Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 43 Sibuk


__ADS_3

Lanjut kuy...


Keesokan paginya...


Hani beraktifitas seperti biasa, sholat, dan membuat sarapan untuk dirinya dan Aldo. Sembari memasak dengan cekatan Hani memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci.


Sementara Aldo membantu kakaknya menyapu lantai. Pagi itu berasa seperti di rumah Hani sendiri.


Seusai mengeringkan pakaian dan menggantungnya di jemuran. Hani dan Aldo menikmati sarapannya. Tangan Hani juga sibuk mengecek pesan masuk di ponsel.


Sebenarnya Aldo tahu, kakak perempuannya itu sedang menunggu kabar dari kakak iparnya pagi ini.


Hani membuka grup WhatsApp sahabatnya


yang ternyata telah mencapai 88 percakapan.


"Apa saja yang mereka bahas di grup,, rupanya aku terlalu sibuk semalam dan ponselku low bat.


Hani membuka chat satu persatu...


Felli rupanya membuka percakapan di grup.


Felli. : "Assalamualaikum... pada kemana kok sepi sih... "πŸ™‹πŸ»β€β™€


Roni : "Waalaikumsalam...diam kenapa sih malam malam ribut amat.." πŸ™‹πŸ»β€β™‚


Felli. : "Gak bisa bobok nih... kebanyakan makan bakso di rumah Hani tadi sepulang akad di masjid. Perut mules"πŸ™‹πŸ»β€β™€


Shasa :"Waalaikumsalam.. belum tidur woii ini sudah pukul 23.00 malam.."πŸ™ŽπŸ»β€β™€


Roni :"Tau ahhh si Felli ganggu aja, gak bisa tidur kok ajak ajak.. ehh Pras kemana kok gak muncul."πŸ™‹πŸ»β€β™‚


Pras hanya membaca pesan sahabatnya dia belum komen karena sibuk menikmati mie goreng instant yang baru dibuatnya.


Shasa :"Paling juga udah bobok cantik si Pras tuh.. "πŸ™ŽπŸ»β€β™€


Felli :"Oh ya... apa kabar pengantin baru, gak muncul si Hani... mungkin sekarang lagi malam pertama wahhhhh seruu besok kita tanya... 😍😍"


Kontan Pras yang membaca pesan Felli tersedak mie instant. Tulisan Felli sedikit membuat hati Pras kembali mengingat cinta pertamanya itu.

__ADS_1


Shasa :"Malam pertama... huh kamu jangan bahas itu... harusnya kita kasik semangat padanya karena di malam pertama Om Arman pergi berangkat bertugas ke Papua. "πŸ™ŽπŸ»β€β™€


Sampai akhirnya para sahabat membisu tanpa kata, tak sanggup lagi menulis apa yang harusnya mereka bahas. Di sisi lain mereka bahagia Hani menikah tadi pagi, sedangkan di sisi lain mereka harus merasakan kesedihan sahabatnya itu.


Pras :"Semangat Hani... kamu pasti bisa menjalani dengan ikhlas,, aku kenal kamu,, kamu suka tantangan kan... terus semangat yah... mudah mudahan om pulang kembali dengan selamat. " πŸ™‹πŸ»β€β™‚


Tumben Pras komen bijak, batin para sahabat.


Akhirnya semua mendukung dan mensuport Hani melalui pesan wa. Hani senyum senyum sendiri membaca pesan, pagi itu merasa terhibur oleh ocehan sobat sobatnya.


Hani dan Aldo menyelesaikan sarapannya dengan cepat, karena pagi ini mereka akan mengunjungi rumah ibu.


"Dek.... bersiaplah dan pesan taxi online ya dek... kita harus bergegas ke rumah ibu, karena nanti sore akan ada dealer motor yang mengantar motor ke sini! "kata Hani pada Aldo.


Aldo mengangguk dan dengan cepat pergi meninggalkan Hani yang beberes di dapur.


Setengah jam kemudian mereka sudah berada di rumah Mita. Mita gembira menyambut kedatangan anak anaknya itu.


Bi Imas menyambut mereka dengan berbagai hidangan di meja. Pagi itu keluarga kecil ini menghabiskan waktunya bercanda dengan bahagia.


Hani segera mengemasi beberapa pakaian dan barang pribadi miliknya. Sedangkan Aldo membawa beberapa buku gambar dan alatnya untuk mengisi waktu libur sekolah.


Hani mengangguk dan melihat beberapa barang srah srahan tertata rapi di atas ranjangnya.


Selesai berkemas, Hani meminta ijin pulang pada ibunya. Hani berkata bahwa akan sering sering berkunjung. Ibu Hani senang putrinya kini mulai punya tanggung jawab atas pernikahannya , dan menjadi kebanggaan keluarga karena mendapatkan menantu idaman seperti Arman.


*****


Sementara keadaan Arman....


Pasukan Arman mendarat dengan selamat di tanah Papua. Mereka melepas lelah di base camp yang di sediakan khusus.


Suasana yang berbeda dengan tanah di Jawa. Mereka semua menikmati tugas mulia ini dengan bangga. Akan banyak tantangan di tempat baru. Arman bersama rekan rekannya akan terus bertugas dengan ikhlas dan semangat.


Arman ingin mengirim kabar pada istri dan keluarganya di Jawa. Saat ini masih belum dapat menelpon karena terkendala jaringan.


Namun Arman sudah menulis pesan sms kepada Hani. Mengabarkan bahwa dirinya telah tiba dengan selamat di Papua.


********

__ADS_1


3 Bulan berjalan


Arman dan Hani berkomunikasi sekali waktu melalui ponsel. Terkadang kendala sinyal membuat mereka menekan sedikit rasa kangennya itu. Hani dan Arman sama sama bersabar. Karena seminggu lagi kabar rencana kepulangan Arman telah disiarkan.


Hani belum menerima kabar ini, karena Arman pikir akan memberikan kejutan indah untuk istri kecilnya itu.


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, sudah 3 bulan ini Hani menjalani pernikahannya dengan Arman. Meskipun Hani belum merasakan menjadi isteri sepenuhnya. Tapi Hani telah menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap rumah tangganya tersebut.


Hani memang masih belum bisa meneruskan keinginannya untuk kuliah saat ini, karena walau bagaimanapun juga dia harus menunggu suaminya pulang.


Shasa dan ketiga sahabatnya telah menjalani aktifitas masing masing. Shasa dan Pras masih sibuk mengikuti tes kedinasan. Sedangkan Felli telah di terima di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri di kota tetangga bersama Roni.


Hani tidak berkecil hati melihat sahabatnya mengejar cita cita sesuai keinginan mereka. Bagi Hani pernikahan bukan akhir dari segalanya. Justru ini awal menggapai apa yang menjadi impiannya selama ini. Hani yang mendapat restu meneruskan kuliah meskipun tidak sekarang., sangatlah bersyukur dengan kehidupan yang lebih baik buat dirinya dan ibu Hani.


Pernikahan yang singkat dan kepergian suaminya yang bertugas ke Papua itu telah mengubah jalan hidup Hani saat ini. Namun dengan berbesar hati gadis yang dulunya polos dan lugu mulai mengenal rasanya hidup berumah tangga yang tentunya menuntut tanggung jawab yang besar.


Hani mulai dilibatkan dalam urusan bisnis keluarga Arman dan Arni. Usaha peninggalan kedua orangtua Arman dan Arni terbilang lumayan membuat Hani sibuk.


Orangtua Arman dan Arni dulunya adalah seorang tuan tanah, memiliki beberapa bidang sawah dan kebun kelapa. Sementara itu ibu Arman juga memiliki usaha kamar kos dan selep penggilingan padi yang terletak tidak terlalu jauh dari tempat tinggal keluarga di kota.


Setiap satu minggu sekali, Arni mengajak Hani menengok kebun, sawah, dan selep tersebut. Tak jarang pula jika Arni sibuk, Hani lah yang berkunjung kesana ditemani Aldo, untuk membayar dan melihat pekerja. Arni mempercayai adik iparnya untuk membantu mengelola usaha turunan orangtuanya.


Dan Hani banyak belajar dari situ. Sekarang Hani mulai pandai berkomunikasi dengan dunia luar. Belajar berbisnis, berkecimpung dengan berbagai macam karakter orang yang dia temui. Mulai dari para pekerja di sawah, penjaga kebun kelapa, pedagang kelapa, anak kos, bahkan warga sekitar yang menjual hasil sawahnya ke selep keluarga Arman.


Mereka mulai mengenal Hani menantu keluarga Haji Muhammad Wijaya.. yang ramah dan supel.


Selain itu kesibukan Hani bertambah karena dia juga melakukan bisnis pesanan kue dan masakan online bersama ibunya.


Hani pandai memasarkan produknya karena memang Hani orangnya senang bergaul dan banyak teman.


"Lumayanlah hasilnya bisa untuk di tabung, setidaknya aku tak perlu menunggu suamiku jika mendadak ada kebutuhan yang mendesak, " batin Hani.


Meskipun sebelum Arman pergi bertugas telah memberinya kartu ATM pada Hani. Hani hanya menggunakan untuk keperluan rumah tangganya saja.


"Masih banyak yang perlu aku benahi saat ini sampai benar benar aku menjalani rumah tangga yanh sesungguhnya bersama mas Arman jika sudah kembali. " batin Hani.


Kesibukan sementara ini akhirnya bisa membuat Hani sedikit melupakan rasa sedihnya jika ingat sang suami.


Bersambung lagi yah πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2