Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 11 Rencana itu ada....


__ADS_3

Ketemu lagi.. lanjut yuk..


Rumah Sakit...


Di sepanjang jalan koridor Rumah Sakit Arman dan Hani berbincang ringan, tak jarang di selingi tawa ringan mereka, Hani yang punya gaya bicara manja sukses membuat Arman yang selalu menampakkan wajah seriusnya tertawa mendengar celoteh celoteh Hani.


" Om... emmmm tadi gimana ceritanya sih kok om bisa tiba tiba datang ke rumah sakit bareng Tante Arni.? " tanya Hani pada Arman.


" Shasa kan keponakan om dek ya om ke sini dong.. masak ya keponakaan sendiri sakit gak di jenguk" jawab Arman santai.


" Bukan itu maksudnya om.. ihh maksudnya itu kok tiba tiba om bisa tau kalo Shasa di rumah sakit gitu loh omm.. " kata Hani kesal karena belum mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


Arman yang senang menggoda Hani pun berkata.. " Tadi Mbak Arni menelpon om, setelah om apel dan akan pulang ke rumah tiba tiba mendengar kabar Shasa di Rumah Sakit. Om yang jemput bundanya Shasa.. "


Hani yang mendengar jawaban Arman pun puas.. " Dari tadi kek.. kan kelar.. " kata Hani sambil cemberut,, Arman pun ikutan tersenyum.


Di dalam kamar rawat inap...


" Assalamualaikum... " Hani membuka pintu perlahan. Hani melihat Shasa tengah tertidur, di tutupnya pelan pelan pintu kamar itu.


"Waalaikumsalam.... " Ternyata Ibu Hani sudah tiba di Rumah Sakit.


Hani yang melihat ibunya dan adiknya sangat senang sekali. Hani pun mencium punggung tangan ibunya, lalu memeluk Mita,, kemudian Aldo. Begitu pula Arman yang berada di belakang Hani ikut menyalami ibunya Hani dan Aldo.


Aldo yang melihat Arman langsung berbisik pada Hani.. " Kak keren sekali ya om itu... besok aku pengen jadi kayak om itu kak.. "


Hani tersenyum.. " Mangkanya belajarnya harus tambah rajin dek, jangan lupa berdoa juga.. Insyaallah deh kalau Allah mengijinkan kamu bakalan kayak om itu juga.." bisik Hani pada Aldo adiknya itu.

__ADS_1


Setelah berbincang bincang, Ibu Hani segera membuka beberapa kotak makan yang sengaja disiapkan oleh Mita.


"Makanlah pasti kalian semua belum makan kan dari tadi.. " kata Ibu Hani membuka satu persatu kotaknya.


" Maaf sudah Merepotkanmu Mita,,, ," kata Bundanya Shasa... "Jangan begitu kita kan sudah sperti saudara bukan tidak usah sungkan.. Makanlah Arni masak iya gak selera sama masakanku.. ayo nak Arman, makanlah dulu nanti sakit. " kata Ibu Hani. Ibunda Shasa tertawa renyah mendengar perkataan sahabatnya itu.


Shasa masih tertidur, mungkin pengaruh obat tidur kali ya...


" Biiar aku saja bu yang menyiapkan.. " Hani semangat sekali melihat masakan ibunya,, tapi anehnya Hani gak merasa lapar, mungkin terlalu tegang tadi memikirkan Shasa.


Dengan cekatan Hani mengambilakan sepiring nasi plus lauk lalu memberikan pada bunda Shasa, Kemudian dia juga mengambilkan untuk Arman..


" Segini om nasiknya? " tanya Hani. Arman mengangguk.. lalu Hani menambahkan lauk dan sayur di piring Arman. " Ibu dan adek tidak makan juga ? " tanya Hani pada Aldo dan ibunya. Ternyata Ibu dan Aldo sudah makan tadi sewaktu di rumah.


Hani duduk di samping Arman, sedangkan Bunda Shasa duduk bersebelahan dengan Ibu Hani yang mengkupas apel untuk Shasa jika nanti Shasa bangun, Sedangkan Aldo asyik menonton TV dengan volume sedang.


Hani menambahkan lauk lain lagi ke piring Arman, dia melayani Arman seperti seorang istri melayani suaminya di meja makan. " Ini enak loh om tambah lagi ya..? " kata Hani pada Arman,, Arman yang senang di perlakukan begitu menurut saja kepada Hani. Lalu mereka berdua melanjutkan makannya.


" Mita... bukankah Hani gadismu yang polos itu sudah mulai dewasa sekarang ya,,Lihatlah dia melayani semua orang, dia melayaniku, seperti menantu yang melayani ibu mertuanya,, melayani Arman seperti seorang istri melayani suaminya... aku ingin mereka berdua menikah stelah Hani lulus sekolah..., " Arni berkata tiba tiba.


Pendapat Arni tadi sontak membuat Hani tersedak dan batuk, Dengan cekatan Arman mengambil air dan memberikannya pada Hani sembari menepuk nepuk lembut punggung Hani.. " pelan pelan dek.., " kata Arman.


Arman dan Hani saling bertatapan, mereka masih tidak mengerti apa yang bunda Shasa katakan barusan.


"Arni... kau ini pandai sekali bercanda... mana mungkin Nak Arman mau sama anak gadisku yang manja itu.. " timpal ibu Hani..


"Ya baguslah manja, seimbang brarti yang satu selalu serius yang satu manja,, saling mengisi bukan? " sahut Arni.

__ADS_1


Mita tak menanggapi perkataan serius sahabatnya itu. Karena tau dan hapal benar sejak dulu sekolah selalu saja usil dan punya ide ide gila, tak jarang mereka berdua terkena hukuman dari guru.


"Aku serius Mita.. aku ingin Hani menjaga Arman untukku..kamu lupa janji kita ?" tanya Arni pada Mita yang menahan ketawa.


" Janji apa? " Mita balik bertanya..


" Janji akan menjodohkan anak anak kita, waktu kita berpisah dan menikah masing masing ingatkah kamu kalau kelak kita akan menjodohkan anak anak kita,, tapi ternyata anak anak kita sama sama gadis mana mungkin juga aku menikahkan Shasa dengan Aldo... kamu ingat gak " desak Arni.


" Ya.. ya .. aku ingat.. lalu... kamu serius akan melakukan ini pada mereka? " sambil melirik pada Arman dan Hani yang sudah selesai makan dengan wajah polosnya Hani merapikan kotak bekal di meja.


"Perjodohan kok dadakan banget sih ... baru dua kali bertemu juga main jodoh jodohin sih ibu ini.. " Hani menggerutu kesal.


" Serius Mita,, aku hanya punya Shasa dan Arman, kau tau dia tidak muda lagi, pokoknya aku gak ingin Arman mendapatkan gadis lain untuk istrinya, aku mohon padamu berikan Hani mu padaku Mita... " kata Arni lagi.


Membuat Hani yang mendengar perkataan Arni itu tadinya kesal kini tersipu malu,, tak berani lagi menatap Arman.


Sementara Arman yang melihat kelakuan kakaknya tak mampu berbuat apapun, dia tahu benar sifat kakaknya itu, iya.. selama ini yang Arni lah yang merawat Arman sejak ayah dan ibunya meninggal kecelakaan.


Saat itu Arni sudah SMA kelas 1, dan Arman masih kelas 6 SD, Dengan harta peninggalan orangtuanya Arni muda mengelola usaha milik ayahnya untuk membiayai sekolah dan kuliahnya, lalu membimbing Arman untuk ikut tes TARUNA AKABRI.


Sesuai dengan keinginan almarhum orangtuanya. Yang pasti Arni telah memberikan kasih sayangnya pada Arman layaknya seorang ibu, maka dari itu hal yang Arni minta pada Arman. sebisa mungkin Armana lakukan agar membuat Arni tersenyum bahagia.


" Bagaimana dek.. kamu harus setuju dengan keputusan kakak ini,, Hani memang masih sekolah, bulan depan dia ujian dan akan segera lulus, Hani hanya butuh sedikit polesan untuk menjadi pendampingmu,, dia akan terlihat dewasa, Mbak yakin dia akan menjagamu dengan baik.., " pinta Arni pada Arman.


Arman tak dapat menolaknya, karena memang sebenarnya dia sudah mulai menyukai Hani sejak kejadian di dapur waktu itu. Arman mengangguk menyetujui permintaan kakaknya, sedangkan Hani berdebar debar malu ingin berlari memeluk ibunya di ujung sana.


Rencana itu ternyata telah lama ada, perjodohan di antara dua sahabat lama, tapi bukan dengan kedua anak mereka melainkan seorang adik laki laki dengan putri sahabatnya. Rencana itu....... akan indah pada masanya...

__ADS_1


bersambung dulu ya kakak


di tunggu kelanjutannya.... salam sehat selalu 😍😍


__ADS_2