
Kita lanjutkan lagi ya ceritanya...
Selamat membaca....
Setelah bel tanda masuk kelas berbunyi, mereka semua yang ada di kantin dan luar kelas berhamburan masuk kembali dan mengikuti pelajaran sesuai jadwal masing masing.
Sang Ketua Kelas Prasetyo menjemput guru di ruang guru. Waktunya Pelajaran Biologi, Pras mengajak Hani untuk menjemput Bu Irma, guru Biologi kelas 12 IPA 7.
Hari ini banyak membahas dan mengulangi lagi materi Ujian Nasional. Karena minggu depan sudah pelaksanaan try out, maka siswa wajib mempersiapkan berbagai materi dan mempelajarinya, Bu Irma memberi beberapa rangkuman kisi kisi agar siswanya mudah mempelajari.
Hening suasana kelas 12 IPA7.. mereka benar benar menyimak dengan baik penjelasan gurunya. Karena tidak mau terlewatkan begitu saja. Maklumlah kelas Hani dan Shasa adalah kelas unggulan dan selalu nilai tertinggi di setiap semester jika di banding dengan kelas lainnya. Dan Standar kelas mereka jika ingin masuk kelas unggulan harus melalui proses seleksi yang ketat.
Karena saingan banyak dan tidak mudah mendapatkannya maka tiap siswa yang akan masuk kelas unggulan di SMA Kusuma Bangsa benar benar di saring.
Bel istrahat kedua berbunyi,, "Kita lanjutkan setelah istrahat.. " kata Bu Irma.. "Baik bu.. " serempak sekali kalian... Siswa yang lain pun segera keluar kelas, ada yang mau ke kantin, ada yang sekedar mengobrol di luar kelas, ada juga yang sholat dhuhur, seperti yang di lakukan Hani dan kawan kawannya.
Bergegas ke mushola sekolah,melaksanakan sholat dan kembali ke kelas untuk makan bekal ataupun sekedar membahas sesuatu bersama. Setelah 15 menit bel masuk berbunyi dan mereka melanjutkan kembali pelajarannya.
2 jam berlalu waktu menunjukkan pukul 15.20
Beberapa waktu kemudian bel tanda pelajaran telah usai....
"Anak anak,, pelajaran hari ini sampai di sini dulu, jangan lupa pelajari bab bab dan materi yang telah ibu sampaikan, jika ada pertanyaan kalian bisa menghubungi ibu di wa atau datang langsung ke rumah Bu Irma..
Jaga kesehatan karena sebentar lagi ujian. sekian Assalamualaikum.. Bu Guru Biologi itu mengakhiri pelajarannya. Dengan serempak mereka menjawab " Waalaikumsalam.. ".... Siswa kembali riuh dan berkemas untuk pulang.
Hani yang menunggu Shasa dan Felli berkemas, berjalan ke bangku Shasa dan Felli. Prasetyo mengajak Hani pulang bareng tapi di tolak halus Hani. Prasetyo pun pamit untuk pulang dulu bersama Roni dan yang lain.
"Hani... kamu pulang dengan Tante Mita? " tanya Shasa. Hani mengangguk. " Bundamu udah datang Sha..? " tanya Hani sambil membantu Felli membereskan bukunya yang berantakan banget. "Udah semalam tapi aku belum ketemu bunda karena semalam aku menginap di rumah om.. " ujar Shasa.
Hani hanya mengangguk mendengar penjelasan Shasa. " Makasih chubbyku dah bantuin.." Felli berterimakasih pada Hani sambil mencubit pipi putih Hani. "Ah kamu... selalu saja berantakan begini, bisa gak sih sehari aja rapi.. " sungut Hani memonyongkan bibirnya ke depan. Kemudian mereka bertiga tertawa bersama.
__ADS_1
Saat keluar kelas dan melewati lorong Shasa mengajak kedua sahabatnya untuk ke toilet karena Shasa ingin buang air kecil. Hani dan Felli yang menunggu di luar pun berbincang ringan. Tiba tiba terdengar suara teriakan dari dalam toilet...
"Aduhhhh...... " dan bruakkkkkkk terdengar mirip ada yang jatuh. " Ahh shasa... " pekik Hani segera lari ke dalam. Felli pun tak kalah panik. Dan benar saja mereka berdua melihat Shasa terjatuh di dekat wastafel, pingsan.
"Bagaimana ini Felll.... carik bantuan" seru Hani pada Felli.. " Oke oke kamu tunggu sini ya" Felli gadis yang cekatan segera berlari mencari bantuan, sedang Hani menepuk nepuk pipi Shasa,, "Bangun sha... bangun... jangan gini .. kamu kenapa Sha..., " Hani yang melihat Shasa tak berdaya berusaha menyadarkan,, dilihatnya darah di kepala Shasa,, mungkin terbentur, makin panik Hani.
Sesaat kemudian Felli datang bersama Pak Satpam, beberapa guru dan ada Pras serta Roni yang ternyata belum pulang, Mereka pun mengangkat tubuh Shasa keluar.
" Bawa ke rumah sakit pakai mobil saya.. " seru Pak Hadi sambil membantu menggendong Shasa. Prasetyo, Roni dan Pak satpam mengangguk.
Sementara Bu Leli dan Hani berlari panik di belakang diikuti Felli. Mereka pun membawa Shasa di ke rumah sakit. Bu Leli yang ikut mengantar dan satu mobil, meminta nomer hp keluarga Shasa yang bisa di hubungi.
Sesampainya di rumah sakit, dokter yang menangani Shasa berbicara pada Pak Hadi guru mereka. Tak selang berapa lama Tante Arni dan Om Arman datang menanyakan keadaan putrinya. Hani yang melihat kedatangan mereka berdua menangis.
Tampak dokter, Guru mereka dan orangtua Shasa membicarakan sesuatu. Tak lama kemudian Pak Hadi dan Bu Leli berpamitan, Arni dan Arman mengucapkan terimakasih telah memberi perhatian kepada putrinya.
Hani dan kawan kawannya pun segera menghampiri bapak dan ibu guru lalu mencium punggung tangan dan mengucapkan terimakasih juga. Setelah kepergian Pak Hadi dan Bu Leli.....
Hani tak sadar jika Arman memperhatikan mereka. Setelah tenang dokter memperbolehkan keluarga pasien menjenguk tetapi bergantian.
Arni masuk bersama Arman dan Hani. Smentara Felli, Pras dan Roni menunggu di luar.
Shasa sudah siuman, kata dokter hanya luka robek di kepala terbentur tepi wastafel. Akan tetapi lukanya tidak dalam hanya goresan saja, Hani pingsan mungkin karena keadaan tubuhnya kurang fit karena lupa sarapan., meskipun tadi di kantin sudah makan nasi pecel.
Arni memeluk Shasa,, " Shasa gak papa bunda.. Shasa hanya terpeleset kurang hati hati" lirihnya takut membuat bundanya khawatir.
"Udah gak papa kamu istrahat aja ya nak" Arni mengusap pipi Shasa lembut.
" Bukannya keponakan om ini kuat,, jadi harus strongg dan lebih hati hati lagi" canda Arman menyapa Shasa.
Hani yang melihat perban di kepala Shasa menangis,, " Sha... kamu gak papa kan,, lain kali aku akan menjagamu lebih baik lagi ya Sha.. harusnya aku ikut dengan mu ke dalam tadi.. "isak Hani.
__ADS_1
Arni, Shasa dan Arman tertawa melihat Hani.. "ikut masuk? emang mau lihat aku pipiss,? sahut Shasa semua tertawa ringan.
" Jangan lagi seperti ini ya Sha...aku takut.. " bukannya berhenti menangis Hani malah makin menjadi nangisnya.
Kemudian tanpa sadar dia memeluk Arman yang sedari tadi diam di sampingnya. Arman yang terkejut diam seketika melihat gadis polos itu kembali memeluk untuk kedua kalinya, setelah kejadian di rumah waktu itu. Di luar dugaan....
Hani menangis di dada Arman, airmatanya membasahi seragam doreng Arman. Arman yang segera tersadar mengelus kepala Hani menenangkannya, mengusap airmata Hani di pipi.
Arni dan Shasa yang melihat kejadian itu tentu saja terkejut bukan main, bagaimana bisa Hani sperti begitu dekat dengan Arman.
Sedangkan Arman yang seolah olah terbiasa mendapat pelukan dari Hani pun begitu memperhatikan Hani.
Aura aura kasih sayang mulai kelihatan.
Akan tetapi Arni merasa sangat senang di hatinya meskipun terheran heran dengan sikap mereka tapi rasa damai menyelimuti hati Arni, dia senang adik laki lakinya tak lagi dingin kepada wanita.
Shasa yang melihat omnya begitu ikutan senang apalagi melihat sahabatnya bisa dekat sama omnya. Wah bakalan ada tante ipar batinnya..
Tangisan Hani mulai reda lalu dia menyadari dirinya memeluk Arman sadar dan segera meminta maaf pada Arman. " Ohh maaf om Hani tadi baper.. maaf main peluk seenaknya" Hani tersipu malu.. sambil menyeka sisa airmata itu.
Arman tersenyum manis sekaliii dan berkata " Tidak apa apa dek,, bukannya dada om ini tempat yang enak ya buat dipeluk menangis atau pun buat yang lagi takut kecipratan minyak.. " canda Arman menggoda Hani.
Arni dan Shasa melotot mendengar penuturan Arman.. dan bertanya tanya dalam hati,, Tapi ahh sudahlah biarkan mereka berdua yang mengerti maksudnya,, Arni pun menghubungi suaminya, sementara Arman dan Hani berbincang bincang dengan Shasa, menghibur Shasa, Hani menyuapi Shasa dengan beberapa sendok bubur.
Ahhh hari ini benar benar di luar dugaan... Hanya Hani yang tau mengapa dia begitu cengeng saat ini, kenapa dia begitu mudah menuangkan airmatanya, mengapa dia selalu nyaman berada di dekat Arman yang baru dua kali dia temui....
bersambung...
tunggu kelanjutan ceritanya ya sahabat... 😀
__ADS_1