


Mereka berlima setelah memarkirkan sepeda berjalan beriringan bersama sama.


Kelimanya menikmati suasana ini dengan senang, mereka bersua foto, bersenda gurau, mereka sengaja membuat banyak moment untuk selalu mereka kenang jika perpisahan nanti.


Rencana kelima sahabat itu... Shasa akan ikut tes kedinasan, Felli akan kuliah kedokteran, Roni yang menyukai teknologi informatika akan mengambil kuliah jurusan tersebut, Pras akan ikut tes masuk POLISI.


Sedangkan Hani jika di tanya masih kekeh dengan jawabannya yang dulu, dia ingin bekerja,, dengan berat hati Hani berbohong pada ketiga sahabatnya itu.


Setelah lelah capek muter muter, mereka berlima mencari tempat nongkrong dan menemukan sebuah cafe di sana.


Shasa, dan Felli memesan makanan, sementara Hani, Roni, dan Pras duduk menunggu.


Pras lama memandang Hani yang tengah sibuk memperhatikan layar ponselnya.


Pras ingin sekali segera menyatakan isi hatinya namun tak memiliki keberanian.


"Hani...... " Pras memanggil


"Heemmmm... ada apa Pras.. " Hani menjawab tanpa menoleh pada Pras..


"Kamu beneran mau kerja setelah lulus besok,?" Pras bertanya. Hani mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk memandang ponsel. Menatap Pras yang penuh harap.


"Insyallah Pras.. aku masih belum tahu.. memangnya kenapa ?" tanya Hani.


"Hani maukah kamu menungguku? "akhirnya Pras mulai punya keberanian.


Roni yang sedari tadi menjadi penonton hanya pura pura diam membisu namun telinganya dengan setia mendengarkan obrolan kedua sahabatnya itu.


Hani terkejut ketika Pras memegang tangannya di atas meja.


"Pras... apa maksudmu? " menarik tangannya perlahan agar Pras tidak tersinggung.


"Maaf Hani.. maafkan aku tidak seharusnya aku berkata ini, tadi sejak lama aku memendamnya, aku rasa aku harus jujur padamu Hani kalau aku menyayangimu." Dan akhirnya Pras mengeluarkan isi hatinya itu.


Bagai petir di siang bolong Hani melongo dan tak percaya dengan apa yang Pras katakan barusan.


"Pras... bukannya kamu tahu aku tidak bisa, maaf.. aku tidak bisa Pras, aku juga sayang kamu sebagai sahabat terbaikku, aku telah menganggapmu seperti kakakku sendiri. Maafin aku ya Pras maaf banget... Hani gak mau persahabatan kita rusak nantinya.. aku berjanji akan selalu ada buat kamu dan buat mereka semua sahabat kita, tapi untuk mengharap suatu hubungan lebih dari itu, aku tidak bisa Pras... karena..... aku punya alasan yang belum mampu aku ungkapkan saat ini pada kalian." Hani menatap Pras,, lalu menoleh pada Roni.


Roni memasang muka pura pura tidak mendengar percakapan mereka.


Pras paham dan meminta maaf pada Hani, ada perasaan lega Pras dapat mengeluarkan uneg unegnya pada Hani.


Setidaknya Hani sekarang tahu bahwa Pras menyayangi Hani, meskipun akan bertepuk sebelah tangan, Pras telah menyiapkan mental itu.


Beberapa waktu kemudian Shasa dan Felli datang bersama pesanan. Shasa dan Felli tidak menyadari bahwa baru saja Pras di tolak oleh Hani. Karena saksi hidup satu satunya adalah Roni.

__ADS_1


Mereka pun dengan lahap makan makanan yang mereka pesan bersama. Tak lupa untuk mengambil foto, mereka larut dalam kegilaan persahabatan, meskipun ada hati yang terluka diantaranya. Namun kekuatan persahabatan tidak akan dapat merusak rasa itu.


bersambung dulu ya kawan 🤗


__ADS_2