Pernikahan Kilat

Pernikahan Kilat
Bab 13 Akhirnya... nyata


__ADS_3

Haiiii.... simak ya...


Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 Hani pun meminta ijin pamit pada Bundanya Shasa.


Hani berkata pada Arman.. " Om.. boleh minta antar pulang sekarang,?


"Tentu saja, ayo om antar sekalian om juga akan pulang ganti baju" Arman juga pamit pada kakaknya.


" Dik kamu kembali kesini lagi kan? nanti gantian ya kamu jaga Shasa , mbak akan pulang sebentar, mau ambil beberapa baju." tanya Bundanya Shasa.


Arman mengangguk,, sekejap dia berjalan ke arah ranjang , di mana Hani dan Shasa ada di situ. Di usapnya kepala Shasa,," lekas sehat ya anak manis,, "


Yang di usap kepalanya senang banget,, dia senang karena baru kali ini lihat om nya bahagia,, terpancar benar rasa itu dari mata om nya.


" Tante... Hani pulang dulu ya, Insyaallah besok Hani kemari lagi.. " Hani meraih tangan Arni dan mencium punggung tangannya. Arni pun memeluk Hani erat.


" Makasih sayang... makasih banyak untuk hari ini,, udah bantuin Shasa, bantuin Tante" kata Arni


" Sama sama Tante,, Hani pulang dulu ya,, Shasa sampai jumpa besok ya,, assalamualaikum" Hani melambaikan tangannya pada Shasa..


"Bye bye... Tante Hani,, Om titip tante ya jangan di apa apain" kata Shasa sambil membalas Hani melambaikan tangan juga.


Mereka berdua segera menuju mobil di parkiran dan masuk ke dalamnya.


Arman yang sedari tadi melihat Hani tidak nyaman bertanya.. " Kenapa dek? "


" Gak papa om,, hanya gak enak saja badan Hani lengket semua, hanisnya seharian gak ganti sih.. " keluhnya


" Sampai rumah cepat mandi ya,, biar wangi.." goda Arman.


Arman memegang tangan Hani, sekilas nampak bekas luka kemarin.


"Ini akan jadi bekas luka penuh kenangan ya dek " kata Arman.


Hani senyum senyum malu.


Sesampainya di rumah Hani, mereka berdua turun dari mobil. Arman mengantarkan Hani


Sebelum berjalan ke arah rumah, Arman menarik tangan Hani,, Hani kaget dan menatap wajah Arman,,


" Fuhhh haruskah ku memandang wajah tampan ini dengan jarak yang begini tinggi" batinnya.


" Jangan lupa sholat ya dek,, terimakasih untuk hari ini. " Arman mengelus kepala Hani


Hani pun Tersanjung 😍


Lalu mereka berdua berjalan ke arah rumah. Dan mengetuk pintu.


Ibu Hani membukakan pintu, dan Aldo ikutan keluar menemui idolanya.

__ADS_1


" Hallo Om Tentara wah keren kapan kapan ajak aku ke markas ya om " pinta Aldo pada Arman,


" Hallo juga.. kamu mau ke sana.. oke bisa di atur kapan kapan kita ke sana, bagaimana? " Arman menjawab ramah.


Diikuti anggukan kepala Aldo dan mengacungkan jempolnya


" Makasih ya om.. aku mau belajar dulu biar pinter kayak om tentara. " Aldo berlalu meninggalkan mereka yang senyum senyum.


"Makin lengket aja lama lama Aldo dan Om Arman nih.."batin Hani


Setelah berpamitan, Arman bergegas pulang karena pasti kakaknya menunggu dirinya.


Hani yang mengantarkan kepergian Arman, sembari melambaikan tangannya.


Sementara Ibu Hani sudah masuk duluan ke dalam rumah.


Ibu Hani terlihat sibuk bersama Bi Imas, sedangkan adiknya Aldo masih setia dengan pelajarannya,,


"Hehehe Om Tentara itu telah jadi inspirasi membuatnya lebih rajin belajar. Baguslah kalo begitu...'" gumam Hani.


Hani segera berjalan menuju kamarnya, meletakkan tas dan mengambil handuk serta piyama tidurnya lalu mandi.


Terasa segar sekali... tak lupa dia mengambil wudlu lalu sholat isya.


Setelah sholat, Hani mendatangi ibunya di dapur,,


" Bu... ibu tidak lelah? Hani capek mau bobok duluan ya" pinta nya manja pada ibunya.


" Ya Allah anak ibu,, bentar lagi mau jadi istri orang mana boleh manja begini. tidurlah nak besok masih sekolah bukan? istrahat lah, sudah sholat kan? " tanya Mita.


Hani mengangguk lalu memeluk dan mencium ibunya. Setelah berpamitan Hani segera meninggalkan Ibunya di dapur.


Menuju kamar Aldo,, memperhatikan adiknya yang tengah serius membaca buku diktat tema 4. Dia mengelus kepala Aldo dan berkata.. " Bagus boy.. lanjutkan" Aldo yang mendapat perlakuan khusus dari kakaknya ,bangga dan senang.


Sstelah beberapa saat Hani di sana, dia kembali ke kamarnya, merebahkan tubuhnya dan berdoa. Tak butuh waktu lama dia pun terlelap dalam malam.


Di Rumah Sakit....


Arman yang sudah berganti pakaian tiba di Rumah Sakit. Di sana ternyata sudah ada Arya suami Arni, Ayahnya Shasa.


Arya mengetuk pintu, dan masuk.


Arya segera pulang dari tempatnya bekerja di luar kota setelah mendengar bahwa putrinya jatuh di kamar mandi. Arya bekerja di Kantor Pertamina,, Shasa itu kesayangan Arya. Tak heran sifat manja Shasa gara gara Aryalah terlalu memanjakannya, sedangkan Arni lebih tegas dalam hal apapun.


Setelah berbincang ringan, bertegur sapa, ... Arya bicara pada Arman.., " Segerakanlah niat baik ini, jangan lagi di tunda. Mas sudah dengar dari mbak yu mu jika dia menjodohkan mu dengan putri sahabatnya,, Segerakalah,, setelah Shasa pulang, kita akan datang dan melamarnya, mumpung mas bisa cuti dan berada di sini.


Arman yang mendengar nasehat kakak iparnya itu diam dan mengangguk angguk.


Menyetujuinya, bagaimana pun juga Mas Arya adalah sosok pengganti Almarhum ayahnya,dan ikut berjuang bersama mendampingi Arman sejak Arni dan Arman masih bertunangan lalu menikah.

__ADS_1


Arni pun berkata..," Kita akan menyegerakan ini semua dek,, kamu tenang saja kakak akan atur persiapannya... "


"Baiklah kak.. " Arman setuju.


Lalu mereka berdua pamit pulang untuk berganti pakaian.


"Mas pulang dulu bareng mbak yu mu.. tolong jaga Shasa sebentar ya dik.. bentar lagi kami akan kembali.. " kata Arya pada Arman.


" Iya mas hati hati di jalan,,pakai saja mobilku bukannya mas ke sini tadi gak bawa mobil" Arman menyerahkan kontak mobil kepada Arya.


Arya tadi berangkat pulang dengan menggunakan pesawat dan memesan taxi untuk menuju Rumah Sakit.


"Sayang ayah dan ibu pulang dulu ya nak,, Shasa mau apa nanti ayah belikan.. " Arya bertanya pada Shasa.


"Shasa pengen martabak yah dan jus alpukat,, boleh ?" pintanya manja


" Tentu saja, Shasa kan hanya luka ringan, Ayah tau Shasa kuat besok dah pulang jadi gak ada pantangan maem apapun oke " kata Arya memanjakan putrinya itu.


Shasa yang sedari tadi diam mendengar pembicaraan orangtuanya dan Omnya itu membuka suara setelah ayah dan bundanya pergi. "Cieee... yang akan lamaran.. seneng gak om..


Arman tersenyum lalu duduk di ranjang Shasa.


" Gak nyangka Sha.. om tiba tiba suka ke Hani, padahal menurut om hanya sebatas kagum ternyata rasa suka ini makin besar, meskipun bundamu gak berniat menjodohkan om dengan temanmu itu, om memang akan mendekatinya " kata Arman.


Siapa yang tidak tertarik dengan Hani, gadis polos sopan, rajin sholat dan rendah hati, periang dan tangguh pula meskipun Hani itu cengeng dan manja tapi sifat positifnya mendominasi kedua sifat Hani yang itu.


" Emmm pdkt ya om,, Shasa senang melepaskan Hani pada Om.. dia sahabatku yang the best om, dia sangat menjaga dirinya dan keluarganya, satu lagi,, dia belum pernah pacaran, karena baginya membuka hati pada sseorang itu akan merusak konsentrasi belajarnya. " cerita Shasa panjang lebar.


Arman menyimak cerita Shasa sambil mengupaskan apel untuk Shasa.


" Om dah tau belum nomer hpnya..? " tanya Shasa lagi.


Arman menggeleng, lalu Shasa meminta omnya mengambil hp di atas naker dan mencari nomer hp sahabatnya lalu mengirimnya ke nomer om nya.


Setelah beberapa saat, ada perawat datang memberikan suntikan obat melalui selang infus Shasa. Dengan sopan perawat itu memohon ijin karena telah selesai melakukan tugasnya dan Arman mengucapkan terimakasih pada perawat tersebut.


" Om Shasa ngantuk.... mau bobok dulu ya nanti kalo ayah datang Shasa bangunin ya om" pinta Shasa pada Arman.


Arman membetulkan selimut Shasa dan mengusap rambut kepala Shasa, dia melihat Shasa jadi ingat si Hani.


Arman merebah tubuhnya di kursi sofa rumah sakit, memandang layar hpnya, terlihat nomer yang tadi di kirim Shasa padanya. Arman save Ingin rasanya berkirim pesan pada Hani tapi dia takut mengganggu gadis polos itu.


Di letakkan hpnya itu di atas meja, pikirannya melayang entah kemana... bergumam..........


" Jalan hidupku... akhirnya aku menemukan sosok yang mungkin bisa mendampingiku hingga akhir,, semoga Allah senantiasa meng ijabah doa doaku,,...Akhirnya kenyataan ini benar adanya..." tiba tiba wajah Hani hadir dengan senyum manis...." Insyaallah..... "


bersambung.....


salam sehat selalu ya kakak sahabat 🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2