Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 10 Pertemuan...


__ADS_3

Ikuti kelanjutannya ya...


Di Rumah Sakit....


Setelah beberapa menit, Teman teman Hani dan Shasa di perbolehkan masuk ke dalam kamar Shasa.


Ibunda Shasa yang menyuruhnya masuk setelah Arni menelpon suaminya di luar kota dan mengabari keadaan putri semata wayangnya.


Felli, Pras dan Roni..


Mereka bertiga mendekat ke ranjang Shasa, sementara Hani sibuk menyuapi Shasa dan Arman yang masih berpakaian dinas duduk di sofa sambil mengecek telepon selulernya.


" Bagaimana keadaanmu Sha... bagaimana kamu bisa jatuh? Tanya Roni pada Shasa.


" Aku gak papa kok,, tadi aku pusing sedikit sewaktu di toilet tiba tiba kepalaku pening, muter muter gitu, pas keluar toilet aku masih sempat mencuci tanganku di wastafel... lalu entahlah gelap... cerita Shasa pada sahabat sahabatnya... "makasih ya udah mengkhawatirkanku... " kata Shasa lagi...


" Deh Shasa GR banget sih kamu... " canda Hani. " Bukan cuman membuatmu GR tapi kejadian tadi membuat Hani nyaris pingsan juga , kau tak lihat tadi wajah putihnya itu Masyaallah.... super panik, menyuruhku mencari bantuan, sampai aku ikutan histeris... " celoteh Felli gemas.


Shasa terhibur karena Teman temannya...


Arman yang dari tadi asyik dengan ponselnya ikutan mendengar cerita Felli tersenyum tipis lalu melirik Hani yang masih memegang piring makan Shasa.


Pras melihat Hani sekilas,memperhatikan wajahnya, Mata Hani yang sembab,, pasti kebanyakan menangis...


Di dekatinya Hani dan berkata.. " Kamu menangis begitu tidakkah sesak Hani? wajahmu sembab tuh... " Pras memberi perhatian pada Hani.


Hani yang cuek hanya menoleh pada Pras.. "I'm fine Pras.... " Dan Pras pun paham bahwa gadis ini tidak ingin di usik.


Sahabat Sahabat Hani hapal betul karakter masing masing jadi kalo masalah memahami perasaan, mereka memang the best,, setia kawan.

__ADS_1


Arman yang masih melirik, melihat Hani dan Pras ,bertanya tanya.." Apakah mereka dekat? Cowok itu perhatian banget pada Hani... "


Lamunan Arman ambyar setelah Bundanya Shasa masuk ruangan kamar Shasa di rawat. Dan menyapa kembali teman teman Shasa.


Hani yang menyuapi Shasa melupakan sesuatu. " Ya Allah... aku belum mengabari ibu jika aku di sini, bagaimana ini..? Pasti ibu menungguku di sekolah sekarang. " Hani panik..


Shasa yang mendengar sahabatnya berbicara juga panik. " Cepatlah kau telepon Tante Mita kasian...!"


" Tidak usah... Tante udah menelpon ibumu tadi Hani.. sebentar lagi akan tiba di sini..... " sahut Bunda Shasa.


"Bagaimana bisa bunda? darimana Tante Mita tau kita semua ada di sini? " tanya Shasa pada ibunya.


" Tadi sewaktu Bu Leli menelpon bunda di kantor, mengatakan bahwa kamu jatuh di toilet, Bu Leli mengatakan bahwa sekarang tengah di jalan untuk membawamu bersama Hani ke rumah sakit, bunda langsung menelpon Tante Mita setelah panggilan telepon Bu Leli berakhir.., dan mengabari kalo Hani mengantar Shasa ke rumah sakit. " cerita Arni.


" Karena bunda rasa ibunya Hani belum berangkat menjemput, tadi siang Tante Mita ke kantor mengantarkan kue pesanan bunda. Daripada Tante Mita kepikiran ya langsung bunda kabarin, Insyaallah sebentar lagi sampai kok Hani,, kamu tenang aja ya nak.. " Arni membelai kepala Hani seperti anaknya sendiri.


Hani sangat senang mendengarnya, hampir saja dia membuat ibunya menunggu lama di sekolah. Pastilah ibu khawatir. Hani sangat tidak suka jika dia harus membuat ibunya seperti itu. " Kasihan ibu masih sibuk mencari uang, sibuk dengan Aldo ,masih sibuk mikirin aku,, aku kan sudah besar ,sudah 18 tahun jadi harus mandiri, bukannya membuatnya khawatir. " pikirnya.


Shasa mengangguk senang, dan mengucapkan terimakasih kepada sahabat sahabatnya itu,, begitu pula Hani,.Hani pun mengantarkan teman temannya keluar kamar.


"Sebentar ya Sha aku antar mereka dulu sekalian ambil tas "kata Hani. Shasa mengangguk setuju.


Mereka keluar bersama.. Hani mengambil tasnya yang ada di motor Pras.. Iya benar tadi begitu paniknya Hani sampai melupakan tasnya yang tertinggal di lantai, dan di temukan oleh Pak Retno, satpam sekolah. Lalu oleh Pak satpam tas Hani di letakkan di pos.


Pras yang melihat tas Hani saat akan pulang bersama Roni mengurungkan niatnya dan bertanya pada Pak Retno, dan akhirnya mereka berdua tau kejadiannya. Merekapun segera menyusul ke rumah sakit dengan membawa tas Hani. Hani berterima kasih pada Feli, Pras dan Roni.


"See you tomorrow Hani... bye.. " kata Felli melambaikan tangan pada Hani, Felli sudah di jemput sama sopirnya, sedangkan Pras pulang bareng Roni.


Hani pun membalas melambaikan tangannya.." Byeeee.... "

__ADS_1


Hani pun kembali ke kamar Shasa, di tengah jalan, di koridor Rumah sakit, Hani bertemu dengan Arman.


"Om Arman... om.... " panggil Hani. Yang dipanggil namanya menoleh, mencari asal suara. " Hani..... " gumamnya.


Hani berjalan menuju Arman yang berdiri menunggunya. " Mau ke mana om? " tanya Hani.. " Mau ambil obatnya Shasa.., " jawab Arman. " Hani ikut ya omm,, boleh? " Tanya Hani lagi. Arman mengangguk dan mereka berdua pun menuju tempat pengambilan obat.


Di tengah perjalanan, banyak pasang mata memperhatikan mereka berdua. Alangkah tampan dan gagahnya laki laki itu, dengan seragam Tentaranya,, sedangkan gadis yang berjalan di sampingnya sungguhlah manis dan polos.


Rambut di kuncir ke belakang, poni rata, kulit putih dan Hani yang mungil nampak manja dengan tas yag di gayutkan di pundaknya.Tak jarang orang yang berpapasan dengan mereka menatap kagum, terlihat seperti pasangan,, apakah mereka sepasang kekasih ? atau kakak adik? benar benar punya chemistry.


Hani yang cuek dilihatin sama orang orang,, Arman pun demikian, melihat Hani yang seperti itu menambah kekaguman Arman dalam hati. " Ternyata gadis polos ini dewasa juga ya "..


Setelah sampai di tempat pengambilan obat, Hani pun berkata pada Arman.. " Om..Hani .. mau ijin sholat dulu ya,, Hani belum sholat ashar.., kalau om mau balik ke kamar Shasa duluan gak papa nanti Hani menyusul. "


Arman menatap Hani. "Om juga belum sholat,, ayo sholat bareng deh.. " ajak Arman. Lalu mereka berdua menuju mushola dekat rawat inap, melaksanakan sholat berjamaah.


" Ya Allah... ini kali keduanya aku sholat berjamaah dengan Om Arman.. rasanya damai, tidak menyangka pertemuan kedua ini begitu meninggalkan kesan meskipun yang menjadi penyebab pertemuannya adalah Shasa yang jatuh di toilet. " batin Hani setelah selesai melipat mukenanya.


"Apa aku sedang puber ya,, kenapa jantungku berdebar kencang jika melihat langsung wajah itu,, ahh tapi kan Om Arman sudah berumur,, tidakkah terlalu tua jika aku bersamanya,, emm GR banget aku mana mungkin Om mau sama aku. " Hani tersenyum sendiri.


Ini perasaan yang di rasakan Hani pertama kalinya, karena selama ini Hani belum pernah berdebar terus jika dekat cowok, jika sebatas kagum sering Hani rasakan ketika dulu melihat kakak kelas idolanya tengah berjalan di hadapannya. Namun perasaan kali ini berbeda.


"Ayo dek segera kembali, pasti udah di tunggu di sana.. " ajak Arman sambil memasang sepatunya.


Hani yang di panggil namanya tak mendengar malah masih melamun. " Dek... Hani... " suara Arman mengagetkan. Barulah sadar ..Hani lalu duduk di samping Arman memakai kembali sepatunya.


Arman yang sudah selesai kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya pada Hani untuk membantunya berdiri. Hani kaget tapi dia pun dengan malu malu memberikan tangannya. Lalu mereka berdua pun segera kembali ke kamar Shasa.


Tidak menyangka di pertemukan lagi untuk kedua kalinya...

__ADS_1


bersambung...


ditunggu kelanjutannya ya sahabat.... πŸ˜€πŸ˜€


__ADS_2