Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 18 Airmata


__ADS_3

Lanjutannya....


Malam itu di dalam kamar Hani...


Hani masih belum dapat memejamkan matanya.,dia berdiri di dekat meja rias kaca lalu duduk dan memandangi dirinya di cermin.


Besok Hani akan di lamar Arman. Antara bahagia dan sedih, ketika di hadapkan dua perasaan yang selalu saja muncul di benaknya.


Hani tak dapat menyembunyikan rasa suka dan sayangnya pada Arman. Laki laki dewasa yang mengayomi dirinya.


Terpaut perbedaan usia yang jauh justru membuat Hani merasa nyaman.


Kehilangan sosok ayah dari Hani Sekolah Dasar hingga saat ini membuatnya merindukan kasih sayang itu.


Meskipun belum lama Hani mengenal Arman, namun Hani merasa Arman sosok yang sabar selain mempunyai dasar agama yang bagus, serta dalam segi ekonomi sudah mapan.


Hal ini pula yang menjadi pertimbangan Hani dan Ibu Hani. Untuk Masa depan putrinya, Mita hanya ingin putrinya bahagia bukan dengan terpaksa.


***Pintu kamar Hani ada yang mengetok..


tok... tok... tok***..


Hani berjalan menuju pintu dan membukanya, Ternyata Ibu Hani berdiri di sana.


" Hani belum tidur ya... Ibu ingin bicar sebentar saja.. "kata Ibu Hani.


Hani mengangguk lalu berjalan masuk dan duduk di ranjang di ikuti Mita.Mereka berdua duduk dan diam.


"Hani.. kenapa? apa Hani masih ragu dengan pertunangan ini besok? Jika Hani masih ragu ibu akan menelpon Tante Arni untuk membatalkannya nak.. Ibu tidak mau putri ibu tidaklah bahagia." Mita membuka pembicaraan.


"Tidak bu.. Hani tidak apa apa.. Hani setuju. bahkan Hani saat ini sepertinya sudah mulai menyukai Om Arman.. hanya saja Hani bingung.. bagaimana dengan masa depan Hani ?" Hani menjawab pertanyaann ibunya dengan jujur.


"Nak Arman itu kan masa depanmu Hani.., " sahut ibu.


"Maksud Hani bukan itu bu.. ibu kan tahu Hani setelah lulus nanti ingin bekerja membantu ibu, lalu Hani ingin kuliah dengan biaya sendiri.Kalo Hani menikah nanti berarti Hani tidak lagi dapat meneruskan keinginan tersebut bu.," Hani bercerita pada ibunya uneg unegnya selama ini.


Ibu Hani tersenyum... dan akhirnya tahu kenapa putrinya murung sejak tadi sore. Bahkan saat makan malam tadi udang goreng tepung favoritnya tak dia sentuh sama sekali.


Sebenarnya Mita ingin menanyakannya waktu di meja makan tadi, tetapi Mita menahan diri melihat mood putrinya masih labil.


"Sayang... Hani anakku... rupanya hal ini yang mengganjal pikiranmu ya, menikah bukanlah akhir dari segala galanya, kamu masih bisa kuliah bahkan bekerja setelah menikah asalkan suamimj mengijinkan nak.. Tapi ibu rasa Nak Arman pasti mengijinkan dirimu, jadi tidak perlu risau." kata Mita sambil tersenyum lalu memeluk tubuh mungil putrinya itu.


Hani merasa lega mendengar penjelasan ibunya, ternyata tidak seburuk yang Hani bayangkan kehidupan setelah menikah itu.

__ADS_1


Kemudian Mita memberikan tas kertas berisi busana yang akan Hani kenakan besok di acara pertunangan.


Besok jam 9 pagi mereka datang nak, sekarang Hani beristirahatlah agar besok bisa membantu ibu mempersiapkan semuanya ya.


Hani tersenyum dan mengangguk...


"Terimakasih bu.. " Hani mencium pipi ibunya.


Setelah kepergian ibunya....


Hani membuka tas berisi baju yang diberikan ibunya. Di dalamnya terdapat kebaya dengan warna merah tua yang manis dengan perpaduan songket corak khas Bali.


Hani menggantung busana itu dan meletakkannya di dalam lemari.


Tiba tiba notif pesan masuk berbunyi di hp Hani.


Hani segera berjalan menuju ranjangnya dan meraih ponsel, di lihatnya pesan dari grup dan Shasa.


Hani membuka pesan Shasa..


" Beb besok udah siap belum.. cieee calon tante nih.. kudu baik baik ke ponakan nih jangan lupa sering sering buatin aku masakan dan kue ya.. " pesan yang ditulis Shasa.


Hani tersenyum dan membalas pesan Shasa "Sha... aku maaih takut deg degan emang beneran harus besok ya? "


"Aku deg degan Sha.. pokok kamu besok harus sama aku terus ya... " balas Hani.


" Huhh ogah ahh.. besok aku mau langsung ke dapur Tante Mita aja. Pasti tersedia makanan lezat nian di sana. Kamu kira kita perangko dan surat harus bareng terus ๐Ÿ˜" Shasa berkata demikian.


Hani membalas " ๐Ÿ˜Œ "


" Eh beb kali ini aku serius... sebagai sahabat dan calon keponakan aku mohon.. tolong Jagain Om Arman ya jangan sia siain dia,, yahh meskipun usia Om jauh dari kita tapi Om masih bisa di ajak gaul kok.. pokoknya aku percaya kalo kamu bakalan ngejaga dengan baik dan setia. Sekarang dah malam tidurlah jangan sampai kantung mata panda mu kelihatan dan membuat omku membatalkan pertunangan ini ya Hani ๐Ÿ˜‹โœŒ๐ŸปSelamat malam nyonya Arman Ardi Wiyaja" Shasa mengakhiri obrolan wa malam ini.


Hani pun meletakkan ponselnya, karena hari ini libur sholat, Hani pun segera pergi tidur.


Keesokan paginya..


Kesibukan terjadi di rumah Hani. Ibu menyiapkan segalanya, Bi Imas yang disuruh ibu memanggil anak dan suaminya untuk ikut membantu persiapan acara ini.


Pak Kardi suami Bi Imas membantu membersihkan rumah bagian dalam dan luar, menata meja dan perabot, Sedangkan Rina anak Bi Imas yang sudah menikah di minta membantu ibunya di dapur.


Sedangkan Ibu Hani sendiri sibuk menata meja prasmanan keluarga. Hani membantu ibunya bersama Aldo.


Jam menunjukkan pukul 07.45.

__ADS_1


Ibu menyuruh Hani dan Aldo untuk mandi dan bersiap siap. Mereka menurut lalu pergi masing masing.


Di kamar Hani...


Setelah mandi, Hani menuju kamarnya dan mengenakan kebaya yang diberikan ibu semalam. Sangat pas di badan Hani.


Tiba tiba ada yang mengetok kamar Hani. Hani membukanya.. ternyata di lihatnya ada Mbak Tika tetangganya yang perias. Sengaja di minta Ibu Hani untuk memake up Hani sederhana.


Hani mempersilahkan masuk, tak membuang waktu, Mbak Tika pun merias wajah Hani dengan sederhana agar menunjukkan kesan natural karena bagaimanapun Hani masih bersekolah maka dandanannya harus sesuai dengan usianya.


Rambut panjang Hani di biarkan terurai dengan bagian bawah rambutnya dibuat curly, lalu bagian kanan dan kiri dari rambutnya di kepang kecil ke belakang dengan poni di arahkan ke samping.


Sementara itu terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah Hani. Benar saja rombongan Keluarga Arman telah sampai.


Hani yang gugup berulang kali mengambil tisue untuk mengelap tangannya yang berkeringat dingin. Mbak Tika berusaha mensuport Hani untuk tidak gugup.


"Udah syantikkk kok dek... pasti pangling calonnya,, gak nyangka ya Hani kecil dulu sudah mau tunangan aja" kata perias Hani sambil mengemas alat alat make up nya. Sementara Hani hanya tersenyum saja.


Beberapa lama kemudian...


Tiba tiba Shasa masuk ke kamar Hani. Tentu saja Hani kaget.


"Wahhh cantiknya tante ipar pasti omku klepek klepek.. ayo selfi dulu beb" ajak Shasa yang meminta Hani untuk berfoto bersama.


Kemudian terdengar suara pintu kamar di buka. Sontak membuat kedua gadis yang asyik berfoto menghentikan aksinya.


Ternyata ibu Hani dan Aldo yang masuk ,, lalu berjalan menuju Hani, Ibu Hani berkaca kaca melihat putrinya sekarang.


"Kakak cantik,, aku sayang kakak" kata Aldo memeluk kakaknya.


Hani pun demikian membalas memeluk adiknya itu dan mengusap kepalanya.


"Alhamdulillah.. cantik.. ayo nak sudah di tunggu di luar... " ajak Ibu Hani sambil menahan air mata.


Hani memegang tangan ibunya menahannya untuk pergi.


"Bu... jangan menangis ya.. Hani gak ingin melihat ibu sedih... " kata Hani yang tahu ibunya menahan airmata itu.


" Ini bukan airmata kesedihan nak tetapi airmata kebahagiaan.. sekarang putri ibu sudah dewasa rupanya.. " ibu Hani tersenyum lalu segera keluar, Ibu Hani meminta tolong pada Shasa untuk membawa Hani keluar kamar setelah ini.


Setelah di rasa ibu Hani duduk di ruang tamu, maka Shasa membawa Hani keluar kamar menuju tempat acara...


bersambung dulu ya... ๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2