
matanya berkaca kaca , tatapannya tajam ke arah gue .
"iya aku minta maaf yang, aku salah" gue tertunduk . gue lihat sekitar banyak orang melihat kita . urat malu seperti putus ketika itu. ibu ibu samperin caca
"neng itu lukanya obatin dulu yu , berantemnya nanti saja . hayu ibu bantu" ibu ibu itu menjulurkan tanganya .
"ia bu" caca memegang tangan si ibu . cewe boni dan cewe ivan menghampiri caca membantu caca berjalan sambil di bopong .
gue hanya terdiam melihat caca dari belakang . darahnya terus keluar dan mendarat dipasir putih yang berubah menjadi merah. boni dan ivan nyamperin gue sambil usap usap punggung gue . tanpa terasa air mata keluar dari sarangnya . gue sedih melihat caca sakit , gue sedih ga bisa jagain dia . gue berpikir mungkin gue bukan jodohnya .
"udah udah " kata boni
"heeeemmm" gue ngehela nafas , serta mengusap air mata ini
"kita urus si penabrak saja , jangan emosi dulu . nanti gue di lempar lagi sakit nih" kata boni menunjuk tangannya agak lebam , seperti terkena benda keras
"eh sori bon , gue ga maksud , tadi kayanya bukan gue karena gue setengah sadar" kata gue agak panik melihat lukanya boni
"makanya kontrol , temen sendiri diserang "kata boni sambil mengusap usap lukanya
"iya maaf" kata gue .
kita menuju tempat sipenabrak yang diamankan oleh warga diwarung kopi pinggir jalan . terlihat luka bekas pukulan gue berwarna biru kehitaman disekitar wajahnya . setelah bernegosiasi kita tempuh jalan damai dan dia memberi beberapa rupiah pada kita . setelah semuanya beres , gue coba ke warung si ibu ibu itu melihat keadaan caca . ditempat duduk depan ada cewenya ivan . dia bilang caca lagi diobatin dan suruh tunggu sampai selesai didalam dia ditemanin cewenya boni. agak lama gue jadi semakin kwatir dengan keadaan caca. gue mondar mandir depan pintu . kalau saja sampai bokapnya tau bisa mati konyol nih diserang bos jinya . sekitar 1 jam menunggu cewenya boni keluar dan bilang kalau gue disuruh masuk . gue masuk lihat caca sedang duduk dikasur sambil tertunduk . pahanya juga sudah diperban. gue duduk disebelah caca . ibu ibu yang tadi datang dari arah belakang dan memberikan kita minum . dia duduk dikursi plastik berhadapan dengan kita
"saya tau kalian mempunyai ilmu" kata ibu itu membuka pembicaraan
"dan saya tau kalian sudah bertunangan"ucapnya lagi
"tau dari mana bu?" kata gue
"tuh teman mu kan?" menunjuk belakang gue , ternyata ada mbah put . dia mengikuti gue sedari tadi tanpa gue perhatikan
"dia yang masuk ke badanmu dan menyerang si penabrak tadi" kata ibu itu
"dan ini caca punya banyak sekali pengikutnya , auranya juga beda dari kamu . dia jelas lebih kuat" ketika itu gue hanya mengangguk
suasana hening beberapa saat
__ADS_1
"sekarang jadi maunya gimana?" kata ibu itu , gue lihat caca masih diam
"yasudah saya tinggal dulu , kalian biacarakan baik baik , dan caca jangan emosi terus . bos jin kamu bisa saja datang kesini" katanya ibu itu , gue sedikt menelan ludah . kalau tuh bos jin dia dateng . kelar dah urusan bisa jadi temen gaib gue digoreng ,
"aku mau sendiri dulu" kata caca
"haaa jadi kamu mau putus?" kata gue kaget
"ihhhhh bukan!" kata caca natap gue
"ih apa atuh" kata gue
"aku mau sendiri dulu nanti malem ga mau liat kamu , kamu jahat!" kata caca memukul mukul tangan gue
"ya udah aku minta maaf , aku ga akan gitu lagi ko . kamu juga jangan cemburuan banget banget kaya gitu" kata gue
"heeeemmm" kata caca
"yaudah hayo ke penginapan lagi" kata gue
"gendong!" kata caca
"sakit yang ini " nunjuk lukanya
"iya iya jangan gendong , dipegangin aja ya " kata gue sambil senyum, gue pun memeluk caca
"maafin aku ya sayang, aku ga akan gitu lagi, aku sayang banget sama kamu" kata gue
"iya yang aku juga minta maaf ya emosi" kata caca
singkatnya kita semua sudah berkumpul dipenginapan . caca bersama cewe cewe dikamar . gue sama ivan serta mbah put diteras rumah, gue duduk di kursi dekat pintu , ivan dikursi pojok kiri , sisanya ada dikamar . waktu menunjukan pukul 18:00 tiba tiba mbah put menghilang bersamaan dengan matahari terbenam , dikejauhan gue melihat benda berwarna putih terbang dari pohon ke pohon , rambutnya panjang menutupi wajahnya . ketika sedang mengamati benda itu . "astagaaa" ivan teriak . gue lihat disebelah kiri ivan ada kepala dengan usus bergelantungan bersimbah darah tepat sebelah ivan .
"san apa itu san gue lihat san gue lihat" kata ivan kaget lihat gue . karena wajahnya cukup menyeramkan gue ajak ivan masuk ke rumah . ketika gue tutup pintu gue penasaran sama tuh setan kepala . gue buka perlahan jendela .. . 'zooonkkk' tepat depan gue kepala itu melihat dengan mata melotot . gue langsung terjatuh . 'ini tempat ko jadi banyak setannya' gue dalam hati .
"san lu lihat ya ? " kata ivan
"iya van serem juga " kata gue
__ADS_1
"cabut yu cabut" kata ivan
"eh semalem lagi kita disini, ga apa lah kali kali disetanin haha" kata gue
"jangan kasih tau siapa siapa ini tempat banyak setan , nanti pada mau cabut " kata gue pelan , dijawab ivan menganguk
tiba tiba arah dapur , pintu dari arah belakang terbuka dengan sendirinya . muncul samar samar pocong yang kemarin gue lihat .
"saa ssaaandi , ko gue jadi bisa lihat setan sih" kata ivan
"haduh itu tuh setan jelek , makannya bisa lu lihat , nih nanti gue panggil temen gue" kata gue . gue panggil beberapa kali mbah put tapi tidak juga muncul . gue yang tadinya berani jadi takut . apa lagi tuh pocong masih ada dipintu ga gerak gerak . masih dalam tatap kesana tiba tiba ada suara 'srrreeekkk srreeekk srreeeek' dari arah atas rumah . gue bertatapan dengan ivan . 'lihat yu ke atas' kata gue pelan . '1,,,,2,,,,,3' . dan "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" kami berdua teriak setelah melihat di atas ada kunti yang kemarin gue lihat dikamar melotot dengan 1 mata . 'sumpah san gue ga kuat' ivan menundukan kepalanya dengan gemeteran seluruh badannya . gue berusaha menenangkannya . boni marwan , kevin keluar kamar . bersamaan dengan itu setan setan pergi .
"wei kalian ngapain pelukan kaya gitu ? homonya keluar lagi nih hahaha" kata kevin
"ini tuh gue lihat setan tadi beggoooo bat dah" kata ivan sambil melepaskan pelukan gue
"mau donk mau lihat gue" kata boni semangat
"ya lu deket deket sandi aja nanti juga lihat haha" kata marwan
hari semakin malam . kami lupa membeli makanan untuk makan malam .dan para setan ditempat itu semakin usil .mungkin karena ini penginapan paman ivan disewakan dengan harga cukup murah . tiba tiba dari arah kamar cewe "tolong cewenya boni kesurupan!" teriak salah seorang, kita semua masuk . gue lihat setan kunti masuk kebadan nih cewe . ketawa serem 'hiihihihihihihihhihihihi' , gue dekati caca
"yang ko ini pada dateng semua sih?" gue kebingungan
"jujur aja yang , ini semua pengawal aku ga bisa dipanggil kalau malam hari disini . ada sesuatu yang , pasti ada yang ga beres" kata caca
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1