
"SUMI ITU YANG MENINGGAL DISEBELAH RUMAH gue BEGOOOO!!" kata ivan terlihat panik
"yang bener lo??" kata gue kaget , langsung dah bulu kuduk gue merinding .
"iya lah **** " kata ivan
"tapi cakep ya , gede van hehe" kata gue
"ya memang san , makanya dia banyak yang naksir, kan gue dah bilang kembang desa" kata ivan
"....." gue terdiam sesaat , kenapa mata ini tidak tertutup semua? apa cuma bisa lihat setan gentayangan? sementara jin yang kuat tidak?
"yaudah yo masuk lagi , bentar lagi nih kayanya keluarga teh sumi pulang" kata ivan
"yu dah" kata gue , kemudian kami masuk ke rumah ivan ,
"van tuh keluarga tetangga lo udah dateng" kata cecep setengah berlari kearah kami yang masih didapur
"sekarang berarti kita kerumah itu , cep lu yang duluan sama sandi" kata ivan
"ogaahhh" kata gue
"dih lu gitu banget , gue kan penakut san" kata ivan
"ah sama setan aja lu takut " kata gue
"memangnya lu ga takut apa?" kata ivan
"ya takut" kata gue
"gila lo!' kata ivan , kami tertawa kecil
setelah itu kami semua cewe dan cowo keluar rumah ivan , gue lihat depan rumah tetangganya itu sudah ada 2 mobil terparkir , ivan yang sudah kenal dengan keluarga itu jalan paling awal bersama cecep gue sih paling belakang . kami tiba didepan rumahnya sumi , ivan seperti ngobrol dengan ibu ibu tua yang ada disana (nenek sumi) , gue tidak mendengar percakapan mereka , gue cuma keliling perkarangan rumah sumi ini . lalu ga lama gue dipanggil ivan
"woi sini san" kata ivan
"kenapa?" kata gue samperin mereka
"lu tadi lihat sumi kan?" kata ivan
"ya cuma bayangan doang" kata gue
"ga diajak ngobrol?" kata ivan
"engga" kata gue berbohong , masa gue harus bilang sumi mau nikah sama gue
"serius" kata ivan
"iya gue cuma dikasih tau namanya sumi" kata gue
"dek lihat dimana?" kata nene itu
"lihat dibelakang rumah tadi ne" kata gue
"yaudah coba sekarang kita masuk kekamar sumi" kata nene itu yang kemudian berdiri dan berjalan kedalam rumah
"yakin lu mau kekamarnya?" kata gue
"ya dari pada desa ini diterror terus san?" kata ivan
"gue sih ga bisa apa apa" kata gue
"tenang ada macan gue" kata cecep
"yaudah gue tunggu sini aja" kata gue
"lu ikut lah" kata boni narik tangan gue
"iya iya gue jalan , jangan pegang ih homo" kata gue
"dih pede luu" kata boni melepaskan tangannya , kami semua tertawa
jadi kami semua masuk tuh kerumahnya , disana ada foto foto sumi dan keluarganya dan memang dia yang gue lihat dibelakang rumah ivan cantik banget dah besar depan belakang , dari arah belakang ada orang tua sumi yang tengah menonton tv tersenyum pada kami semua , agak aneh memang kenapa mereka ga samperin kami atau tegur sapa mungkin sedang bersedih pikir gue . nah sampailah ke kamarnya sumi yang kata neneknya itu dia gantung diri dikamar ini .
"ini kamarnya dek , nene ga kuasa kalau masuk kedalam jadi teringat , nene tunggu disana saja ya" kata nene itu menunjuk kursi yang diruang tamu
"iya ne ga apa apa , yang cewe juga lebih baik dikursi aja jangan ikut" kata gue , lalu cewe cewe dan nene itu kembali ke ruang tamu
"yakin lo cep?" kata gue melihat cecep
"macan lu dimana?" kata gue lagi
"nih ada disamping gue , ko mbah lu ga ikut?" kata cecep
"ya ga tau cep , gue ga bisa lihat" kata gue
__ADS_1
"yaudah ini gue coba dulu " kata cecep
"inget cep , jangan ada tuh setan diapa apain , yang harus kita lakukan adalah mendoakannya supaya tenang" kata gue
"iya san gue tau , gue cuma mau tau kenapa dia ga tenang" kata cecep
lalu pintu kamar itu cecep buka , "beeeeerrrrrr" harum bunga melati menyeruak keluar ruangan .
"ini wangi banget" kata ivan
"berarti masih ada" kata cecep
"yaudah yu masuk" kata cecep masuk duluan , dibelakangnya ivan dan yang lain , gue paling belakang
"dia meninggal ini disini" kata cecep menunjuk keatas memang ada 2 lobang dilangit langit kamar yang digunakan untuk gantung diri ,
gue melihat lihat foto foto sumi dikamar itu , gue perhatikan fotonya lama lama jadi merinding nih . eh ternyata ivan kesurupan , boni dengan sigap menutup pintu kamar , (nanti semua panik) ,
"bon putar lagu yang kencang!" kata gue
"siap" kata boni (supaya suara kesurupan ini tidak terdengar keluarganya)
"hihihihihihi ngapain kalian semua disini" kata ivan , dari gerakannya dan gaya bicaranya seperti cewe ,
"ini sumi?" kata cecep
"iya saya sumi hihihihi" kata ivan
"sumi kenapa tidak pergi? alam sumi sudah bukan disini" kata cecep , gue memandang ivan yang sedang kesurupan, tapi perasaan gue itu bukan sumi
"saya mati penasaran aa" kata ivan
dari arah jendela , gue lihat sumi , ya hantu sumi yang tadi gue lihat dibelakang rumah . berhubungan mereka masih sibuk dengan ivan yang kesurupan , gue jalan menuju kearah jendela
"hei sumi , kenapa masih disini?" kata gue berbicara pelan berbisik, dia menunjuk kearah ivan yang kesurupan
"itu bukan sumi" kata sumi
"lalu itu apa?" kata gue
"dia yang membuat sumi tidak bisa pergi dari dunia ini" kata sumi
"dia yang membuat sumi ditahan disini" kata sumi
"kenapa bisa ditahan? memangnya bisa?" kata gue
"haduh" kata gue
"kalau yang aku lihat ketika malam malam itu? yang menimpukan batu siapa?" kata gue
"itu sumi , sumi mau minta tolong pada sandi , karena sandi mempunyai kekuatan putih yang jarang sumi lihat" kata sumi , merinding nih jadinya gue , berarti kalau siang dia cantik , kalau udah malem jadi kunti
"jangan berubah dulu ya sum, seperti ini aja cantik hehe" kata gue
"iya sandi tidak sekarang , lebih baik cepat sebelum matahari tenggelam" kata sumi , walau udah jadi setan mukanya tetep cantik dan bodinya beuhh
"terus aku harus apa sum?" kata gue
"keluarkan jin itu dari kamar sumi dan bilang pada keluarga sumi untuk mengiklaskan sumi serta penduduk desa ini untuk tidak menggosipkan sumi terus yang jadi hantu , padahal itu bukan sumi " kata sumi
"lalu sumi akan tenang" kata sumi
"oke deh" kata gue
"san bantuin nih ngamuk , lu ngapain lagi dijendela" kata boni memegangi ivan yang merontak rontak dibacain sesuatu oleh cecep
"santai aja sih" kata gue , gue kemudian samperin mereka lalu tiduran dikasur sambil memegang hp , gue lihat kearah mereka terbengong melihat gue , sama dengan ivan yang kesurupan juga bengong ke arah gue
"DASAR BEGOOO!!!" kata boni
"ini temen kesurupan lu malah tiduran" kata boni
"kelakukan dia memang bon , di jakarta juga sama" kata cecep
"macan lu mana cep?" kata gue
"dia ga bisa san" kata cecep
"macan lu mah kucing kali" kata gue
"iya maaf kekuatan gue sih masih jauh dari lu , ini bantu dulu" kata cecep
"sabar gue mau hubungin bokap gue" kata gue , gue telepon bokap gue
"pa mbah put dmna?" kata gue
__ADS_1
"mbah put belum ada , nanti coba tanyakan aja ke elsa" kata bokap gue , duh jadi kepikiran elsa lagi
"mbah kut suruh ke sandi pa , ini mau keluarkan jin jahat dari badan ivan" kata gue
"sandi harus konsenterasi ya , nanti bapa bantu dari sini" kata bokap
"oke pa" kata gue kemudian menutup teleponnya
gue samperin ivan yang kesurupan
"lo itu bukan sumi" kata gue memegang kepalanya
"jangan lu balik lagi ke kamar ini atau gue bakar" kata gue , lama lama tuh ivan seperti kejang kejang
"eh ini keluarin dari badan ivan , takut kenapa kenapa" kata boni
"bentar" kata gue , gue memejamkan mata . gue kumpulkan tenaga gue ditelapak tangan gue yang menjadi agak dingin , lalu gue tempelkan telapak tangan gue ke dada ivan
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" ivan teriak , dari arah pintu ,
"eh ivan ada apa?" suara cewe ivan menggedor gedor pintu yang dikunci
"jangan masuk dulu!" kata gue
"pergi lo setan!!" kata gue lagi , kemudian dengan perlahan tangan gue bergerak dari dada ivan ke leher lalu terakhir kekeningnya .
"PERGII LO!" gue teriak , lalu ga lama ivan tergeletak tak berdaya.
"udah pergi belum cep?" kata gue
"gila lu san kebakar jin nya san" kata cecep
"mana gue ga lihat , sebenernya gue ga tau tuh jin kebakar kenapa" kata gue
"dah ilang jinnya san , kayanya ada mbah lu yang kera datang gue ngerasa nih .yang bakar mbah lu san " kata cecep
"oh makasih ya mbah kut" kata gue berbicara sendiri
"..... , eh itu .... sumi?" kata cecep menunjuk kearah belakang gue ,
"gue lihat beneran apa engga nih?" kata boni menamparkan pipinya sendiri
"ini asli sumi yang difoto tadi?" kata marwan , gue lalu menoleh kearah belakang
"terima kasih ya sandi , kamu tuh cowo yang baik hati" kata sumi didepan gue
"iya kita sama sama mahkluk didunia ini harus saling tolong menolong apa lagi kalau ada yang kesusahan walau sudah beda hehe" kata gue , lalu sumi memeluk gue , dingin banget badannya
"terima kasih ya sandi" kata sumi
"sekarang aku bisa tenang" kata sumi yang kemudian mendekatkan bibirnya ke arah bibir gue , lalu dia mencium gue , dingin banget bibirnya
"daaahhh , jangan lupa pesan aku sandi , aku tunggu kamu dialam sana ya daadaah sayang , aku sayang sama kamu" kata sumi lalu dia menghilang perlahan , kalau dipikir pikir sedih juga jadi teringat cacaku
sesudah itu ivan sadar , dia masih lemas jadi kami semua keluar dari kamar sumi
"duh kenapa harus gue terus yang kesurupan" kata ivan , kami lagi lagi tertawa semua
gue ceritakan semua apa yang disampaikan sumi untuk mengiklaskan sumi dan bilang pada warga desa untuk tidak melanjutkan gosip tentang arwah sumi , karena sumi mau tenang menuju alam sana . ya dari pelajaran sumi kita harus tau bahwa tidak semua arwah gentayangan itu dari orang tsb tapi dari jin jahat lain yang menyerupainya , apa lagi kalau meninggal dengan cara seperti itu (gantung diri , di mutilasi atau sebagainya yang ga wajar) tapi ada juga memang arwah mereka yang gentayangan karena belum tenang kerena ada masalah , belum selesai urusan dunia , atau memang seperti setan yang mencari anggota tubuhnya yang hilang karena belum ditemukan . jadi intinya harus iklas dan tabah , niscaya nanti akan bertemu kembali dialam sana
keluarga sumi sangat berterimakasih pada kami , dan akan meminta maaf pada penduduk disini karena sudah membuat heboh sekampung . ya karena paksaan orang tua sumi jadi sumi lebih memilih gantung diri dari pada dijodohkan dengan orang yang sumi benci ,
malamnya dari rumah ivan gue pulang jam 8an bareng dengan yang lainnya . gue perhatikan dari arah berlawanan ada elsa dan cowo yang tadi siang gue lihat berboncengan . boni langsung kasih gue kode
"gue cari tau dulu ya , duluan semua!!" kata gue menggeber motor gue lalu putar balik
gue ikutin mereka pelan pelan dari arah belakang . tibalah mereka disalah satu tempat makan yang menurut gue agak mahal . sampai sana gue tunggu beberapa saat sampai mereka masuk , lalu gue berpikir " gue masuk apa engga ya? gue gamau ada berkelahian, apa lagi gue gamau nia ngambek terus" tapi berhubungan udah tanggung gue masuk aja mengikuti mereka , didalam tempat makan ini cukup ramai , hati gue memang agak panas lalu gue samperin mereka yang duduk agak pojok berduaan . elsa terkejut melihat gue sambil berdiri
"eh kamu ko kesini" kata elsa
"sama siapa sa?" kata gue , lalu cowo didepan elsa berdiri , badannya besar tegak , lengan nya pun berotot . sepintas gue berpikir kalau gue melawan dia gue bisa babak belur
"kenalin gue aldi" kata cowo itu menjulurkan tangan
"gue sandi" kata gue bersalaman dengannya, tangannya lebih besar dari gue
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1