
Rumah..
Sore itu cuaca cerah angin yang berhembus sepoi sepoi mengiringi dua gadis yang melaju diatas motor matic. "Uuuhhh perih........." tiba tiba perut Hani berbunyi meronta. "Padahal tadi siang saat jam istrahat kedua aku kan sudah makan bekal yang ibu bawakan untukku.. emmm Fisika benar benar mengambil asupan makan siangku dengan cepat rupanya,, masak jam segini udah lapar lagi" gerutu Hani sambil memegang perutnya.
Shasa yang berkonsentrasi, membawa motornya dengan pelan. Dia ingin menikmati sorenya ini bersama Hani sahabat setianya. " Jarang jarang ya kita bisa pulang bareng kayak gini, kamu seneng gak Hani? " tanya Shasa sambil terus menatap jalan beraspal itu.
Hani yang mendengar sahabatnya berbicara menyahut.. " Iya Sha.. seneng banget sore ini berasa aneh deh padahal setiap hari aku tuh lewat jalan ini bareng ibu,, tapi entahlah rasanya beda ya suasananya.. mungkin karena bareng kamu ya,, "
Shasa tertawa lepas mendengar Hani begitu senangnya. " Oh ya Sha tapi aku belum ijin ibu takut ibu menungguku nanti.. " kata Hani tiba tiba.. " Eh yaudah kamu wa dulu saja Tante Mita gih.. kasian nanti Tante menunggu., bilang saja kamu ikut aku ke rumah Om Arman.." kata Shasa lagi. Hani pun mengangguk setuju.
Lampu merah menyala, Shasa menghentikan laju motor maticnya, Sementara itu Hani mengambil handphone dari saku baju seragamnya. Dan mulai mengetik pesan untuk ibu dirumah.
"Assalamualaikum bu.. Hani ijin pulang agak terlambat ya bu,, Hani pulang bareng Shasa tapi masih harus mampir ke rumah omnya Shasa, Ibu tidak perlu menunggu di teras, nanti ibu tambah masuk angin.. " setelah itu Hani segera mengirimkan pesan itu ke nomer ibunya.
Selang beberapa menit kemudian terdengar getar notif pesan masuk, Hani menatap hpnya lalu membaca pesan ibu.
"Waalaikumsalam... iya nduk.. hati hati ya,, jangan pulang terlalu malam, jangan lupa ashar nya. " pesan Ibu Hani. " Oke..makasih ibuku sayang π.." Hani membalas kembali pesan ibunya. Hani pun tersenyum senang dan lega karena udah mendapatkan ijin dari orang yang paling Hani sayang selain alm ayah dan adik laki lakinya itu.
15 menit kemudian kedua gadis itu tiba di rumah Arman Om Shasa. "Wahhhhh bagus banget rumahnya, minimalis "decak Hani terkagum kagum.
Hani pun segera turun dan membuka pintu pagar rumah Arman. Shasa memasukkan motornya di sisi depan garasi.
Hani melepas helmnya, sementara Shasa memarkirkan motor kesayangan.
"Sha...... nampaknya ada tamu tuh di rumah om kamu rame banget kedengarannya.. " kata Hani meletakkan helm di atas dudukan motor.
Memang terdengar gelak tawa dari dalam.
"Ahhh Hani... rumah Om Arman memang selalu rame gini,, kadang serdadu serdadu teman om main kesini hanya sekedar numpang sholat atau beristirahat,, lihat tuh di garasi.. " tunjuk Shasa ke arah garasi yang pintunya tertutup sebagian. Banyak motor diparkir di situ. Hani hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Arman Om Shasa adalah seorang Anggota TNI. Dia berdinas di bataliyon kompi A di kota itu. Memang di rumah Arman sering dikunjungi oleh teman teman seangkatan ataupun adik leting nya. Secara Arman yang belum menikah tentu tidak keberatan mereka sering main di rumahnya. Dia tidak akan kesepian bila banyak teman. Hal ini sering dilakukan teman teman Arman ketika selesai berdinas, dan tidak ada kegiatan di markas, kalau tidak kumpul di barak ya kumpul di rumah Arman.
Shasa menarik tangan Hani yang masih kagum melihat rumah minimalis itu..
"Kapan yo aku bisa punya sendiri rumah koyok iki.. tak bawa pulang ke sini ibu dan adik ..." Hani berkhayal berkata kata sendiri pada hatinya dengan menggunakan bahasa jawa campuran.
"Ayo Hani keburu malam ini, nanti aku yang diomelin sama Tante Mita " seru Shasa. Hani mengekor di belakang Shasa.
"Assalamualaikum.... om... Om Arman.... " teriak Shasa sambil membuka pintu yang tidak terkunci itu.
"Eh Sha... ketok pintu dulu dong gak sopan tau,, asal masuk aja" kata Hani pada Shasa.
"Ini rumah om ku Han.. aku dah sering kesini, lagian pintunya gak dikunci ya masuk aja" jawab Shasa. Hani diam saja mengikuti langkah sahabatnya yang terkenal keras kepala ini.
Tiba tiba langkah kedua gadis ini terhenti, melihat di ruangan tengah ada beberapa teman Arman yang asyik ngobrol dan menonton TV.
"Assalamualaikum... " kata Shasa lagi.
"Ehhh... kalian siapa.. kok asal masuk rumah orang gak pake ketok pintu dulu sih.. " salah satu teman Arman berdiri menghampiri kedua gadis itu. Dia mengamati dengan seksama.
"Bocah bocah ini pulang sekolah gak langsung pulang ke rumahnya masih kelayapan aja." gumam Pria itu.
Dia memandang Shasa yang berkacamata itu lalu mengalihkan pandangannya ke Hani..
Terkesiap melihat Hani yang manis dan imut, "Manis benar.... " yang dipandang pun ikutan kagum terutama Shasa. Mereka sama sama Diam tertegun.
"Ya Allah... makhluk darimana setampan ini" batin Shasa terpesona. Sedangkan Hani yang tadinya kagum segera sadar lalu memandang teman Arman itu dengan datar.
"Assalamualaikum.. Om Dafa Permana...
__ADS_1
Ini Shasa keponakannya Om Arman mau ketemu.. " suara Hani membuyarkan pandangan teman Arman kepada dirinya.
Hani pun menyenggol lengan temannya itu., agar segera bicara. Yang dipanggil namanya terkejut....
"Darimana tau nama saya? " tanya Dafa.. "Tuh... " Hani menunjuk ke arah seragam doreng yang dikenakan laki laki itu. Di situ tertulis sebuah nama "Dafa Permana"
Sontak membuat Dafa tersipu sipu, sambil memegang tengkuknya. "Ahh sial aku dikerjai gadis manis ini"
"Kalian siapa.., darimana, mau ketemu siapa, ada keperluan apa tiba tiba masuk tanpa ketok pintu dulu ? Dafa menjejali kedua gadis itu dengan pertanyaan.
"Uwuuu om.. om.. ganteng ganteng galak juga.. masak iya bertanya pada kami seperti mengintrogasi tawanan perang sih.. Apa wajah kami terlihat seperti penjahat? " tanya Hani sambil memajukan wajahnya mendekati wajah Dafa. Dafa yang galak pun kaget.. malu tiba tiba wajah gadis manis itu menantang wajahnya..
Teman teman Dafa yang melihat mereka pun tertawa riuh.
"Emm rasain Dafa dikerjain sama bocah.. " celutuk salah satu teman Arman.
Dafa pun memundurkan wajahnya sedikit malu. " Berani benar kau gadis.. " geramnya.
Hani pun tertawa kecil,, manisnya,, teman Arman yang semula tertawa riuh mendadak terhipnotis mendengar tawa kecil Hani yang manissss bak gula hehe ππ Hani pun kembali menyenggol lengan Shasa.
"Tumben nih anak lemot banget, gak bisa liat wajah tampan dikit,, gerutu Hani kembali kesal.
Shasa yang kaget karena senggolan lengan Hani pun gugup.. " Ah iya iya saya Shasa keponakan Kapten Arman.. " kembali Shasa tertegun masih menikmati wajah tampan teman omnya itu.
Hani makin kesal melihat sahabatnya itu,, " Mudahnya kamu kagum pada laki laki yang tidak kamu kenal sih Sha.." umpat Hani lagi.
Laki laki teman Arman itu namanya memang Dafa Permana, adik leting Arman yang juga sering berkunjung ke rumahnya. Dafa masih tidak mempercayai ucapan kedua gadis yang mengaku ngaku keponakan seniornya itu.
Arman yang selesai sholat ashar pun mendengar suara gaduh diluar. Dia segera melipat sajadahnya dan keluar dari kamarnya. Arman menutup kembali pintu kamar, bergegas berjalan menuju sumber kegaduhan.
__ADS_1
Arman pun tersenyum setelah mengetahui Dafa tengah berseteru dengan keponakan satu satunya itu.
S**erunya... hayukkk kepoin terus ya kisah selanjutnya sahabat... π€π€